Sabigaju.com – Berangkat dari kegelisahan melihat masa depan musik Indonesia, musisi lintas generasi yang menamakan diri Kami Musik Indonesia (KMI), datangi Badan Legislatif DPR RI. Di kesempatan itu mereka menggelar audiensi terkait Rancangan Undang Undang (RUU) Permusikan.

Glenn Fredly, selaku juru bicara KMI menuturkan, sementara ini kontribusi musik untuk negara masih berada di bawah 1 persen. Menjadi sebuah ironi mengingat musik mempunyai kontribusi besar bagi pertumbuhan ekonomi.

"Sebagai pelaku buat kami ini sangat menyedihkan. Tujuan kami di sini bagaimana musik sebagai kebudayaan Indonesia mempunyai Undang Undang agar bisa memajukan peradaban," kata Glenn Fredly, di Gedung DPR RI, Jakarta.

Delon dan Glenn saat hadir dalam Rapat RUU Permusikan (Instagram delonthamrin)

"Saya mewakili teman-teman ingin sekali musik Indonesia berdaulat, baik untuk memajukan industri musiknya sendiri maupun berdaulat di tanah air," sambung mantan pacar Aura Kasih itu.

Anang Hermansyah menambahkan, kesejahteraan menyeluruh menjadi tujuan diadakannya Undang-Undang Permusikan ini. Sebagai masyarakat yang taat pajak, insan musik ingin menuntut akan sebuah peraturan yang baik, demi masa depan musik di Indonesia.

Anang dan Delon saat hadir dalam Rapat RUU Permusikan (Instagram delonthamrin)

"Bagaimana stakeholder sejahtera, bagaimana pemerintah mendapatkan dari pajak yang benar. Artinya kami para seniman meminta hak kami untuk menyiapkan sebuah aturan mumpuni untuk industri musik ke depan. Saya rasa ini sebuah perjalanan reformasi juga di industri musik indonesia," papar Anang.

Giring Nidji di gedung DPR (Instagram wartawan_indonesia)

Sementara di kesempatan lain, Giring Nidji menyadari perjuangan mereka masih panjang untuk sebuah aturan, demi kemajuan musik Indonesia ke depannya. "Perjuangan masih panjang tapi ini awal yang bagus," katanya.

Bukan hanya Anang Hermansyah, Glenn Fredly dan Giring Nidji, audiensi ini turut dihadiri Aurel Hermansyah, Ashanty, Young Lex, Yura Yunita, hingga Ian Antono, dan Bob Tutupoly. (Sbg/Har)

Comments