Warga Jakarta di Minta kembali stay At Hone
(Foto: Instagram.com/dhahnial)

Sabigaju.com – Anjuran buat warga Kota Jakarta alias Jakartans agar berdiam di rumah atau stay at home kembali  menyebar di berbagai lini media sosial terlebih saat ini kondisi Jakarta sedang dalam keadaan berbahaya karena jumlah kasus Covid-19 yang terus meroket

Gubernur Anies pada Rabu (/8/2020) kemarin resmi mengumumkan pengetatan PSBB usai melakukan rapat evaluasi bersama Gugus Tugas Pusat Covid-19 dan Provinsi DKI Jakarta bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Langkah itu diambil setelah angka kasus COVID-19 naik tak terkendali. Anies menyebut PSBB itu berlaku mulai 14 September. Beberapa hari ke depan, Pemprov DKI Jakarta bakal mematangkan detail aturan PSBB itu.

Nah ada beberapa poin penting PSBB ketat di Jakarta terkait wisata dan aktivitas lainnya:

BACA JUGA: Jakarta dalam Kondisi Mengkhawatirkan, Jaga Imunitas Tubuh!

1. Tempat Hiburan Ditutup Lagi

Gubernur Anies Baswedan memutuskan untuk menutup seluruh tempat hiburan di Jakarta.

“Seluruh tempat hiburan akan ditutup, kegiatan yang dikelola Pemprov DKI seperti Ragunan, Monas, Ancol, taman kota, dan kegiatan belajar tetap di rumah,” ujar Anies.

2. Restoran-Kafe Boleh Buka, tapi Tidak Makan di Tempat

“Kegiatan usaha makanan, rumah makan, restoran, kafe, diperbolehkan untuk tetap beroperasi, tetapi tidak diperbolehkan untuk menerima pengunjung makan di lokasi,” ujar Anies.

“Jadi pesanan diambil, pesanan diantar, tapi tidak makan di lokasi. Karena kita menemukan di tempat inilah terjadi interaksi yang mengantarkan pada penularan,” kata Anies.

BACA JUGA: Kesal or Tambah Sayang Pasangan, Dua Sisi Stay at Home 

3. Menunggu Kepastian Operasional Hotel

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut tetap mengizinkan 11 bidang usaha untuk beroperasi saat PSBB ketat mulai 14 September.

“Akan ada 11 bidang esensial yang boleh tetap berjalan dengan operasi minimal. Jadi tidak boleh beroperasi seperti biasa, tapi dikurangi,” kata.

Ke-11 bidang usaha itu adalah kesehatan, bahan pangan/makanan/minuman, energi, komunikasi dan teknologi informasi, keuangan, serta logistik.

Kemudian ada perhotelan; konstruksi; industri strategis; pelayanan dasar, utilitas publik, dan industri yang ditetapkan sebagai objek vital nasional dan objek tertentu; serta pemenuhan kebutuhan sehari-hari.

Tapi, secara detail, Anies akan memastikannya beberapa hari ke depan.

4. Pembatasan Transportasi Umum

“Ganjil-genap untuk sementara akan ditiadakan, tapi bukan berarti kita bebas bepergian dengan kendaraan pribadi,” kata Anies.

“Lalu transportasi umum akan kembali dibatasi secara ketat jumlahnya dan jamnya,” kata Anies.

BACA JUGA: Beberes Rumah Bikin Sehat Plus Cerdas Saat Stay At home 

5. Rumah Ibadah Raya Ditutup

Masjid Agung yang juga menarik minat wisatawan, selain untuk beribadah, juga ditutup. DKI Jakarta hanya mengizinkan masjid yang melayani warga dalam skala kecil yang diizinkan untuk beroperasi. Itupun harus mempertimbangkan jumlah kasus virus Corona pada area itu.

“Penyesuaian tempat ibadah bagi warga setempat masih boleh digunakan asal menerapkan protokol yang ketat. Artinya, rumah ibadah raya yang jemaahnya datang dari mana-mana bukan dari lokasi setempat, seperti masjid raya tidak dibolehkan dibuka, harus tutup,” kata Anies Baswedan.

“Tetapi rumah ibadah di kampung di kompleks yang digunakan oleh masyarakat dalam kampung itu sendiri dalam kompleks itu sendiri masih boleh buka.”

“Ada pengecualian, kawasan yang memiliki jumlah kasus yang tinggi, kawasan itu ada datanya, RW-RW yang dengan kasus tinggi maka kegiatan beribadah harus dilakukan di rumah saja,” tutup Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. (Sbg/Rig)

Comments