Anjuran jaga Jerap tetap harus dijalankan di masa New Normal
((Sumber : Freepik.com)

Sabigaju.com – Memasuki era New Normal bukan berarti kita abai ataupun cuek bebek soal anjuran jaga jarak physical maupun social distancing.

Yup, anjuran jaga jarak seperti physial dan social distancing harus tetapa dilakukan agar penularan infeksi corona daapat kita minimalisir.

Sebab bila kamu mengabaikan anjuran jaga jarak tanpa berpikir kalau hal itu membahayakan dirimu dan orang lain bisa jadi kamu seorang psikopat. Lho kok bisa Sih?

Hal itu terungkap dalam sebuah studi psikologi yang menemukan korelasi antara kepribadian seseorang dengan tingkat kepatuhannya terhadap anjuran kesehatan termasuk anjuran jaga jarak yang belakangan diberlakukan untuk penanganan pandemi covid-19.

BACA JUGA: Physical Distancing: Pentingnya Menjaga Jarak Fisik Bukan Hati

Perilaku Psikopat yang Mengabaikan  Protokol Kesehatan

Dalam Studi yang akan diterbitkan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science mengungkapkan, individu dengan sifat-sifat “gelap” seperti psikopati cenderung mengabaikan protokol ataupun anjuran jaga jarak yang diberlakukan untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Menurut penulis studi Pavel S. Blagov,, hal ini bisa terlihat pada tindakan orang-orang yang dengan sengaja batuk, meludah sembarangan. Atau mereka yang menjilati gagang pintu di depan umum sebagai bentuk pemberontakan atau mencari perhatian.

“Dari laporan di media pada masa awal pandemi Covid-19 sebagian orang tidak memedulikan anjuran untuk menjaga jarak sosial atau meningkatkan kebersihan diri,” sebut Blagov yang juga menjabat sebagai director of Personality Laboratory di Whitman College, Walla Walla, Washington.

“Ada banyak alasan untuk ini, dan saya kira kepribadian orang tersebut memainkan sedikit peran di dalamnya,” kata Blagov.

BACA JUGA: Poligami Diam-diam dan Pelecehan Seksual di Masa Pandemi

“Saya menduga orang-orang ini akan terlibat dalam perilaku bermasalah dalam hal kesehatan selama pandemi,” ujar dia.

Para peneliti yang melakukan survei terhadap 502 orang dewasa di AS selama akhir Maret, menilai kepribadian mereka, dan mengukur seberapa baik mereka mematuhi anjuran seperti jarak sosial.

Di saat mayoritas partisipan melaporkan mereka bersedia bertindak demi melindungi orang  lain, sebagian partisipan malah mengabaikan anjuran dan bersikap tidak peduli.

Mereka yang menolak anjuran itu, menurut Blagov, memiliki tingkat kepribadian psikopat yang lebih tinggi. Ini termasuk neurotisme, pengambil risiko, dan kecenderungan kejahatan.

“Orang-orang ini cenderung mengklaim, jika mereka terinfeksi Covid-19, mereka bisa secara sadar atau sengaja menularkan virus kepada orang lain,” kata Blagov.

Blagov menambahkan, ada kemungkinan orang-orang ini adalah penyebar dan memiliki dampak tidak proporsional pada pandemi karena gagal melindungi diri mereka dan orang lain.

BACA JUGA: Hindari Sederet Kesalahan Ini di Fase Awal New Normal 

Butuh Penelitian Lanjutan

Meskipun temuan ini menghasilkan fakta baru, Blagov mengingatkan perlunya lebih banyak penelitian lanjutan.

Sebab menurutnya hasil ini tidak berarti penyakit virus semata-mata disebarkan oleh orang tidak bertanggung jawab atau tidak pengertian.

” Bisa jadi mereka yang tidak mengindahkan peraturan untuk jaga jarak dan lainnya melakukan hal itu karena kurangnya pengetahuan.

Sebab sebuah studi lain yang dilakukan terpisah yang diterbitkan beberapa lalu  menemukan tren yang sama.

Penelitian yang dilakukan oleh Lucas de Carvalho dari Universidade São Francisco di Brazil menerbitkan pra-cetak lain yang berfokus pada kajian tentang sifat ekstroversi, yang dimiliki oleh orang-orang yang lebih menyukai lingkungan interaktif, dalam kajian tersebut ekstroversi juga dikategorikan sebagai sifat yang sering menjadi penyebab dari pelanggaran protokol kesehatan.

Kamu sendiri termasuk orang yang menerapkan atau mengbaikan anjuran jaga jarak?( Sbg/Rig)

Comments