Sabigaju.com – Arseto Pariadji, adik dari Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra, Aristo Purboadji ditahan oleh Polda Metro Jaya setelah menyerahkan diri ke Mabes Polri pada hari Rabu (22/03) lalu. Kali ini dirinya ditahan oleh polisi karena kasus ujaran kebencian atau (hate speech) melalui media sosia.

Penahanan ini disebabkan oleh Arseto yang mengunggah status mengandung SARA yang menyinggung kelompok tertentu. Kelompok yang enggan disebut namanya ini selanjutnya melaporkan Arseto ke Polda Metro Jaya.

Kasus Hate Speech di Media Sosial

Kemudahan kita untuk menggunakan saluran komunikasi, terutama media sosial memang seperti pedang bermata dua. Ada kemudahan, tetapi harus disertai oleh tanggung jawab dalam penggunaannya. Sejak beberapa tahun terakhir, hate speech di media sosial memang marak ditemukan. Hal ini pula yang akhirnya membawa Arseto Pariadji kembali berurusan dengan polisi.

Arseto diketahui mengunggah status di Facebook pada Minggu (25/03) lalu. Postingan tersebut memuat perbandingan ajaran Marxisme dan Komunisme yang rupanya menyinggung kelompok tertentu. Kelompok yang enggan menjelaskan namanya ini kemudian melaporkan Arseto Pariadji ke pihak kepolisian pada 26 Maret silam.

Unggahan status tersebut saat ini sudah tidak ditemukan. Namun dilansir dari detik.com, unggahan status di akun facebook Arseto tersebut berisi hate speech yang bisa memecah belah golongan tertentu. Dari situlah Arseto dinilai menyebarkan ujaran kebencinan yang mengandung SARA karena status tersebut bisa menimbulkan rasa kebencian atau memicu permusuhan terhadap individu maupun kelompok masyarakat tertentu.

Hate Speech yang Dilakukan Arseto untuk Jokowi

Banyak yang menduga jika penahanan Arseto Pariadji didasarkan pada hate speech yang dia lakukan dengan menyasar Presiden Joko Widodo. Namun, polisi tidak membenarkan hal itu. Memang benar bila Arseto juga dilaporkan oleh relawan Jokowi Mania (Joman) terkait pernyataannya dalam video yang menyebut undangan pernikahan anak Joko Widodo dijual seharga 25 juta. Video tersebut menjadi viral dan membuat Joman melaporkannya ke pihak kepolisian.

Akan tetapi, mengutip pernyataan polisi yang dikutip oleh detik.com, polisi menyatakan bahwa penahan terhadap Arseto dilakukan bukan karena hate speech-nya terhadap Jokowi. Pihak kepolisian sebagaimana dilansir dari detik.com mengungkapkan bahwa, “Jadi bukan atas dasar laporan relawan Jokowi, tetapi laporan tanggal 26 Maret yang isinya menyinggung kelompok tertentu,” kata Kasubdit Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Roberto Gomgom Pasaribu.

Kasus  Arseto ini bukanlah kali pertama dia harus berurusan dengan polisi. Beberapa tahun sebelumnya Arseto pernah berurusan dengan polisi karena kasus narkoba. Oleh karena itu, sesaat setelah Arseto menyerahkan diri, polisi sempat melakukan tes urine apakah tersangka dalam pengaruh obat-obatan terlarang. Namun hasilnya menunjukkan negatif.

Menanggapi penahan ini, kakak Arseto berharap adiknya tersebut segera bertobat, sadar, dan lebih bertanggung jawab. Menurutnya, keluarga sangat menyesalkan tindakan Arseto yang merugikan orang lain. (sbg/Erny)

 

Comments