Beranda SABIGAJU+ Depresi Menjadi Alasan Terbesar Kasus Bunuh Diri Selebriti

Depresi Menjadi Alasan Terbesar Kasus Bunuh Diri Selebriti

14 menit baca
0
0
18
(Foto: fair.org)

Sabigaju.com – Seminggu terakhir publik dunia dikagetkan dengan kematian Kate Spade dan Anthony Bourdain yang disebabkan oleh bunuh diri. Bila selama ini kita berpikir bunuh diri selalu disebabkan oleh kondisi ekonomi yang kurang atau karir yang meredup, maka kematian Kate dan Bourdain berbeda.

Kate Spade dan Anthony Bourdain sama-sama memiliki karir cemerlang

Baik Kate Spade maupun Anthony Bourdain adalah sosok yang bisa dibilang hidup dengan kesuksesan mereka. Kate Spade yang ditemukan tewas gantung diri di apartemennya di New York pada 6 Juni lalu adalah seorang desainer dan juga pendiri brand tas terkemuka, Kate Spade New York.

Bila membahas soal kiprah karirnya, bisa dibilang banyak desainer yang pastinya terinspirasi olehnya bahkan mungkin mengidolakannya. Mendirikan brand Kate Spade pada 1993 bersama Andy Spade yang kala itu masih menjadi kekasihnya, Kate Spade akhirnya melepas semua saham di brand yang dia rintis bersama Andy Spade pada tahun 2006.

BACA JUGA: Kisah Dwayne Johnson yang Depresi dan Sang Ibu yang Berniat Bunuh Diri

Melepaskan diri dari brand yang ia bangun, Kate Spade beralasan ingin mendedikasikan hidupnya untuk merawat anak perempuannya, Frances Beatrix. Keputusan tersebut juga diambilnya dengan suka cita dan atas pikiran yang matang. Sekilas hidupnya tampak sempurna karena bergelimang harta, keluarga, dan juga prestasi yang membuatnya dikenal oleh publik dunia. Namun, di balik itu semua Kate rupanya mengalami depresi sejak 5 tahun terakhir. Disinyalir, inilah yang menyebabkan Kate memutuskan mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Hydrating in preparation for a Balinese funeral . #PocariSweat

A post shared by anthonybourdain (@anthonybourdain) on

Begitu pula dengan Anthony Bourdain yang juga mengagetkan publik dengan kematiannya karena bunuh diri. Bourdain ditemukan tewas gantung diri pada Jumat, 8 Juni 2018, di kamar mandi salah satu hotel di Paris. Ia menginap di sana karena terlibat syuting beberapa hari di Paris.

Sama halnya dengan Kate Spade yang tampak memiliki hidup bahagia, Bourdain juga tampil sebagai seorang alpha male yang menarik dengan sederet prestasinya. Anthony Bourdain dikenal sebagai koki, penulis buku, dan juga host acara kuliner. Setidaknya ada empat buku tentang kuliner yang sudah melambungkan namanya. Selain itu, Bourdain juga pernah terlibat menjadi host untuk tiga program televisi. Salah satunya Parts Unknown yang menjadi acara terakhir untuknya. Berbicara soal karir dan kondisi ekonomi, Anthony Bourdain tentu saja tidak kekurangan akan hal itu. Namun, ada hal lain yang memang dia sembunyikan dan meledak bagaikan bom waktu hingga keputusan bunuh diri pun diambilnya.

Depresi menjadi dalang dibalik kematian Kate Spade dan Anthony Bourdain

(Foto: Pexels)

Tabir masalah yang menjadi penyebab kematian Kate Spade kian terbuka. Walaupun pihak keluarga tetap merahasiakan alasan detil di balik depresi menahun yang dialami sang desainer tersebut. Namun salah satu kakaknya, Reta Saffo membenarkan bahwa sang adik menderita depresi bertahun-tahun dan enggan untuk mendapatkan bantuan medis. Saffo mengungkapkan bahwa dia pernah berniat membantu Kate untuk mendapatkan perawatan ahli, tetapi mendekati jadwal perawatan sang adik enggan dan merasa ketakutan. Dia khawatir kondisinya tersebut diketahui oleh banyak orang dan berimbas pada imej happy-go-lucky pada brand Kate Spade yang dulu dia bangun. Sekalipun saat ini Kate sudah tidak berafiliasi dengan brand tersebut, tetapi namanya masih erat kaitannya dengan brand tas yang mengusung konsep ceria dan simple ini.

Dugaan lain yang membuat kondisi depresi Kate semakin parah dan berakhir tragis adalah karena konflik dalam rumah tangga. Dari pesan terakhir yang dia tulis untuk Bea, putrinya, sebelum Kate tewas, seolah ada hal yang tidak baik-baik saja antara dirinya dengan Andy Spade. Hal ini didukung oleh kondisi keduanya yang ternyata sudah tidak tinggal serumah lagi walaupun tidak bercerai.

Berbeda dengan keluarga dan suami Kate Spade yang buka suara soal kematian sang desainer, hingga saat ini keluarga Anthony Bourdain tidak mengeluarkan pernyataan apapun. Sang kekasih, Asia Argento juga tidak mengungkapkan apapun selain pernyataan duka cita yang dia unggah melalui akun twitter beberapa waktu yang lalu.

BACA JUGA: Ingin Sembuh, Selana Gomez Fokus Jalani Terapi Depresi yang Dialaminya

Meski demikian, dugaan Anthony Bourdain mengalami depresi memang cukup besar. Pasalnya, dilansir dari Pages Six yang merilis berita lengkap tentang kematian sang ahli kuliner tersebut, menyebutkan Anthony Bourdain mulai terindikasi depresi dan mencoba bunuh diri sejak pernikahannya yang pertama berakhir. Selain itu, rekan kerjanya di Paris yang hampir setiap waktu bersama Bourdain juga menyatakan kalau Anthony Bourdain tidak dipengaruhi alkohol atau obat-obatan sebelum ditemukan tewas. Hal tersebut menegaskan kalau aksi bunuh diri dipilihnya dalam kondisi sepenuhnya sadar.

Sosok Bourdain sendiri sesungguhnya adalah sosok Ayah yang sangat menyayangi anak perempuannya, Ariane Bourdain (11). Dilansir dari CNN Indonesia, Ariane merupakan kritikus bagi masakan-masakan yang diolah oleh ayahnya. Anthony juga mengaku bahwa anak tersebut salah satu alasannya untuk terus bertahan hidup saat menghadapi kesulitan. Di titik ini, dugaan depresi yang dihadapi oleh Anthony Bourdain semakin jelas.

Depresi dan Bunuh Diri

Suicide, Love Letters and Survivors: • #AnthonyBourdain died from suicide last night. ONE DAY after the Center for Disease Control reported suicides increased by 30% in the last decades. That news came ONE day after #KateSpade took her life. Like Chester of #LinkinPark did a year ago. Like #RobinWilliams did. Like my cousin did. Like my mother did. Perhaps now we will realize our celebrity campaigns of “it will get better” DO NOT WORK as they are intended. Even the Facebook hotlines that we post are not saved in people’s speed dial so are not accessible when the demons come to visit. A commercial, a gallery, and a post is no substitute for real relationships. I am dedicating all my social media feeds the next 10 days to sharing what I know about mental health and wellbeing, and what I’ve learned in my own heart in the 25 years since my mother’s suicide. If you know someone who would benefit from these conversations, or who is healing/trauma/growth work that wants to understand the role of family, historical traumas and social realities in our depressions, or is looking for best practices to reshape our thought patterns, •TAG/invite them• PLEASE. The only way forward is together. Angels and prayers to those who’ve left us. Angels and prayers to those who of us are who left behind.

A post shared by Mark Gonzales (@markgonzalesco) on

Bukan hanya Kate Spade dan Anthony Bourdain yang memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Vokalis Linkin Park, Chester Bennington juga ditemukan tewas bunuh diri tahun lalu dengan gantung diri. Hal serupa juga dilakukan oleh musisi Chris Cornell dan aktor Robin Williams beberapa waktu sebelumnya.

Alasan depresi menjadi penyebab mereka memutuskan bunuh diri. Dilansir dari Psychology Today, depresi menjadi penyebab utama bunuh diri. Pasalnya bunuh diri dianggap sebagai jalan cepat untuk meninggalkan masalah. Padahal anggapan tersebut adalah salah.

Sayangnya, dalam kondisi depresi seseorang cenderung memiliki pikiran-pikiran buruk seperti menganggap keberadaannya sudah tidak penting lagi atau merasa bahwa kehidupan orang-orang akan lebih baik tanpa kehadirannya. Oleh karena itu, orang yang mengalami depresi sebaiknya memiliki support sistem baik dari keluarga maupun teman. Banyak penderita depresi memiliki masalah serius, tetapi tidak merasa nyaman untuk berbagi cerita kepada orang-orang terdekatnya. Hal semacam ini yang kemudian membuat mereka berakhir tragis bila tidak ditangani secara medis.

Seseorang yang menderita depresi sangat membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat mereka. Dengan demikian, mereka akan merasa bahwa keberadaannya di dunia masih dibutuhkan dan penting. Self worth membuatnya semakin jauh dari pikiran bunuh diri. Pasalnya, orang yang depresi dan tidak ada yang menyadarinya ibarat orang yang putus asa dan pada momen tertentu akan berhenti berkeluh kesah hingga menanti waktu untuk mengakhiri hidupnya sendiri. (Sbg/Erny)

Comments
Tampilkan Lebih Banyak Artikel Terkait
Tampilkan Lebih Banyak Nico
Tampilkan Lebih Banyak Dalam SABIGAJU+
Komentar ditutup

Lihat juga

5 Hal Penting Agar Kembali Semangat Kerja Usai Libur Lebaran

Sabigaju.com – Libur panjang Lebaran bakal segera berakhir. Mayoritas pekerja pun ak…