Seorang pendaki gunung tengah berpose dengan latar belakangKawasaan Global Geopark Gunung Rinjani. (Foto Instagram aldiprast)
Seorang pendaki gunung tengah berpose dengan latar belakang Kawasaan Global Geopark Gunung Rinjani. (Foto Instagram aldiprast)

Sabigaju.com – Setelah tiga tahun menunggu akhirnya Kamis pekan lalu, 12 April 2018, Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat (NTB) ditetapkan sebagai Geopark Dunia. Keputusan ini berdasarkan hasil sidang Executive Board The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organisation (UNESCO) di Paris, Prancis.

Sejarah Rinjani mirip dengan Danau Toba yang berada di Tanah Batak, Sumatera Utara. Jika Letusan Toba menghasilkan kaldera, sementara Rinjani meletus menghasilkan pulau.

Tidak hanya Gunung Rinjani, pada hari yang sama pula, Ciletuh, Pelabuhan Ratu pun mendapat predikat sebagai UNESCO Global Geopark (UGG).

Berbeda dengan Gunung Rinjani, Ciletuh tidak perlu waktu lama untuk mendapat predikat tersebut. Ciletuh adalah tabrakan antara lempeng bumi Asia dan Australia.

Kini Indonesia pun telah memiliki empat UNESCO Global Geopark lagi, yakni Gunung Batur, Gunung Sewu, Ciletuh dan Gunung Rinjani. Lalu, seperti apakah keindahan dari Geopark tersebut?

BACA JUGA: [tooltip gravity=”nw” txtcolor=”#1e73be”]Yuk, Pacu Adrenalinmu di Skylodge Gunung Parang[/tooltip]

1. Kawasan Global Geopark Gunung Batur

Dalam situs resmi UNESCO, Batur UNESCO Global Geopark mencakup dua kaldera gunung api dan menyajikan lanskap vulkanik lengkap dengan dinding kaldera, kerucut dan kawah, fenomena geothermal (fumarol, mata air panas), danau, aliran lava, aliran piroklastik dan tephra.

View this post on Instagram

Climbing #MountBatur was easily one of my most memorable adventures yet. We woke up at 2 AM to drive to #Kintamani to the basecamp, and began our ascent, with nothing but the light from a flashlight and the shining moon above. As we reached the top of the mountain, we could see the active #volcano #MountAgung in the distance. I'll never forget watching the #sunrise illuminate the sky, while sipping authentic #balinese coffee, and making friends with the many monkeys that live atop the mountain. . . Speaking of adventures, @Shai.xox and I just booked our next trip, we're going to Turkey in less than 2 months! Please share any suggestions or recommendations! . . #batur #sunrisetrekking #agung #bangli #ubudbali #hiking #ubudhood #balilife #balilivin #balidaily #balicili #baligasm #idexplorer #thebaliguideline #travelbloggers #iamtb #creativetravelcouples #globecouples #travelcouples #coupleswhotravel

A post shared by Aman | Travel + Photography (@amanjivraj) on

Antara tahun 1804 dan 2000, Gunung Batur meletus setidaknya 22 kali membentuk strato-gunung api yang merupakan salah satu dari 127 gunung berapi aktif di Indonesia, dan komponen penting dari “ring of fire” Pasifik.

Keunikan geologi daerah asal vulkanik, flora dan fauna endemik, dan budaya asli yang dimotivasi oleh agama Hindu Bali adalah kombinasi sempurna dari berbagai warisan dunia.

BACA JUGA: [tooltip gravity=”nw” txtcolor=”#1e73be”]Nikmati Indahnya Camping di Surya Kencana Gunung Gede[/tooltip]

2. Kawasan Global Geopark Gunung Sewu

Gunung Sewu UNESCO Global Geopark adalah lanskap tipe karst tropis klasik di bagian tengah selatan Pulau Jawa yang terkenal di dunia.

Gunung Sewu menyimpan kekayaan geologi, salah satunya gua.

Gua paling panjang di kawasan ini adalah Luweng Jaran di Pacitan dengan panjang mencapai 25 kilometer. Sementara gua paling dalam adalah Luweng Ngepoh dengan kedalaman mencapai 200 meter.

Tidak hanya itu, Gunung Sewu ini terdiri dari 33 situs alam atau geosite, seperti Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Kali Ngalang, Gedangsari, Hutan Wanagama, Playen, Air Terjun Sri Gethuk, Bleberan, Playen, Gua Kali Suci, Semanu, Gua Jomblang, Semanu, Gua Pindul, Bejiharjo, Karangmojo, Lembah Karst Mulo, Wonosari.

BACA JUGA JUGA: [tooltip gravity=”nw” txtcolor=”#1e73be”]Hotel Termahal di Indonesia, Ada yang Ratusan Juta Per Malam![/tooltip]

3. Kawasan Global Geopark Gunung Rinjani

Rinjani-Lombok UNESCO Global Geopark memiliki lanskap yang kaya dan beragam, jenis hutan mulai dari savana dan hutan semi-gugur hingga hutan pegunungan bawah yang lebih rendah dan hutan cemara dan pegunungan tropis.

Rinjani dibentuk sekitar 6 ribu-12 ribu tahun yang lalu. Dua kerucut gunung api ada sebelum letusan gunung Samalas atau Gunung Rinjani Tua pada abad ke-13.

Letusan Samalas pada tahun 1257 mengakibatkan terbentuknya aliran kaldera dan mengubah seluruh lanskap, mengubur peradaban tua dan menciptakan panggung untuk permulaan era budaya baru.

BACA JUGA: [tooltip gravity=”nw” txtcolor=”#1e73be”]Tiga Tempat Wajib Kunjung di Kawasan Wisata Ciwidey[/tooltip]

4. Kawasan Global Geopark Ciletuh

Di kawasan geopark Ciletuh ini, ada lanskap, gunung, air terjun, sawah, ladang, dan berujung di muara sungai ke laut.

Selain itu, Geopark Ciletuh di Sukabumi juga dikelilingi hamparan aluvial dengan batuan unik dan pemandangan yang indah serta pantai yang keren.

Nah, Menariknya, Geopark Ciletuh juga punya ombak yang disukai peselancar dunia, seperti Pantai Cimaja. Pantai itu sering terpilih sebagai lokasi lomba surfing berskala internasional.

Nah kalian tak hanya dapat mempelajari adat dan budayanya saja, di Geopark Ciletuh, wisatawan juga bisa menikmati beragam objek wisata yang cantik kelas dunia, di antaranya keindahan air terjun Awang, hingga Taman Purba, ataupun Bukit Panenjioan. (Sbg/Rig)

Comments