Curhat
Tanpa disadari, curhat di media sosial ternyata bisa memberikan beberapa dampak kurang baik bagi kehidupanmu. (Foto Unsplash)

Sabigaju.com – Siapa sekarang generasi milenial yang tak punya media sosial? Rasanya hampir dari mereka punya. Sebab, media sosial adalah bagian dari teknologi mutakhir yang memudahkan orang berkomunikasi dari jarak jauh dengan menggunakan jaringan internet.

Nah, sekarang ini, media sosial punya banyak fungsi. Media sosial jadi ajang pembuktian eksistensi diri, bahkan juga ajang buka-bukaan. Enggak percaya? Siapa di sini yang belum pernah sekalipun curhat di media sosial (walau cuma perkara kena macet di jalanan)?

Hampir semua orang pernah. Curhat di medsos faktanya lebih banyak dilakukan oleh perempuan. Ini mungkin karena perempuan lebih jago kode dan laki-laki jarang banget peka (katanya). Kalau curhatnya yang bagus-bagus sih, ya seneng. Kalo yang jelek-jelek?

Bakal jadi bencana buat kamu yang punya pasangan seperti ini. Sedikit ada masalah, langsung diumbar di media sosial. Padahal, hal ini tak bisa dibiarkan begitu aja loh.

Ada beberapa akibat yang muncul kalau masalah terlalu sering diumbar di media sosial.

BACA JUGA:

1. Merusak Citra

Bukan hanya citra kamu sebagai objek yang dicurhatin, tapi juga citra pasangan serta hubungan kalian. Artinya, akan banyak orang yang menyangka bahwa pasangan kamu terlalu “ember” untuk mengumbar masalahnya. Belum lagi label manja, cengeng, baper dan lain sebagainya.

Nah, setelah itu, orang akan menyangka bahwa hubungan kalian ada pada masalah serius hingga tak pernah bahagia. Serem ya?

2. Celah Hadirnya Orang Ketiga

Ini jelas. Curhat di media sosial tidak akan pernah menyelesaikan masalah, bahkan justru bisa menambahnya. Dengan curhat di medsos, mungkin uneg-uneg bisa tersalurkan. Pasangan juga akan tersindir dan merasa. Tapi, orang ketiga juga akan berpeluang masuk ke dalamnya.

Berawal dari pertanyaan, “lo kenapa” berlanjut ke cerita dan curhat mendalam. Kemudian, si calon orang ketiga ini akan memberi solusi atau sekedar menangkan.

Hingga akhirnya perasaan saling nyaman akan terjadi. Jadilah hubungan baru dimulai.

3. Jadi Pergunjingan Banyak Orang

Ini ada kaitannya dengan poin pertama. Jika seseorang terlalu sering curhat di medsos, orang akan membicarakan dan menerka-nerka apa yang sedang terjadi.

Padahal, persoalan pribadi bukan untuk dikonsumsi banyak orang, apalagi jika itu berupa aib.

4. Tidak Peka dengan Lingkungan Sekitar

Curhat di medsos mungkin saja demi menggambarkan bahwa seseorang tampak sedih dan menderita.

Padahal, ada banyak orang yang lebih menderita daripadanya. Kalau seseorang bisa sedih cuma karena perkara cemburu, orang lain bisa sedih karena ditinggal oleh pasangannya karena sebuah kecelakaan misalnya. (Sbg/Dinda)

Comments