Sumber: wallpapercave.com

Sabigaju.com – Memiliki pasangan sering dianggap berbanding lurus dengan tingkat kebahagiaan. Kata orang, memiliki pasangan membuat kita bisa berbagi beban hidup hingga saling menyenangkan satu sama lain. Sayangnya, tidak semua orang yang terlibat dalam hubungan cinta seberuntung itu. Tidak sedikit orang yang justru lelah dan jauh dari kata bahagia karena mempertahankan pasangan yang egois. Lalu, seperti apa sesungguhnya cara terbaik menghadapi pasangan yang egois?

Bicarakan, Jangan Hanya Dipendam

Pertama-tama, kita harus menyadari bahwa sikap egois pasangan belum tentu disadarinya. Bahkan mungkin Anda juga pernah bersikap egois tanpa sadar telah melakukannya. Oleh karena itu, coba katanya kepada pasangan tentang sikap egoisnya yang tidak Anda sukai tersebut. Tentunya katakan dengan bahasa yang nyaman dan tidak membuat hatinya terluka.

Pasangan yang saling mencintai dan sama-sama ingin membina hubungan jangka panjang pasti ingin bertahan dalam berbagai kondisi, termasuk mau introspeksi diri karena sikap egoisnya. Kewajiban Anda adalah memberitahukan kepadanya tentang hal tersebut dengan bahasa yang nyaman didengar. Misalnya, “aku butuh partner untuk saling mendengarkan dan saling membantu, bisa kah kamu membantuku kali ini?” Ungkapan ini tentu lebih halus ketimbang Anda mengatakan kepadanya bahwa dia egois selama ini dan tidak pernah mau mendengarkan kata-kata Anda.

Mencari Tahu Penyebab Sikap Egoisnya

Psikoterapis Diane Barth dari Psychology Today menyarankan untuk Anda mencari tahu alasan di balik sikap egois pasangan. Apa yang melatar belakangi sikap tersebut ada pada diri pasangan. Dengan memahaminya, kemungkinan besar akan mempermudah Anda dalam memahami sekaligus mengatasi sikap egois pasangan. Jadi sebelum menegurnya dengan keras, coba cari tahu terlebih dulu apa yang menjadi penyebabnya.

Bila Anda sudah paham apa yang menyebabkan sikap egois tersebut ada pada diri pasangan, maka langkah selanjutnya coba ajak dia untuk berubah. Jangan menuntutnya berubah, tetapi dampingi langkah perubahannya dan tekankan mengapa ia perlu berubah dan apa manfaatnya untuk hubungan kalian. Secara sekilas memang terdengar mudah saran-saran ini, tetapi pada kenyatannya Anda perlu menemukan waktu yang tepat untuk berbicara topik sensitif seperti ini.

Menghadapi pasangan egois memang bukan hal yang mudah. Apalagi kalau sudah terjadi dalam waktu yang lama. Sebaiknya jangan Anda sembunyikan terus menerus perasaan tidak nyaman karena sikap tersebut. Komunikasikan dan tidak masalah bila harus marah. Namun, tetap kendalikan diri sehingga bukan amarah yang mendominasi.

Terakhir, kalau memang Anda sudah tak tahan lagi dengan sikap egois pasangan, coba pikirkan ulang kebersamaan kalian. Semestinya sepasang kekasih saling support satu sama lain, saling sayang, dan saling ada untuk satu sama lain. Bila Anda merasa sebaliknya seperti, kesepian padahal ada dia di samping Anda, mulai malas menanggapi sikap egoisnya, atau sikap egoisnya tak lagi teratasi, mungkin itu adalah sinyal untuk berdiskusi lebih lanjut lagi. Apakah kalian benar-benar masih perlu bersama? (Sbg/Er)

Comments