Cyberchondria
(Foto: en.netralnews.com)

Sabigaju.com – Jika kamu diliputi rasa cemas atas kondisi kesehatan dan memicumu  mencari informasi di internet. waspadalah gaes, hal itu bisa membuatmu mengalami cyberchondria.

Cyberchondria, mengacu pada kemampuan seseorang mendapatkan pengaruh mental setelah meneliti gejala-gejala kesehatan di internet.

Apakah hal tersebut berbahaya? Simak ulasannya berikut ini!

BACA JUGA: Bukan Tempat Segalanya, Sederet Hal yang Tak Perlu Kamu Cari di Google

Studi Tentang Cyberchondria

Dalam sebuah studi yang dilakukan peneliti Jill Newby, associate professor di University of New South Wales, dan Eoin McElroy, dosen psikologi di University of Leicester di Inggris. terungkap, bagaimana orang mengalami cyberchondria.

Cyberchondria terjadi ketika seseorang memperoleh terlalu banyak informasi dari pencarian web tentang suatu kondisi, yang memicu kecemasan dan kepanikan.

Gejala ini dimulai ketika kamu mencari tentang kondisi kecil yang kamu alami, seperti sering sakit kepala. Hal itu berlanjut ketika Google kemudian menampilkan cerita-cerita menakutkan yang membuat kamu berpikir bahwa kamu sakit parah.

“Algoritma pencarian web sangat misterius. Tetapi hasil pencarian teratas belum tentu merupakan penjelasan yang paling mungkin untuk gejalamu,” kata Newby dan McElroy.

“Hasil pencarian teratas sering kali hanya sebuah click bait – di mana mereka menampilkan kisah yang jarang, tetapi menarik dan mengerikan tentang penyakit tersebut (bukan hal-hal yang membosankan).

Para peneliti mengatakan, kecemasan kesehatan dapat menyebabkan kontak yang tidak perlu dengan layanan kesehatan dan secara negatif memengaruhi fungsi seseorang sehari-hari.

BACA JUGA: Begini Seharusnya Seorang Cowok Gentleman Bermedia Sosial

Mereka yang Rentan Mengalami Cyberchondria

Begitu banyak orang tekun mencari informasi kesehatan secara online. Bahkan banyak dari mereka berusaha untuk mendiagnosis diri sendiri kondisi medis lewat informasi yang mereka temukan.

Orang-orang yang rentan mengalami cyberchondria adalah mereka yang telah mengalami sesuatu seperti kehilangan orang yang dicintai atau memiliki orang dekat yang didiagnosis dengan kondisi kesehatan yang serius.

Bahkan ibu baru bisa mendapatkan cyberchondria karena mereka cenderung mencari informasi yang tersedia mengenai kesehatan bayi mereka yang baru lahir.

Seseorang  yang mengalami cyberchondria membutuhkan terapi perilaku kognitif, sejenis psikoterapi di mana pikiran negatif seseorang tentang dirinya dan dunia ditantang untuk mengubah pola perilaku.

BACA JUGA: Ini Cara Detox Media Sosial Agar Tak Kecanduan

Satu hal yang mesti kamu pahami Tidak semua informasi yang tersedia di internet adalah informasi yang benar.

Bahkan tak sedikit informasi kesehatan ditulis dan diedit oleh orang-orang biasa. Dan bisa jadi informasi itu seringkali bisa menyesatkan.

Alangkah lebih baik bila kamu berkonsultasi ke dokter soal kesehatan ketimbang kepo info kesehatan lewat Internet. Daripada bikin kamu mengalami cyberchondria. (Sbg/Rig)

Comments