Putra sulung Presiden Kuba, Fidel Catro, Castro Diaz-Balart dikabarkan tewas bunuh diri lantaran menderita depresi berkepanjangan pada Jumat (2/2) WIB. (Foto by: R. Stone/Science/ Facebook OnCuba – English)

Sabigaju.com -Kabar mengejutkan datang dari keluarga Presiden Kuba Fidel Catro, putra sulung dari pemimpin revolusi Kuba, Fidel Castro, dilaporkan tewas bunuh diri pada Jumat (2/2) WIB, setelah dirawat akibat depresi selama berbulan-bulan.

Dilansir laman Reuters, “Castro Diaz-Balart, yang sering dikunjungi sekelompok dokter selama beberapa bulan belakangan karena depresi berat, bunuh diri pagi ini,” demikian bunyi pemberitaan dari laman berita asal Kuba, Cubadebate.

Bunuh diri kini menjadi masalah serius. Perbuatan mengakhiri hidup itu tak hanya menjadi pilihan di tengah keputusasaan para selebriti namun juga keluarga negarawan.

Sekilas Sosok Putra Sulung Presiden Kuba

Berita tragis kematian menjadi topik pembicaraan di jagat worldwide Twitter. Hampir semua akun  kantor berita Internasional memasang tagar nama dari ayah Castro Diaz-Balart, Fidel Castro.

Lahir pada 1949 dari pernikahan singkat Fidel Castro dan Mirta Diaz-Balart, Castro Diaz-Balart kerap dijuluki “Fidelito” karena sangat mirip dengan ayahnya.

Tewasnya Castro Diaz-Balart, putra sulung Presiden Kuba menjadi trending topic di jagat worldwide Twitter. (Sumber: Twitter)
Tewasnya Castro Diaz-Balart, putra sulung Presiden Kuba menjadi trending topic di jagat worldwide Twitter. (Sumber: Twitter)

Setelah Castro dan Diaz-Balart bercerai pada 1955, Castro Diaz-Balart sempat ikut keluarga ibunya di Amerika Serikat (AS). Namun, ketika mengunjungi ayahnya di Meksiko, Castro menolak untuk mengembalikan Fidelito kepada Diaz-Balart.

Dia merupakan penulis 11 buku dan lebih dari 150 artikel ilmiah tentang fisika nuklir, energi dan hubungannya dengan studi lingkungan.

Dalam sebuah wawancara tahun 2013 dengan Russia Today, dia mengatakan ketertarikannya pada ilmu pengetahuan karena didorong oleh revolusi. Dia telah mempelajari fisika nuklir di Uni Soviet yang kini bernama Rusia.

Diangkat Menjadi Pejabat

Fidelito sendiri terus melanjutkan hidupnya dan menjadi fisikawan nuklir. Medio 1980-1990 awal, Fidelito menjadi ketua program nuklir nasional Kuba.

Dia memelopori pembangunan pembangkit tenaga nuklir di negaranya. Namun, Kuba menangguhkan rencana itu karena kekurangan dana setelah kejatuhan perdagangan negara pasca-putus hubungan dengan blok eks-Soviet.

Sejak saat itu, putra sulung Presiden Kuba tersebut jarang tampil di hadapan publik. Dia menghabiskan sisa hidupnya dengan bekerja sebagai penasihat sains untuk Dewan Negara Kuba dan menjadi Wakil Presiden Akademi Sains Kuba.

Dipecat Sang Ayah

Sayang, karir Castro Diaz-Balart sebagai kepala program tenaga nuklir Kuba harus berakhir lantaran diberhentikan. Laporan The Miami Herald beberapa waktu lalu menyebutkan Fidelito dipecat dari jabatannya oleh ayahnya sendiri yang kala itu masih menjabat sebagai Presiden Kuba.

Fidel memecat Castro Diaz-Balart lantaran dianggap tidak kompeten.

“Tidak ada pengunduran diri. Dia dipecat karena tidak kompeten. Kami tidak punya monarki di sini (Kuba),” tegas Fidel Castro kala itu.

Televisi lokal mengumumkan, pemakaman putra sulung Fidel Castro tersebut sedang disiapkan oleh pihak keluarga. Kendati demikian, keluarga Fidel Castro belum memberikan rincian lebih lanjut mengenai waktu maupun tempat pemakaman. (Sbg/Rig)

Comments