Hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada Selasa (24/4) menghukum Setya Novanto 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta, serta mencabut hak politiknya selama lima tahun. (Foto: Instagram metrotv)
Hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) pada Selasa (24/4) menghukum Setya Novanto 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta, serta mencabut hak politiknya selama lima tahun. (Foto: Instagram metrotv)

Sabigaju.com – Hakim pengadilan tindak pidana korupsi (Tipikor) menyatakan Setya Novanto alias [tooltip gravity=”nw” txtcolor=”#1e73be”]Setnov[/tooltip] terbukti bersalah dalam kasus korupsi e-KTP yang merugikan negara lebih dari Rp2,3 triliun.

Mantan Ketua DPR dan Ketua Umum Golkar itu dijatuhi hukuman 15 tahun penjara, denda Rp 500 juta, dan dicabut hak politiknya selama lima tahun.

“Terdakwa juga dihukum membayar uang pengganti sebesar US$7,3 juta dikurangi Rp5 miliar yang sudah dititipkan kepada penyidik KPK,” kata Ketua Majelis Hakim, Yanto, Selasa (24/04), seperti dilaporkan tim Sabigaju dari persidangan.

Hukuman penjara yang dijatuhkan, sedikit lebih ringan dibandingkan tuntutan yang diajukan jaksa penuntut umum, yaitu penjara 16 tahun.

Uang pengganti yang harus dibayarkan, US$7,3 juta dalam kurs terbaru setara dengan lebih dari 101 miliar.

Jika Setya tak membayar uang pengganti itu, kata Ketua Majelis Hakim, Yanto, harta benda Setya akan disita untuk memenuhi hukuman itu. Yanto berkata, kalaupun harta Setya tidak cukup, mantan Ketua DPR itu harus menjalani pidana penjara tambahan selama dua tahun.

Adapun pencabutan hak politik Setya Novanto selama lima tahun, artinya selama lima tahun sejak menyelesaikan masa hukumannya di penjara nanti, [tooltip gravity=”nw” txtcolor=”#1e73be”]Setya Novanto[/tooltip]  tidak boleh memilih atau dipilih atau menduduki jabatan publik.

BACA JUGA: [tooltip gravity=”nw” txtcolor=”#1e73be”]Kasus Korupsi Terheboh yang Pernah Terjadi di Indonesia[/tooltip]

Trending Topic

Vonis  yang di jatuhkan Hakim terhadap Setya Novanto pun menjadi  bahan perbincangan warganet di media sosial Twitter.

Umumnya warganet bersyukur atas vonis yang di jatuhkan kan terhadap Setya Novanto. Tak sedikit warganet yang berharap agar Hakim nantinya memberatkan hukuman Setya Novanto jika Ia meminta banding.

Ramainya perbincangan warganet pun membuat nama Setya Novanto menduduki trending topic di jagat Twitter Indonesia.

BACA JUGA: [tooltip gravity=”nw” txtcolor=”#1e73be”]Setya Novanto dan Tiang Listrik, Pesona Red Velvet, Hingga Derby Adu Gengsi Ramai di Akhir Pekan[/tooltip][tooltip gravity=”nw” txtcolor=”#1e73be”][/tooltip]

Pikir-Pikir  Ajukan Banding

Ditanya hakim tentang sikapnya atas putusan itu, Setya Novanto kemudian berunding dengan pengacaranya yang dipimpin Maqdir Ismail, dan kemudian menyatakan,

“Saya akan berbicara lebih dahulu dengan keluarga saya, dan karenanya saya minta diberi waktu untuk pikir-pikir dulu,” paparnya.

Demikian juga, jaksa KPK pun menyatakan pikir-pikir terhadap putusan itu.

Dalam ketentuan hukum, terdakwa memiliki satu pekan untuk mengajukan banding. Hakim Yanto memaparkan, jika dalam sepekan tak ada banding yang diajukan, putusan ini langsung berkekuatan tetap.

Sebelumnya dalam sidang terdahulu (13/4), mantan ketua umum Golkar ini menyatakan diri tidak bersalah, dan membantah semua dakwaan. (Sbg/Rig)

 

Comments