(Foto: Instagram thebreeze_bsd)

Sabigaju.com – Belakangan ini warga jakarta tengah mengalami demam otoped listrik khususnya anak muda untuk menikmati jalanan di Jakarta.

Ada yang menggunakannya sebagai alat transportasi, ada pula yang sekadar berfoto untuk konten di media sosial.

Otoped listrik adalah sebuah pelat dengan roda yang biasanya digerakkan dengan cara mendorong tanah dengan kaki.

Pengguna berdiri dengan satu kaki di atas pelat dan kaki satu lagi digunakan untuk menggerakkan otoped.

Sementara kini ada juga yang versi listrik, di mana penggunanya cukup memutar tuas gas layaknya mengoperasikan sepeda motor.

Namun belakangan banyak warga masyarakat yang mulai mengeluhkan arogansi sejumlah pengguna otoped listrik.

BACA JUGA: Tren Kekinian Peduli Lingkungan yang Oke untuk Kamu Ikuti 

Larangan Melintas di Trotoar dan JPO

Yup, kita tentunya prihatin saat beberapa pengguna otoped listrik malah dengan seenaknya melintas di trotoar, bahkan di jembatan penyebrangan orang (JPO) di Jakarta. Akibatnya, trotoar dan lantai Jembatan tersebut rusak.

Untunglah Pemda bertindak cepat dengan mengeluarkan larangan buat para pengguna skuter listrik melintas lewat trotoar, JPO, hingga hari bebas kendaraan bermotor atau car free day.

Sebab keberadaan otoped listrik ini sudah membahayakan pejalan kaki dan pengguna itu sendiri.

BACA JUGA: Foodie Calls, Tren Kencan Demi Dapat Makan Gratis

Hingga kini belum ada jalur yang jelas untuk menggunakan moda transportasi yang tengah naik daun ini. Masyarakat perlu waktu menunggu pembahasan pembentukan regulasi aturan itu.

Rencananya Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan merampungkan regulasi jalur skuter listrik di Jakarta pada Desember mendatang.

Dalam regulasi tersebut nantinya diatur sanksi apa yang diterapkan untuk pengguna skuter listrik.

Dishub DKI Jakarta menyarankan agar para pengguna otoped listrik diimbau hanya menggunakan di tempat tertutup seperti area Gelora Bung Karno dan Monas.

moda transportasi tersebut  agar Tidak digunakan di jalan raya yang sibuk dengan kendaraan seperti sepeda motor dan mobil.

Dan bila ingin keluar dari area tertutup, agar  menggunakan jalur sepeda yang sudah disediakan karena jalur sepeda dinilai lebih aman.

BACA JUGA: Tren Naik Transportasi Umum, Waspada Terjangkit TBC yah 

Rawan Kecelakaan

Karena otoped listrik mulai tren dan diprediksi bakal makin marak di kalangan anak muda, maka pengguna juga harus mengikuti aturan keselamatan.

Penggunaan otoped listrik hampir sama dengan mengendarai sepeda motor sehingga perlu kehati-hatian saat di jalan raya.

Pengguna perlu helm, pelindung lutut dan siku serta sarung tangan, untuk mencegah cedera bila terjadi kecelakaan.

Sebab moda baru ini bukan hanya dipakai saat siang tapi juga tak jarang malam hari. Risiko makin besar sebab kesadaran masyarakat Indonesia soal ketertiban di jalan masih rendah.

Jangan sampai gara-gara ingin ikut tren kekinian, nyawa melayang  jadi taruhan! (Sbg/Rig)

Comments