Dialog Dini Hari
Bagi Dialog Dini Hari, lingkungan merupakan tanggung jawab semua orang yang tinggal di Bumi. Bukan hanya aktivis atau pecinta alam yang bisa bicara soal itu, tetapi juga musisi.(Foto: Facebook Dialog Dini Hari)

Sabigaju.com – Dialog dini hari adalah pengusung indie yang lahir saat Gelombang musik folk membanjiri gelanggang musik indie di negeri ini,

Lewat lirik lugas dan kritis, Dialog Dini Hari banyak menyorot isu lingkungan hidup yang rusak oleh para penguasa politik nan tamak.

Bagi mereka, lingkungan merupakan tanggung jawab semua orang yang tinggal di Bumi. Bukan hanya aktivis atau pecinta alam yang bisa bicara soal itu, tetapi juga musisi.

BACA JUGA: Senandung Senda Gurau Para Bidadari Daramuda Project 

Puitis dan Sarat Isi

Grup ini  terbentuk pada tahun 2008 ini, digerakan oleh dua band besar asal Bali, Dadang SH Pranoto dari Navicula dan Ian Joshua Stevenson serta Mark Liepmann dari Kaimsasikun.

Kalau Navicula lebih ke psychedelic grunge core dan Kaimsasikun menempel ke brit rock, Dialog Dini Hari memperdengarkan leburan blues, folk dan ballad.

Sejak awal kemunculannya, grup asal Pulau Dewata ini memang memiliki musik dengan kadar manis yang dibuat dari bahan organik.

BACA JUGA: Peduli Perempuan Jadi Tema Besar Album Teranyar Band SORE 

Dialog Dini Hari
(Foto: Facebook Dialog Dini Hari)

Hal Itu yang membuat pendengar tak perlu khawatir jika mengkonsumsinya secara terus-menerus.

Jika kamu mendengarkan lirik lagu grup ini bakal terdengar nyeleneh namun, petikan gitar akustik malah membuat romantika lagu-lagunya..

Benar-benar seperti berdialog yang lepas dan santai. Sarat isi, namun tak disampaikan secara memaksa.

BACA JUGA: Alunan Meneduhkan Hingga Balada Perlawanan ala Sisir Tanah

Perubahan Warna dan Tetap Aktif Serukan Perlindungan Alam

Lewat tembang dengan sentuhan folk, terdengar jelas bagaimana lirik puitis grup ini yang dibalut notasi sederhana, mampu menyentuh para pendengarnya hingga seakan dibuai alunan yang santai, namun berisi.

Grup yang dibentuk tak disengaja itu telah menghasilkan empat album. Beranda Taman Hati (2009), EP self-titled, Dialog Dini Hari (2010), 2012, berjudul Lengkung Langit (2012) dan Tentang Rumahku (2014).

Namun demikian, gaya bermusik Dialog Dini Hari dalam tembang Sediakala berbeda dengan sebelumnya.

BACA JUGA:

(Foto: Instagram dialogdinihari)

Band asal Bali itu jadi lebih banyak memainkan instrumen musik seperti seperti kibor dan synth. Musiknya pun seakan lebih kaya, meski liriknya masih sederhana.

Tapi, itu tidak terjadi di sepanjang durasi. Pada pertengahan lagu, instrumen gitar akustik kembali muncul di bagian paling depan, lengkap dengan suara berat Dadang sang vokalis band ini.

BACA JUGA: Menikmati Lirik dan Gaya Slebor Nan Asyik ala Jason Ranti 

Petikan gitar akustik seakan pertanda buat penggemar untuk tidak perlu khawatir kalau bakal album  mendatang dari grup musik ini tidak seorganik dulu.

Yang jelas Dialog Dini hari selalu mencoba hal-hal baru dalam bermusik dan tetap menjadi aktivis lingkungan untuk membantu beberapa pergerakan penyembuhan alam dan aspek di dalamnya. (Sbg/Rig)

Comments