(Foto: Instagram.com/iamluiscolas)

Sabigaju.com – Salah satu destinasi wisata musim dingin yang diincar banyak turis dari berbagai penjuru dunia dalah Desa Hallstatt yang berada di sekitar Pegunungan Salzkammergut, Austria.

Panorama keindahan maupun kehidupan penduduk di Desa Hallstatt membuat banyak turis betah berlama-lama saat mengunjungi desa ini.

Umumnya para turis kurung setuju jika Hallstatt disebut sebagai desa mereka lebih menilai berbagai keindahan di tempat ini mirip Negeri Dongeng.

Saking indahnya, Desa Hallstatt juga dijuluki sebagai tempat paling ‘instagrammable’ di dunia. Bahkan, per tahunnya Desa Hallstatt telah dikunjungi hingga satu juta wisatawan, mengalahkan kunjungan wisatawan ke Venesia.

BACA JUGA: Desa Giethoorn, Pesona Negeri Dongeng Di Belanda

Pemukiman di tepi Danau allstätter See yang Memukau

Hallstatt kerap disebut sebagai desa tercantik yang ada dan keindahannya telah banyak kali diabadikan dalam bentuk fotografi dan menginspirasi banyak seniman untuk menciptakan karya-karyanya.

Pemukiman penduduk di tepi danan desa hallstatt
(Foto: Instagram.com/butnomatter.theroadislife)

Salah satu spot foto yang dicari wisatawan adalah tebing-tebing batu di sekitar tepi Hallstätter See alias Danau Hallstatt yang punya pemandangan menakjubkan.

(Foto: Instagram.com/visitdachsteinsalzkammergut)

Keindahan dan airnya yang bersih sering digunakan oleh wisatawan untuk berenang, menyelam, memancing, atau sekedar mendayung perahu di atas danau yang memiliki kedalaman mencapai 125 meter ini.

BACA JUGA: Bosen Hidup Serba Moderen, Kabur ke Desa Adat ini Yuk!

Halstatt Market Square

Kawasan ini semacam alun-alun kecil yang dikelilingi oleh bangunan-bangunan cantik yang dicat dengan warna-warna lembut

Dulunya, bangunan tersebut adalah tempat tinggal para penduduk, namun kini semuanya telah disulap menjadi kafé, restoran, penginapan, dan toko-toko souvenir yang cozy dan homy.

(Foto: Instagram.com/pho.torkos)

Pokoknya angan lewatkan untuk berkunjung ke Halstatt Market Square yang berada di pusat desa dan dikelilingi oleh bangunan-bangunan cantik. Kamu bakal nyaman berjalan kaki di kawasan ini soalnya tak boleh dilalui mobil,

(Foto: Instagram.com/alketbik)

Biasanya menjelang Natal, Market Square ini akan makin indah dengan pohon cemara besar, hiasan-hiasan Natal yang meriah, serta bazar natal yang menyajikan produk dan makanan khas Hallstatt.

Dachstein ice cave

Gua es alam di dekat desa Hallstatt
(Foto: Instagram.com/imageholiday)

Akses ke gua es ini juga tergolong sangat mudah. Jaraknya tidak begitu jauh dari desa Hallstatt. Kamu bakal terkagum-kagum saat menyaksikan bagian dalam gua yang spektakuler karena dihiasi oleh lapisan-lapisan es di dalamnya.

Mulai dari dinding hingga air terjunnya membeku dan menciptakan titai-tirai yang sepenuhnya terbuat dari es.

BACA JUGA: Hidup di Desa Ternyata Bikin Manusia Panjang Umur

Dachstein

Jalan-jalan kita di kawasan pegunungan Dachstein, yang merupakan rangkaian pegunungan Alpen ini sangat luar biasa indah dipandang mata.

Sepanjang jalan kita ga henti-hentinya mengucapkan syukur atas ciptaan Tuhan yang begitu sempurna ini.

(Foto: Instagram.com/kenny_gasphotonomy)

Kamu juga dapat menyaksikan umah-rumah dan bangunan khas Austria, sangat cantik dan eksotik. Mereka masih menggunakan kayu yang sangat berlimpah sebagai bahan utamanya, sedikit semi permanen

Kamu lebih tertarik dengan Pegunungan Dachstein, kamu bisa mengikuti wisata Dachstein Salzkammergut dan mendaki pegunungan yang masuk dalam daftar Situs Warisan Dunia UNESCO.

Keindahan danau di Desa Hallstatt terlihat dari puncak gunung
(Foto: Instagram.com/intohimoni)

Ketinggian Pegunungan Dachstein tentu sangat beragam. Mulai dari 2.000 meter, hingga ketinggian 2.995 meter.

(Foto: Instagram.com/dachsteinkrippenstein)

Pegunungan Dachstein sangat populer di kalangan masyarakat di Desa Hallstatt dan wisatawan yang menyukai olahraga ski. Bahkan bisa dilakukan sepanjang tahun, dari musim panas dan dingin.

Jika kamu ingin mengunjungi Desa hallstatt Kamumesti bersabar yah gaes, Soalnya Pemerintah Austria masih menerapkan pembatasan pariwisata, terutama penginapan hotel rekreasi, yang sekarang masih dilarang.

Soalnya Negara berpenduduk 8,9 juta orang itu telah melaporkan lebih dari 106.000 kasus yang dikonfirmasi, termasuk 1.097 kematian, sejak pandemi dimulai. (Sbg/Rig)

Comments