Cowok sejati itu tidak melakukan pelecehan seksual dan memerkosa perempuan sehingga menimbulkan duka mendalam dan berkepanjangan pada diri wanita. (Foto: Pixabay)

Sabigaju.com – Masyarakat serta netizen terus mengikuti perkembangan kasus pelecehan seksual yang dialami Agni (bukan nama sebenarnya) saat menjalani program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berujung dengan penyelesaian non-litigasi atau diselesaikan tanpa jalur peradilan.

Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono menegaskan Agni dan HS (pelaku pelecehan seksual) sepakat menyelesaikan kasus secara non-litigasi.

Penandatanganan kesepakatan ini dilakukan pada Senin (04/02) lalu Dalam kesepakatan itu, Agni diwajibkan mengikuti konseling trauma dengan psikolog klinis yang ditunjuk atau yang dipilihnya sampai dinyatakan selesai oleh psikolog yang menanganinya.

Selain dua kewajiban itu, UGM menanggung biaya konseling, pendidikan, dan biaya hidup untuk Agni yang setara dengan komponen dalam beasiswa Bidikmisi.

BACA JUGA:

  • Lima Modus Kejahatan pada Wanita yang Sering Terjadi
  • Harapkan Kedilan untuk Baiq Nuril, Warganet Usung Tagar #SaveIbuNuril
  • Menengok Nasib Malang Korban Pemerkosaan di Paraguay

 

Penyelesaian Non Litigasi Adalah Preseden Buruk

Dalam sistem hukum, cara penyelesaian yang diambil pada kasus Agni sering disebut sebagai “keadilan restoratif.”

Keadilan restoratif ialah penyelesaian tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.

Di Indonesia, keadilan restoratif biasanya dipakai untuk menyelesaikan kasus hukum yang melibatkan anak-anak.Di lingkup kampus sendiri, pengusutan kasus pelecehan seksual seringkali terbentur birokrasi maupun keinginan kampus mempertahankan citra institusinya agar tak tercoreng.

Penyelesaian non litigasi dalam kasus Agni menjadi preseden buruk bagi para korban yang ingin melaporkan kasus kekerasan seksual.

Lelaki Sejati Tidak memerkosa

Belajar dari kejadian pelecehan seksual memilukan yang dialami oleh Agni, Seharusnya seorang lelaki jangan sampai memaksakan kehendakmu dengan memperkosa seorang wanita yang jelas-jelas sudah gak mau menuruti nafsu.

Tindak pelecehan seksual ataupun pemerkosaan  yang dilakukan seorang lelaki hanyatu semakin menunjukkan bahwa kamu seorang loser sejati!  Sebab, apapun alasannya, pemerkosaan itu tidak bisa dibenarkan! Pemerkosaan hanyalah tindakan memalukan yang dilakukan oleh manusia bejat tak bermoral.

Seorang lelaki yang menghargai perempuan, tidak akan sembarangan memegang bagian tubuh perempuan . Bila seorang lelaki nekat melakukannya tanpa ada penyebab semisal keadaan darurat, adalah sikap yang kurang ajar.

Tidak ada pembenaran saat kamu melakukan tindakpelecehan seksual ataupun  pemerkosaan! Memperkosa saja sudah merupakan tindakan tak bermoral, apalagi jika sudah memperkosa kamu berdalih dengan berbagai alasan. Itu tandanya kamu sudah jatuh lebih hina dari manusia tidak bermoral!

Untuk itu belajarlah menahan nafsu. Mereka yang melakukan pemerkosaan itu hanya cowok gak punya harga diri. Dan kita jangan jadi cowok seperti itu

Sebagai cowok kita tentunya berduka dengan kejadian yang dialami Agni. Semoga kejadian memilukan itu sampai kejadian ini terulang lagi. (Sbg/Rig)

Comments