Masakan Pedas
Sebuah penelitian baru baru ini menyebutkan bahwa terlalu sering sering mengonsumsi masakan pedas dapat memicu peningkatan risiko demensia(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Sebagian masyarakat Indonesia memang menyukai berbagai masakan  pedas. Tak heran jika saat ini mulai dari restoran mewah hinga warung makan pinggir jalan yang menyajikan masakan  pedas sesuai selera kian menjamur.

Rasa pedas dari Cabai disajikan dengan berbagai macam cara; mulai dari dicampur dalam masakan, diulek menjadi sambal, hingga dimakan langsung bersama gorengan atau sajian kuliner lainnya.

Bisa dibilang, orang Indonesia tak bisa lepas dari masakan pedas. Rasa-rasanya ada yang kurang bila menyantap makanan tanpa ada sensasi pedas sama sekali.

Namun sepertinya sekarang kamu harus hati-hati deh, soalnya terlalu sering sering mengonsumsi masakan pedas dapat memicu peningkatan risiko demensia alias gangguan fungsi otak. Simak ulasannya berikut ini.

BACA JUGA: Tetap Sehat Setelah Mengonsumsi Kuliner Serba Pedas

Demensia dan Masakan Pedas

Belum lama ini sebuah penelitian gabungan yang dilakukan para peneliti Qatar, Australia dan Amerika Serikat (AS) memberi berita buruk bagi pecinta masakan pedas

Para peneliti menemukan bahwa sering mengonsumsi makanan pedas memicu peningkatan risiko demensia. Demensia sendiri adalah sebuah sindrom yang berkaitan dengan penurunan otak.

Studi ini mengamati 4.582 orang dewasa Tionghoa berusia di atas 55 tahun dan mengikuti mereka dari 1991 hingga 2006.

Temuan yang dipublikasikan dalam Journal Nutrients, menunjukkan bahwa mereka yang secara konsisten makan lebih dari 50 gram cabai sehari mengalami hampir dua kali lipat risiko penurunan daya ingat dan kognitif dibandingkan mereka yang tidak mengonsumsi cabai.

BACA JUGA: Nikmat Sih, Tapi Kuliner Pedas Bisa Bikin Kamu Alami Nightmare! 

Selain itu, penurunan memori juga tampak lebih kuat pada peserta dengan indeks massa tubuh rendah (IMT) dibandingkan dengan IMT tinggi.

Peserta yang makan banyak cabai juga cenderung memiliki pendapatan yang lebih rendah dan Body Mass Index (BMI) yang lebih rendah.

Karena itu, para peneliti menyimpulkan, orang dengan berat badan normal mungkin lebih sensitif terhadap asupan cabai daripada mereka yang kelebihan berat badan.

Peneliti menambahkan, tingkat pendidikan juga dapat berperan dalam penurunan kognitif dan merupakan faktor yang memerlukan penelitian lebih lanjut.

BACA JUGA: Bahaya Mematikan Apabila Terlalu Sering Minum Teh

Efek Buruk Capsaicin

Memang dalam penelitian lain disebutkan Capsaicin, komponen aktif dalam cabai, memiliki efek positif pada kesehatan dengan mempercepat metabolisme dan kehilangan lemak dan menghambat gangguan pembuluh darah.

“Konsumsi cabai ditemukan bermanfaat untuk berat badan dan tekanan darah dalam penelitian kami sebelumnya. Namun, dalam penelitian ini, kami menemukan efek buruk pada kognisi di antara orang dewasa yang lebih tua,” kata penulis utama penelitian ini, Dr. Zumin Shi dari Universitas Qatar.

“Cabai adalah salah satu rempah yang paling umum digunakan di dunia dan sangat populer di Asia dibandingkan dengan negara-negara Eropa. Di wilayah tertentu di Cina, seperti Sichuan dan Hunan, hampir satu dari tiga orang dewasa mengonsumsi makanan pedas setiap hari,” tambah peneliti lain yang turut dalam penelitian tersebut Dr. Ming Li.

Para peneliti mencatat bahwa mekanisme yang menghubungkan asupan cabai dan penurunan fungsi kognitif masih belum sepenuhnya diketahui.

Peneliti menambahkan bahwa diperlukan lebih banyak penelitian untuk menyelidiki lebih lanjut, serta untuk menguji apakah mengurangi asupan cabai dapat mencegah penurunan kognitif.

Wah, ada baiknya kegemaran menyantap masakan pedas sudah harus dikurangi mulai dari sekarang! (Sbg/Rig)

Comments