Perpajakan
Aryoputro memandu acara Sabitalk dengan narasumber Liliek F. Pracaya dan Iga Erna Dewi membahas tentang rencana penerapan pajak untuk bisnis E-Commerce. (Foto: Sabigaju.com)

Sabigaju.com – Belum lama ini dialog #sabiTALK mengundang dua praktisi konsultan pajak yakni Liliek F. Pracaya dan Iga Erna Dewi guna membahas rencana aturan perpajakan bagi pelaku usaha E-Commerce.

Di tengah perkembangan ekonomi sekarang ini banyak anggota masyarakat yang membuka peluang usaha baru yang salah satunya adalah usaha e-commerce.

Menurut Aryoputro selaku host dialog, jika diperhatikan dalam 3 tahun terakhir, saat ini telah terjadi perubahan trend masyarakat yang berdampak bagi bisnis konvensional.

Dimana industri seperti televisi ataupun surat kabar dan sebagainya telah mengalami perlambatan.

Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya masyarakat yang saat ini yang lebih mengutamakan kegiatan dan kebutuhan mereka dengan menggunakan gadget ketimbang media industri konvensional pada tahun-tahun sebelumnya.

Persiapan Bagi Pelaku Bisnis E-Commerce

Untuk para kamu yang ingin memulai bisnis start up e-commerce para konsultan pajak menyarankan untuk menyiapkan biaya investasi yang besar.

Namun intinya di bisnis e-commerce ini bukan semata-mata tentang biayanya saja, tapi kualitas dari produk tersebut juga harus diperhatikan.

perpajakan
Liliek F. Pracaya dan Iga Erna Dewi memberi berbagai masukan kepada pelaku bisnis E-Commerce terkait penerapan aturan pajak terhadap pelaku bisnis E-Commerce. (Foto: Sabigaju.com)

Ditambahkan oleh Erna bahwa yang menjadi tambahan kunci sukses dalam menjalankan e-commerce adalah pengetahuan (Knowledge). Selain modal dan pengetahuan, Lilik menambahkan bahwa kesuksean dari kegiatan e-commerce juga bergantung dari konsistensi dari yang dilakukan.

Erna juga menambahkan selain konsistensi dan pengetahuan kondisi kreatifitas dan kepekaan pada keinginan pasar.

Menurut Lilik,  dalam kaitan dengan bisnis start up e-commerce untuk tahun-tahun awal biasanya merupakan tahap-tahap “bakar uang” yang artinya para pelaku harus melakukan pengeluaran di awal hingga 5 tahun kedepan sebelum mendapatkan keuntungan.

Karena dalam bisnis e-commerce selain modal dan konsistensi menurut pak lilik “traffic is king” yang artinya perlu konten, Pengunjung (viewer) dan perlu usaha (effort) yang semaksimal mungkin oleh pelaku usaha start up.

Ditambahkan oleh Erna bahwa keuntungan dari bisnis usaha E Commerce seperti alibaba.com atau aplikasi gojek  itu tidak hanya pada berapa pendapatan yang diterima dari setiap transaksi namun, juga terletak dari data yang diperoleh perusahaan tersebut.

Sebab data yang telah dikumpulkan perusahaan tersebut akan membuat  harga  dari perusahaan menjadi mahal saat dijual.

Terkait perlakuan perpajakan untuk industri digital, pemerintah berencana untuk memberikan suatu insentif kepada para pelaku usaha start up. Kebijakan insentif perpajakan e-commerce menggunakan PP no 46 tahun 2013. Insentif yang dimaksud oleh para praktisi disini adalah pemberlakuan pajak yang tadinya 1% direncanakan menjadi 0,25%.

Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam tentang diskusi ini, jangan lupa menyaksikan video di bawah ini yah! (Sbg/Ary/Rig)

 

Comments