Pandangan tentang robot
Ada beragam pandangan tentang robot di masa depan yang diprediksi bakal mengambil alih pekerjaan manusia. (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com –  Ketakutan terhadap perubahan teknologi secara masif tetap saja ada, misalnya pandangan tentang robot yang mengambil alih pekerjaan manusia.

Pada awal Februari 2018 lalu, Larry Elliot, editor ekonomi dari media The Guardian menuliskan opininya tentang robot yang mengambil pekerjaan kita.

Dalam tulisan yang berjudul Robots will Take Our Jobs.We’d Better Plan Now, Before It’s Too Late, Larry menyebutkan beragam contoh kasus mengenai pekerjaan manusia yang telah digantikan oleh robot dan mengajak para pembaca berpikir tentang bagaimana mengatur strategi agar bisa survive menghadapi perubahan teknologi ini.

Salah satu contoh kasusnya adalah toko Amazon Go yang baru saja dibuka dan berlokasi di basement pusat dari Amazon di kota Seattle.

Di toko ini tidak ada pembayaran secara tunai dan tidak ada kasir. Orang masuk ke toko tersebut, memindai ponsel mereka, dan berjalan untuk mencari keperluannya.

Dalam hitungan menit pelanggan meninggalkan toko dan tanda terima akan muncul di ponsel mereka untuk barang yang telah mereka beli. Inilah yang disebut dengan “just walk out” shopping.

Perubahan teknologi seperti ini mengajak kita untuk menyadari pandangan tentang robot yang berpotensi mengambil alih pekerjaan manusia memang nyata dan bisa dibilang ada di depan mata.

Elliot mengungkapkan dalam tulisannya bahwa perubahan itu selalu mengganggu, namun gejolak bisa saja muncul sebagai akibat dari otomatisasi berikutnya. Elliot mengambil contoh kasus mobil tanpa kemudi.

Teknologi tersebut tercipta karena adanya mesin cerdas yang mampu merasakan serta melakukan koordinasi satu sama lain.

Akhirnya, reka teknologi ini memungkinkan mesin untuk bisa melakukan sesuatu yang sebelumnya dianggap sebagai aktivitas eksklusif manusia, dalam hal ini tentu saja mengemudi.

Namun, bukan perubahan namanya bila tidak disertai dengan risiko. Sang pemilik mesin akan menjadi lebih kaya, sementara mereka yang digantikan perannya oleh robot akan menghadapi persoalan serius.

Penyangkalan pandangan tentang robot yang mengambil alih pekerjaan manusia memang ada.

Akan tetapi bila kita berbicara data, maka kita pun harus mengakuinya bahwa pada masa depan kemungkinan robot mengambil alih pekerjaan manusia itu besar adanya.

Robot dapat Gantikan Ribuan Pekerjaan Manusia

Hasil riset dari Nikkei dan Financial Times mempunyai pandangan tentang robot yang memiliki kemamauan untuk mengambil alih pekerjaan manusia adalah sepertiga dari dua ribu pekerjaan yang hingga sekarang masih digarap manusia.

Angka tersebut sesungguhnya cukup besar dan kemungkinan bertambahnya pun bisa lebih cepat tergantung dengan perkembangan teknologi yang ada.

Namun, data yang dirilis oleh The Guardians menyebutkan bahwa setidaknya ada 213 unit robot per 10.000 pekerja di Jepang.

Angka ini memang yang tertinggi dibandingkan di Inggris yang memiliki 33 unit robot per 10.000 pekerja dan di AS dengan 93 unit robot.

Terlepas dari perbandingan jumlah robot yang mulai menggantikan peran manusia dalam pekerjaan, satu hal yang harus digaris bawahi adalah kemungkinan tersebut terbuka lebar.

Robot Bakal Kalahkan Manusia dalam Banyak Bidang

Business Insider, pada pertengahan 2017 lalu sempat membahas tentang riset yang menunjukkan pandangan tentang robot yang akan mengalahkan manusia  dalam menerjemahkan bahasa di tahun 2024.

Kemudian, pandangan tentang robot yang akan memiliki kemampuan  meningkat hingga mampu menulis esai tingkat SMA pada tahun 2026. Lalu di tahun 2027, manusia diprediksi akan kalah dalam mengemudikan truk.

Prediksi berikutnya, manusia mungkin juga akan kalah cekatan dibandingkan robot saat bekerja di toko pada tahun 2031.

Sebelum masuk tahun 2031, awal tahun ini saja Amazon Go sudah menguji coba toko dengan teknologi canggih tanpa kasir dan pembayaran langsung seperti yang dibahas pada bagian awal tulisan ini.

Prediksi masih berlanjut untuk tahun 2053, robot diprediksi mampu melakukan operasi medis.

Prediksi-prediksi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan robot dalam mengambil alih pekerjaan manusia akan terjadi secara bertahap.

Sampai pada tahun 2051, kecerdasan buatan diprediksi mampu mengerjakan tugas sehari-hari manusia dan di tahun 2136 semua pekerjaan manusia bisa diambil alih oleh robot.

Persiapan Antisipasi

Prediksi ini juga membuat Katja Grace, peneliti di Machine Intelligence Research Institute di Berkeley, California, angkat bicara.

Menurutnya, perlu ada kebijakan dan aturan yang sesuai dalam menghadapi hal tersebut. Pasalnya, perubahan teknologi yang begitu pesat akan berdampak besar terhadap kehidupan termasuk aspek sosial.

Seperti yang diungkapkan oleh Elliot, kemajuan teknologi ini memang seperti pisau bermata dua.

Di satu sisi memang memudahkan manusia, tetapi di sisi lain ada yang harus menjadi korban yang tak lain juga manusia.

Kelas menengah menjadi salah satu golongan yang kemungkinan akan terkena dampak perkembangan teknologi.

Mesin bisa menggantikan ahli radiologi, pengacara, dan jurnalis sebagaimana robot menggantikan kasir bank dan juga pengemudi truk.

Bahasan tentang kemungkinan robot menggantikan pekerjaan manusia memang cukup mengerikan.

Adakah Celah?

Namun kita harus siap untuk membuka mata untuk menghadapinya. Sesungguhnya ada satu celah yang jelas dan membuat manusia tetap unggul dibanding robot.

Mungkin di masa depan robot memang mempermudah dan mempermurah ongkos industri, tetapi di sisi lain robot tidak sedinamis manusia.

Manusia memiliki perasaan dan cara berpikir yang rumit sehingga kecerdasaan buatan tidak bisa menjiplak dengan tepat.

Selain itu, saat ada krisis dalam perusahaan manusia bisa diajak diskusi dan menyampaikan pendapat mereka.

Hal ini tampaknya sulit dilakukan oleh robot. Jadi, daripada fokus dengan pandangan tentang robot yang akan menggantikan pekerjaan manusia di masa depan, lebih baik kita menganalisa celah apa yang membuat manusia tetap unggul sehingga perubahan tersebut tidak membuat kita berhenti dan menjadi korban dari perkembangan teknologi. (sbg/Erny)

Comments