Damai
Foto: Freepik.com/ Grafis: Sigit Sulistyo

Sabiaju.com – Hari ini Rabu 25 desember 2019 Umat Kristen di seluruh dunia dengan penuh sukacita, kita merayakan pesta kelahiran Yesus Kristus, Raja Damai, yang datang untuk “merubuhkan tembok pemisah, yakni perseteruan” yang memecah-belah umat manusia.

Bagi umat Kristiani merayakan Natal merupakan suatu panggilan untuk menjadi murid sejati, yang mempraktikkan cinta kasih dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga, Gereja, dan masyarakat.

Sambil merayakan Natal, dengan penuh sukacita dan syukur, umat Kristiani diingatkan pada teladan cinta kasih Yesus, yang menginspirasi mereka untuk menebar rasa damai.

BACA JUGA: Alasan Ilmiah Mengapa Suasana Natal Bikin Bahagia 

Natal dan Kebiasaan Tak Penting

Setiap orang memiliki caranya masing-masing dalam merayakan Hari Natal. Euforianya pun semakin terasa dengan adanya keluarga, teman-teman, dan orang-orang tercinta di sekitar kita.

Namun banyak orang yang mengisi Natal dengan kesibukan yang tak penting seperti membeli baju baru, kado. Bahkan  ada yang menggelar pesta pora dengan membawa embel-embel Natal.

Ada  juga yang merayakannya dengan kesedihan lantaran , karena merayakannya tanpa orang yang dikasihi.

Padahal kesibukan, hura-hura ataupun kesedihan bisa menghilangkan makna Natal sesungguhnya. Yup, sikap demikian malah membuat  kita kehilangan rasa damai di hati.

BACA JUGA: Cara Menghadapi Pertanyaan Menyebalkan di Hari Natal

Merayakan Natal dengan Damai

Kalau saja semua orang di muka bumi ini mampu berdamai dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain, maka dunia ini akan damai dan semua umat akan hidup tenteram menikmati kasih karunia Allah.

Dikatakan, damai sejahtera itu datang dari dalam hati dan dianugerahkan oleh Yesus Kristus karena Dialah yang datang untuk membawa damai.

Kelahiran Yesus membangunkan nurani manusia yang tertidur, kemudian digerakkannya nurani itu dalam ruang kasih maha luas, sebuah ajaran yang menembus sekat suku-ras-bangsa, melampaui pikiran manusiawi, melewati rintangan pertentangan dan sejumlah cobaan.

BACA JUGA: Lima Hal yang Bikin Kamu Bangkrut Usai Merayakan Natal

Di hari Natal ini baiknya kita membuang segala amarah, geram, kejahatan, fitnah, dan kata-kata kotor. Jangan lagi saling mendustai, karena kita adalah manusia baru.

Ini berarti siapa pun di masa depan ditantang pula untuk hidup baru yang ditandai belas kasih, kemurahan, kerendahan hati, kelemahlembutan dan kesabaran.

Umat manusia dipanggil untuk mengedepankan rasa damai dan kasih, sebagai pengikat mempersatukan dan menyempurnakan kehidupan bersama, tanpa diskriminasi.

Kami segenap kerabat kerja Sabigaju.com mengucapkan Selamat Hari Natal 2019. (Sbg/Rig)

Comments