Ilustrasi Hypochondria
(Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Saat ini rasa khawatirdan cemas berlebihan mulai dirasakan masyarakat terlebih ketika dua orang asal Depok, Jawa Barat, dinyatakan positif COVID-19.

Bahkan di media sosial pun kata ‘Depok’ jadi trending topik. Ini menandakan banyak orang mulai dihinggapi rasa cemas  berlebihan dengan kabar tersebut.

Kondisi cemas berlebihan dapat menimbulkan ketegangan pada hubungan sosial, gangguan kesehatan fisik seperti kehilangan ingatan, masalah tidur, kekebalan tubuh, dan perubahan pencernaan.

Sebenarnya Wajar saja jika kamu merasa cemas terjangkit suatu penyakit, misalnya wabah virus Corona. Akan tetapi sebaiknya tidak berlebihan, jika tak mau menderita Hypochondria.

BACA JUGA: Cyberchondria: Kepo Info Kesehatan yang Bikin Cemas Berlebih

Penyebab Hypochondria

Hypochondria adalah gangguan kecemasan. Definisinya kurang lebih rasa khawatir berlebihan bahwa ia menderita sakit parah. Padahal itu hanya efek dari serangkaian persepsi tak akurat tentang kondisi tubuh atau pikiran, berlawanan dengan kondisi kesehatan sebenarnya.

Ada beberapa penyebab yang mendasari mengapa seseorang bisa mengalami hypochondria.

Misalnya sejarah kesehatan di masa lalu, pernah mengalami pelecehan seksual, dan kesulitan dalam mengekspresikan emosi.

BACA JUGA: Waspada! Warga Depok Terinfeksi Corona

Mereka berpikir, dengan menganggap dirinya sakit, orang-orang ikut khawatir. Mereka lalu peduli, akhirnya kondisi itu membuatnya merasa lebih baik.

Penyebab lain bisa jadi adanya penyakit serius atau kematian orang-orang terdekat, seperti anggota keluarga atau sahabat. Hal ini dapat memicu trauma dan kesedihan berlebih yang membuat mereka terus menerus cemas pada kesehatan sendiri.

Sindrom ini bisa disembuhkan dengan berbagai cara. Misalnya melalui psikoterapi untuk mengurangi kecemasan dan depresi yang dialami.

BACA JUGA: Virus Corona dan Bangkitnya Fenomena Sinophobia

Tanda-tanda Orang yang Menderita Hypochondria

Seseorang yang menderita Hypochondria disebut hypochondriac. mereka mudah dikenali dengan ciri-ciri sebagai berikut.

Mereka terus memantau kondisi tubuh dan sering pergi ke dokter. Hal itu memengaruhi kehidupan dan kesejahteraan emosional. Bahkan dapat menyebabkan masalah di tempat kerja, menghancurkan hubungan, dan menciptakan masalah keuangan.

Ciri lain hypochondriac adalah jika merasa ada bagian tubuh yang sakit sedikit saja, seperti pegal atau pusing, mereka akan berasumsi bahwa itu pertanda penyakit yang serius.

Hypochondriac juga sok meneliti bila merasakan sakit. Mereka selalu mencari pendapat kedua, ketiga, keempat, dan seterusnya. Mereka yakin, dokter telah melewatkan sesuatu sehingga hasil tes kesehatan tak memperlihatkan adanya penyakit. (Sbg/Rig)

Comments