Dampak Polusi
(Sumber Foto: airvisual.com)

Sabigaju.com – Buat kamu yang tinggal dan beraktivitas di Jakarta sepertinya kini harus mulai waspada terhadap dampak polusi udara di kota ini.

Dilansir Sabigaju dari situs AirVisual pada, Minggu (28/7) sinag, Air Quality Index (AQI) Jakarta berada di angka 183. Artinya kualitas udara di Jakarta tidak sehat. Semakin tinggi nilai AQI maka semakin buruk polusi udara di tempat tersebut.

Berdasarkan informasi dari Badan Perlindungan Lingkungan Hidup Amerika Serikat (EPA)  arti skor AQI untuk kisaran 151-200 adalah tingkat dimana udara sudah tidak sehat dan siapapun dapat terkena dampak polusi yang menyebabkan masalah kesehatan yang serius.

Nah kali ini Sabigaju mau membahas salah satu dampak polusi udara yang mengerikan dan bisa menimbulkan masalah kesehatan otak yakni menurunkan kecerdasan,

BACA JUGA: Kuliner Super untuk Menghadapi Polusi Udara Jakarta 

Polusi Sebabkan Menurunnya Kecerdasan

Sebuah penelitian terbaru yang  diterbitkan di dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Science Notes menyebutkan bahwa dampak polusi udara dapat mempengaruhi tingkat kecerdasan. Temuan itu menunjukkan adanya penurunan kapasitas kognitif otak kita.

Dr Xin Zhang dari Beijing Normal University dan rekan-rekannya membandingkan nilai tes dari penelitian yang dilakukan pada sampel yang mewakili keluarga Cina yang terpapar polusi udara.

Mereka menemukan hubungan antara paparan polusi dan penurunan besar pada skor tes verbal serta penurunan kecil pada tes matematika.

Pengaruh polusi udara pada tes verbal menjadi lebih besar seiring bertambahnya usia, terutama bagi pria dan yang kurang berpendidikan,” kata penulis di dalam penelitiannya.

BACA JUGA: Akhir Pekan, Waktunya Liburan Hijau Bersama keluarga

Misalnya untuk pria dengan pendidikan sekolah dasar, efek penurunan kemampuan verbal akan meningkat signifikan mulai umur 44 tahun.

Sementara untuk pria dengan pendidikan yang lebih tinggi, efek penurunan kemampuan verbal akan muncul setelah umur 65 tahun.

Para peneliti juga menyimpulkan penelitian ini kemungkinan relevan pada setiap lokasi yang mempunyai paparan polusi udara yang terus berlangsung.

Selain itu penelitian ini juga relevan di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah dengan populasi lebih dari 100 ribu.

BACA JUGA: Kanker Paru-Paru Bisa Menyerang Bukan Perokok Sekalipun 

Kualitas udara dalam p penelitian ini didasarkan pada pengukuran sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan partikel yang berdiameter lebih kecil dari 10 mikrometer di lokasi di mana para peserta tinggal.

Penelitian mengenai polusi udara yang mempengaruhi tingkat kecerdasan kita mematahkan teori bahwa skor IQ bersifat genetis.

Haruskah kita terus berdiam terhadap kondisi ini? padahal dampak polusi udara sangat mengerikan (Sbg/Rig)

Comments