Aksi demontrasi yang berakhir ricuh bisa membuat seseorang mengalami trauma
(Foto: Instagram.com/vickyrupps)

Sabigaju.com – Saat aksi demnstrasi tiba-tiba berubah menjadi ricuh dan diliputi dengan aksi kekerasan tentunya dapat menyebabkan dampak trauma, baik bagi korban maupun orang yang menyaksikan.

Seseorang dapat mengalami trauma, melalui dua cara yaitu direct trauma dan indirect trauma. Direct trauma dialamai seseorang yang mengalami sebuah kejadian secara langsung.

Sedangkan, indirect trauma dialami oleh orang yang tidak mengalami kejadian secara langsung, namun bisa mendengar cerita atau melihat kejadian melalui berbagai media.

Saat mengalami trauma, biasanya terjadi perubahan perilaku pada seseorang. Dalam hal ini yang berkaitan dengan demo, ada oorang yang tadinya berani untuk pergi sendiri bisa jadi merasa takut.

Ada juga peserta demo yang jadi histeris akarena mungkin lari larian kejar-kejaran dan ketakutan.

BACA JUGA: Aksi Demonstrasi Itu Bermartabat, Bukan Ajang Bikin Rusuh 

Dampak Trauma saat Aksi Demonstrasi  Berubah Ricuh

Gejala trauma yang muncul akibat demonstrasi  yang berakkhir ricuh  dapat dibagi menjadi 3 kategori sebagai berikut:

  1. Kognitif: misalnya membayangkan terus-menerus bagian dari peristiwa yang terjadi.
  2. Emosional/psikologis: misalnya perasaan cemas yang meningkat, perasaan sedih berlebihan setelah mendengar situasi yang terjadi, histeris.
  3. Perilaku: misalnya menjadi sulit tidur, sakit kepala, jantung berdetak lebih kencang, tidak nafsu makan

Pada tahap yang lebih parah, seseorang yang terpapar dengan peristiwa traumatis bisa saja mengalami Post Traumatic Stress Disorder (PTSD).

Hal Ini merupakan gangguan psikologis yang muncul akibat terpapar oleh kejadian traumatis, baik yang dialami secara langsung maupun yang disaksikan

BACA JUGA: Sederet Film Mancanegara yang Bawa Tema Demonstrasi

Pentingnya Persiapan Mental

Lantas apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi trauma  saat mengikuti aksi  demonstrasi?

Nah bagi kamu yang berencana mengikuti aksi unjuk rasa atau demonstrasii , maka perlu benar-benar terlebih dahulu memahami tujuan unjuk rasa yang dilakukan dan aturan yang harus diikuti demi meminimalisir kemungkinan terjadinya bentrok atau ricuh

Selain memahami tujuan dari unjuk rasa, kamu juga harus memahami betul berbagai dampak yang dapat terjadi saat mengikuti aksi unjuk rasa.

Seperti dampak terhadap kondisi fisik, mental, dan juga adanya kemungkinan provokasi dari orang lain yang menyebabkan bentrok

Persiapan Fisik Juga Penting

BACA JUGA: Demokrasi Terancam Kalau Berpikir Kritis dan Ngelucu Dilarang!

Nah, penting bagi kamu agar  tidak mudah terprovokasi harus ada persiapan fisik serta mental sebelum mengikuti aksi demo.

Persiapan fisik yaitu memastikan sudah cukup makan, istirahat, dan minum. Sedangkan, persiapan mental yaitu dengan simulasi komando sehingga barisan aksi dapat terjaga.

Jikalau memang tidak siap dengan kondisi terburuk yang terjadi,  maka kamu tidak perlu memaksakan diri untuk mengikuti aksi demonstrasi

Dan jika kamu mengalami kondisi trauma  hingga  membuat dirimu merasa stres dan tidak dapat mengatasinya sendiri hingga mengganggu kehidupan sehari-hari, maka perlu untuk mencari bantuan tenaga profesional seperti psikolog. (Sbg/Rig)

Comments