Sebuah desa di Dagestan
(Foto: Instagram.com/unexplored_dagestan)

Sabigaju.com –  Jika kamu ingin menyaksikan pesona alam yang begitu menawan saat berkunjung ke rusia, Maka dagestan adalah destinasi yang mesti kamu kunjungi.

Dagesta merupakan salah satu wilayah bagian dari Federasi Rusia rusia yang memiliki pesona keindahan alam luar biasa dari kombinasi pegunungan, ngarai, dan jurang yang mengelilingi negara ini.

Di sini kamu tidak akan menemui hiruk-pikuk, tidak ada kemacetan, musik keras, atau orang-orang mabuk seperti di Kota moscow atau destinasi wisata lain di Rusia.

Nah, di akhir pekan ini Albatrostrip mau mengajak kamu menyusuri Dagestan dan melihat sisi lain yangg membuat Dagestan begitu istimewa.

Kental dengan Nuansa Islami

Dagestan adalah rumah bagi hampir tiga juta orang dengan sekitar 40 etnis atau suku, seperti diantaranya adalah etnis Avar, Dargin, Kumyks, Nogai, Chechen dan Azeris dengan sekitar 30 latar belakang bahasa lokal yang berbeda-beda.

Walaupun etnis-etnis disana beragam, sekitar 90% penduduknya beragama Islam. Dagestan sendiri dapat dikatakan merupakan salah satu pintu masuknya Islam di Rusia, yang dibawa oleh bangsa Arab dan Persia sekitar 1.000 tahun yang lalu.

Apabila Anda berkunjung kesana, Anda dapat dengan mudah menyaksikan berbagai tradisi ritual Islami yang diselenggarakan oleh komunitas Sunni, Shia ataupun Sufisme.

Pesona Kota Derbent

Kota Derbent di Dagestan merupakan kota tertua di Rusia dan merupakan bagian dari salah satu UNESCO World Heritage Sites yang terletak di pesisir barat laut Caspia.

Kota tua yang didirikan pada abad ke 6 oleh Kekaisaran Sassanid Persia ini memiliki benteng tertua di Rusia, yang sering disebut sebagai “The Day of Judgment Gates”

Julukan tersebut muncul lantaran sejumlah mistikus abad pertengahan meyakini bahwa benteng tersebut merupakan portal ke dunia lain dan suara Malaikat dapat didengar dari sana.

Selain memiliki benteng tertua, kota Derbent juga memiliki Masjid tertua di Rusia dan di wilayah negara-negara pecahan Uni Soviet, yaitu Masjid Juma.

Masjid tersebut dibangun pada tahun 734 setelah Kekhalifahan Ummayyah menduduki kota. Masjid ini merupakan salah satu masjid yang paling berpengaruh dalam menyebarkan Islam di Rusia.

Walaupun masjid tersebut merupakan Masjid Shia, tetapi pengikut tradisi Sunni juga sering terlihat melakukan ibadah di Masjid ini.

Petarung adalah “Way of Life” di Dagestan

Kondisi alam yang menantang rupanya  juga dimanfaatkan oleh orang dewasa maupun anak-anak untuk berlatih gulat dengan berlari menyusuri puncak-puncak gunung terjal di pedesaan.

Kerasnya medan pegunungan tidak saja melatih ketangguhan fisik para pegulat, tetapi juga melatih ketangguhan mental dalam bertarung.

Gulat adalah beladiri paling popular di Dagestan bukan sekedar ilmu beladiri, tetapi merupakan “way of life”, dan selalu memiliki tempat khusus dalam budaya masyarakat Dagestan.

Hal yang membuat gulat tumbuh subur di dagestan adalah budaya patriarki yang mengakar kuat di masyarakat Dagestan

Sejak kecil, anak-anak di dagestan sudah didoktrin bahwa seorang pria itu adalah petarung. Para lelaki dituntut untuk bisa melindungi diri sendiri dan keluarga mereka.

Anak-anak sekolah di sana tidak menghabiskan waktu istirahat dengan nongkrong-nongkrong, melainkan berlatih senam bela diri.

Dalam beberapa dekade terakhir ini gulat telah menjadi cara para anak laki-laki untuk keluar dari Kemiskinan.

Mereka percaya bila sukses menekuni gulat hingga menjadi atlit dunia, kemiskinan tak akan membelengu kehidupan mereka di masa depan.

Keyakinan ituu bertambah kuat manakala warga dagestan melihat sendiri perubahan drastis yang dialami oleh Khabib Abdulmanapovich Nurmagomedov yang notabene Dagestan tulen.

Maka kamu jangan kaget kalau ada orang di dagestan yang berlatih gulat dengan begitu kerasnya sampai harus melawan anak beruang ataupun kambing gunung.

Bahkan masyarakat sampai bergotong royong untuk mengubah bioskop menjadi gedung olahraga agar anak-anak muda bisa berlatih gulat.

Gulat sendiri adalah olahraga yang bisa dilakukan tanpa harus banyak mengeluarkan biaya. sebab peralatannya murah.

Pegulat hanya butuh satu potong singlet serta sepatu bisa dijangkau oleh mayoritas keluarga yang berprofesi sebagai penggembala ternak di Dagestan. (Sbg/Mhr)

Comments