Lelang Keperawanan
Belum lama ini Situs nikahsirricom membuat heboh banyak orang lantaran menawarkan fasilitas lelang keperawanan dan nikah siri secara mudah dan murah (Foto: wwwnikahsirricom)

Sabigaju.com – Masyarakat tengah heboh dengan hadirnya sebuah situs web NikahSirri.com lantaran menyediakan layanan kawin kontrak hingga lelang keperawanan serta keperjakaan.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Adi Deriyan mengungkapkan, situs www.NikahSirri.com yang baru diluncurkan pada Selasa (19/9) sudah mendapatkan perhatian banyak orang.

Sebanyak 2700 orang telah melakukan pembelian koin pertama untuk bisa melakukan lelang keperawanan dan lelang perjaka. Mayoritas klien adalah kaum lelaki yang ingin mencari gadis perawan.

“Dalam situs itu dibagi jadi dua yakni klien dan mitra. Untuk klien adalah mereka yang ingin mencari pasangan, jumlahnya sudah 2700 orang. Sedangkan untuk mitra yang terdiri dari calon mempelai wanita, calon mempelai pria, penghulu dan saksi, jumlahnya sudah 300 orang,” jelasnya saat menggelar konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Minggu (24/9).

Oleh pendiri situs tersebut, Aris Wahyudi berdalih, situs web NikahSirri.com ini adalah salah satu program kerakyatan yang diusung oleh Partai Ponsel yang didirikannya beberapa waktu lalu.

Aris menyatakan seseorang yang memutuskan ikut jadi klien NikahSirri.com tidak harus menjadi kader dari Partai Ponsel.

Tes Keperawanan dan Keperjakaan Ala Nikahsirri.com

Kepada para awak media, Aris mengungkapkan cara tersendiri yang unik kepada klien dan mitranya saat akan mau bergabung di situs yang ia kelola itu.

“Pastinya kalau mau ikut harus dewasa. Sesuai standar dengan negara kalau dewasa itu 17 tahun ke atas,” ujar Aris, ‎saat ditemui di rumah sekaligus kantor situs tersebut di Jatiasih, Bekasi, Sabtu (23/9).

Lelang Keperawanan
Aris Wahyudi saat mendeklarasikan Partai Ponsel sekaligus menjabarkan program kerakyatan NikahSirri (Foto Facebook)

Ditambahkan Aris, untuk memastikan mitra atau kliennya benar-benar perawan, bagi yang perempuan diminta melakukan tes perawan. Sedangkan laki-laki diminta melakukan sumpah pocong.

“Kalau perempuan kan bisa di tes medis, tes perawan nanti ada surat dari dokter, nah kalau laki-laki kan sulit mereka perjaka atau bukan, jadi harus melalui prosedur sumpah pocong, tambahnya.

Sementara untuk mitra atau klien yang beragama non muslim, jika ingin mengikuti lelang keperawanan nantinya harus pindah agama terlebih dulu.

Aris menambahkan sebutan mitra ‎disematkan bagi perawan atau perjaka yang berminat dalam kontes lelang dan fotonya dipampang di situs tersebut.

Sedangkan istilah klien adalah pihak yang berminat menggunakan jasa situsnya untuk mendapatkan perawan atau perjaka melalui mekanisme lelang.

Dalih Bukan Pelacuran Online

Aris Wahyudi menegaskan bahwa situs lelang keperawan yang digagasnya bukanlah pelacuran apalagi prostitusi online.

“Ini beda dengan pelacuran. Kalau pelacuran kan, harga ditentukan mucikari bahkan ada yang sampai dipaksa melayani.”

“Kalau ini kan terserah dengan kedua belah pihak,” ucap Aris

Aris optimis, situs yang dikelolanya dapat menghindarkan zina karena dengan nikah siri sudah sah secara agama namun memang tidak diakui negara.

“Dengan nikah siri kan bisa menghindari zina, karena kan sudah sah secara agama. Kalau sudah cocok, kami bisa bantu juga menghadirkan penghulu‎,” tambahnya.

Inovasi Berujung Jeruji

Rupanya inovasi lelang keperawanan ala Aris Wahyudi (59) harus berakhir di balik jeruji. Aris digelandang ke Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya untuk dimintai keterangan.

Lelang Keperawanan
Aris Wahyudi bersama para simpatisan partai Ponsel saat meluncurkan program kerakyatan nikah sirri. (Foto: Facebook)

Bapak tiga anak ini dijerat dengan Pasal 4, Pasal 29 dan Pasal 30 UU Nomor 44 tahun 2008 tentang Pornografi.

Tak hanya itu, Aris juga dikenakan Pasal 27, Pasal 45 dan Pasal 52 ayat 1 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Langkah cepat diambil Kementerian Komunikasi dan Informatika yang berkoordinasi dengan unit cyber crime Polri dengan memblokir situs web tersebut. (Sbg/Rig)

Comments