Sabigaju.com – Masih banyak orang yang hingga kini menganggapa bahawa aksi cadas yang ditunjukan oleh musisi punk rock saat di panggung identik dengan sosok beringas

Padahal, yang namanya aksi panggung berbeda ataupun kreattivitas liar yang ditunjukan lewat lirik yang mereka suarakan bisa dibillang cerdas dan jauh dari beringas

Salah besar deh  kalau masih ada orang yang melabelkan musisi punk rock sebagai sosok berings. Kamu bakal kaget kalau sederet musisi punk rock ternyata sangat perhatian dengan dunia akademis dan ilmu pengetahuan.

Bahkan beberapa diantara mereka meraih predikat sebagai cendekiawan dengan eraih gelar profesor daari kampus ternama. Siapa saja mereka simak nih Gaes

BACA JUGA: Punk Rock, Bikin Manusia Jadi Enerjik dan Lebih Tenang 

1. Greg Graffin – Bad Religion

Nggak cuma cadas saat bermusik , vokalis band punk rock Bad Religion, Greg Graffin juga menuai kesuksesan dalam hal akademis.

Pria kelahiran  Madison, Amerika Serikat pada 6 November 1964 itusampai mempelajari semut di Meksiko, mamalia di lembah Sungai Amazon dan reptil di tenggara Arizona.

Dia mendapatkan gelar Ph.D. pada tahun 2003 dari Cornell University untuk disertasi yang mengeksplorasi sikap ahli biologi evolusioner terkemuka terhadap sains dan agama.

Gregg Grafin
(Foto: Facebook.com/Bad Religion)

Graffin meraih gelar master dan Ph.D di sana lewat desertasi zoologi berjudul Evolution, Monism, Atheism, and the Naturalist World-View: Perspectives from Evolutional Biology.

Graffin juga telah menulis buku berjudul Evolution and Religion: Questioning the Beliefs of the World’s Eminent Evolutionists, Anarchy Evolution bersama Steve Olson, dan The Population Wars.

Walau telah meraih banyak hal bersama Bad Religion, juga dalam karir ilmiahnya, Graffin tetap merasa masih banyak hal yang perlu ia pelajari. Wah rendaah rendah hati banget yah!

2. Milo Auckerman – Descendents

Frontman band punk rock Descendents dikenal cadas saat dipanggung. Namun dia juga dikenal pernah menjadi seorang peneliti biomolekul. Milo meraih gelar Ph.D Biochemistry dari UC San Diego.

Milo Aukerman
(Foto: Instagram.com/descendents)

Milo melakukan penelitian postdoctoral dalam biologi molekuler di University of Wisconsin-Madison dan University of Pennsylvania. Sebelumnya, dia bekerja sebagai peneliti tanaman di DuPont dan sebagai asisten profesor di University of Delaware.

Kini, Aukerman telah mendedikasikan karirnya menjadi vokalis Descendents, setelah menyelesaikan penelitian pasca doktoral di University of Wisconsin-Madison.

3.Alexander Blake Schwarzenbac – Jawbreaker

Vokalis dan gitaris cadas dari Jawbreaker ini terkenal karena kecerdasan dalam urusan menulis lirik dalam setiap tembang Jawbreaker. Tidak mengherankan deh kalau memampuan dia itu di atas rata-rata penulis lagu.

Alexander Blake Schwarzenbac - Jawbreaker
(Foto: Instagram.com/jawbreakerband)

Nah Blake sendiri adalah lulusan BA Honors dalam bidang sastra Inggris dari NYU. Dia juga mendapatkan gelar masternya dalam bidang pengajaran dan memulai kehidupan baru sebagai profesor sastra di Hunter’s College di New York. Saat ini dia masih aktif dengan Jawbreaker yang telah melakukan pada 2017 lalu.

BACA JUGA: Hatebreed Resmi Umumkan Perilisan Album Baru 

4. Gregg Turner – Angry Samoans

Pentolan dari Angry Samoans ini memegang gelar Ph.D di bidang Matematika dari Claremont University pada 1991.

Turner selain berperan sebagai vokalis dan gitaris di bandnya, menghabiskan banyak waktu di kelas sebagai profesor matematika New Mexico Highlands University.

Greg Turner
(Foto:: Facebook.com/Gregg Turner)

Turner sendiri  tidak pernah berharap untuk menyelesaikan pendidikannya hingga sejauh itu. Akan tetapi, ketika dia memulai program, maka dia akan terus menjalaninya hingga selesai.

Kecintaannya terhadap matematika membuat Turner rela menukar semburan panas punk rock Angry Samoans untuk hidup sebagai pendidik.

5. Dr Daniel Yemin, PSYD

Daniel Yemin adalah seorang psikolog anak dan remaja, sekaligus vokalis/gitaris band cadas seperti  Lifetime, Kid Dynamite, dan Paint It Black. Yemin meraih doktoratnya di Widener University, Chester, Pennsylvania.

Selain kerap tampil dengan energi tinggi di panggung, Yemin tampak sangat antusias menggeluti pekerjaannya sebagai psikolog anak dan remaja.

Daniel Yemin Cadas saat dipanggung
(Foto: Wikipedia)

Ia menjadi gitaris grup melodic hardcore Lifetime selama 1990-1997, hingga reuni di tahun 2005. Daniel juga pernah menjadi vokalis di Kid Dynamite dalam kurun 1997-2002.

Pasca Kid Dynamite bubar, Yemin sempat terserang stroke. Alih-alih beristirahat total, setelah ia pulih, Yemin justru mendirikan unit hardcore Paint It Black sebagaifrontmans.

6. Dexter Hollamd

Dexter Holland Cadas saat di Panggung
(Foto: Instagram.com/tijsvl)

Vokalis cadas band Punk, Offspring ini h meraih gelar Master di bidang biologi molekular di University of Southern California lewat desertasi berjudul Discovery of Mature MicroRNA Sequences within the Protein-Coding Regions of Global HIV-1 Genomes: Predictions of Novel Mechanisms for Viral Infection and Pathogenicity. Buseet panjang amat judulnya.

BACA JUGA:: Style Hardcore Merasuk Dunia Fesyen Moderen 

7. Fathun Karib – Cryptical Death

Di Indonesia, ada satu sosok punk rocker cadas yang juga perduli dengan dunia akademis Cotohnya Fathun Karib vokalis dari band Punk Cryptical Death  asal Jakarta.

Usai menempuuh pendidikan di Jurusan Fakultas Sosiologi di Universitas Indonesia, Dia melanjutkan studi di University of Passau – Master of South East Asia,

Vokalis Cryptical death Cadas di panggung
(Foto: Istimewa

Di sela sela kesibukannya mempersiapkan album terbaru bersama Cryptical Death, Karib mengajar di departemen Sosiologi, UIN Syarif Hidayatullah Sambil mempersiapkan Disertasi doktoral di Binghamton University, Amerika Serikat.

Dalam desertasi ini Karib memaparkan bagaimana kehancuran alam dan ruang hidup manusia itu sebagai bagian dari jaman yang dinyatakan oleh sebagian ilmuan sebagai Antropocene dan sebagian lain ilmuan yang menolak istilah itu menamakan Capitalocene.

Band Cadas Cryptical Death
(Foto: Instagram.com/crypticaldeath)

Sayangnya upata penulisann desertasi di Amerika Serikat harus tertunda lantaran kebijakan pemerintah Amerika Serikat terkait Korona yang membuat membuat dirinya tidak mungkin kembali ke Amerika dalam waktu dekat. terlebih Layanan visa kedutaan sampai bulan Agustus lalu belum juga dibuka.

Semoga pandemi mereda yah biar vokalis cadas ini bisa menyelesaikan program doktoralnya di Amerika sana. (Sbg/Rig)

Comments