Kantor Perusahaan konsultan politik asal Inggris Cambridge Analytica di Inggris (Foto: Instagram)
Kantor Perusahaan konsultan politik asal Inggris Cambridge Analytica di Inggris (Foto: Instagram)

Sabigaju.com – Firma konsultan politik asal Inggris, Cambridge Analytica yang jadi sorotan gara-gara skandal penyalahgunaan data pribadi pengguna Facebook untuk kepentingan politik mereka, akhirnya berhenti beroperasi alias tak dapat lagi melanjutkan bisnisnya.

Firma tersebut dilanda skandal menyusul laporan bahwa data pribadi sekitar 50 juta warga AS dan setidaknya satu juta warga Inggris telah dipanen dari Facebook. Informasi pribadi tersebut disalahgunakan untuk mempengaruhi hasil pemilihan presiden AS 2016 dan referendum Brexit Inggris.

Berdalih menjadi Korban

Cambridge Analytica mengklaim sebagai “korban” atas pemberitaan yang marak soal skandal penyalahgunaan data Facebook.

“Selama beberapa bulan terakhir, Cambridge Analytica menjadi subyek banyak tuduhan tidak berdasar dan meski telah berupaya melakukan koreksi, perusahaan merasa dicemarkan atas aktivitasnya, yang tak hanya legal, tapi diterima secara luas sebagai komponen standar dari iklan online, baik dalam ranah politik dan komersial,” demikian cuplikan pernyataan pers yang dimuat di situs perusahaan itu baru baru ini.

Cambridge Analytica menyangkal telah melakukan kesalahan apa pun. Bahkan liputan media yang negatif telah meninggalkan perusahaan itu tanpa klien dan mengeluarkan biaya untuk hukum.

“Meski Cambridge Analytica dengan meyakini penuh bahwa karyawannya telah bertindak sesuai etika dan aturan hukum, kepungan pemberitaan media mengusir hampir semua pelanggan dan pemasok perusahaan.”

Akibatnya, seperti ditambahkan pihak perusahaan, “telah diputuskan bahwa kami tak lagi bisa melanjutkan bisnis.”

Dirikan Perusahaan Baru?

Selain itu dalam pernyataan tersebut juga menambahkan, perusahaan induk Cambridge Analytica, SCL Elections juga sedang memulai proses pailit.

Meski bangkrut dan tutup, belum berarti Cambridge Analytica tamat. Sejumlah mantan karyawan perusahaan itu yang diwawancarai surat kabar Inggris, Financial Times, dalam kondisi anonim, mengaku yakin, Cambridge Analytica akan bermetamorfosis, menjelma dalam bentuk lain atau menggunakan kedok.

Terlebih belum lama ini laman The Guardian melaporkan sebuah tim yang bekerja di belakang Cambridge Analytica telah mendirikan perusahaan baru misterius bernama Emerdata.

Cambridge Analytica Curi Data Pengguna Facebook Indonesia

Tak hanya di Amerika Serikat, Cambridge Analytica juga diduga menggunakan data Facebook dalam referendum Brexit.

Facebook saat ini menjadi sorotan di berbagai negara terkait skandal penyalahgunaan data puluhan juta penggunanya oleh Cambridge Analytica. Indonesia termasuk negara yang terkena imbas masalah tersebut.

Facebook mengumumkan jumlah pengguna Indonesia yang datanya disalahgunakan Cambridge Analytica mencapai 1,1 juta.

Namun, menurut pernyataan Menteri Komunikasi dan Informatika, Rudiantara, kemungkinan jumlahnya lebih besar.

Oleh karena itu, Rudiantara meminta proses audit dilakukan dan terus dilaporkan. Ia menekankan pemerintah tidak segan untuk memberikan sanksi kepada Facebook jika terbukti bersalah dalam kasus ini. (Sbg/Rig)

 

Comments