Buntut dari ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, pada Minggu (13/5), ratusan ribu warganet pemilik akun Twitter mengusung tagar #kamitidaktakut
Buntut dari ledakan bom di tiga gereja di Surabaya, pada Minggu (13/5), ratusan ribu warganet pemilik akun Twitter mengusung tagar #kamitidaktakut

Sabigaju.com – Selama sepekan ini Indonesia sedang diguncang dua peristiwa terkait terorisme yang menyerang dua wilayah di Indonesia, Jakarta dan Surabaya.

Pada 9 Mei 2018 lalu, rumah tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok dikuasai sebagian oleh narapidananya yang menyebabkan lima orang anggota kepolisian tewas.

Sementara hari ini, 13 Mei 2018 tiga gereja di Surabaya diserang bom dan hingga saat ini sudah ada 10 orang tewas dan lebih dari 40 orang terluka.

Kejadian tersebut berawal beribadah ketika banyak orang tengah beribadah tiba-tiba saja sebuah ledakan terjadi di depan Gereja Katolik Santa Maria di Jalan Ngagel Madya Utara, Surabaya. Akibat ledakan tersebut beberapa orang dinyatakan tewas.

Imbauan Tidak Berbagi Foto Korban

Tak hanya di televisi atau pun radio, berita mengenai ledakan bom di Gereja Katolik Santa Mara juga tersebar melalui aplikasi chat, WhatsApp. Video yang memperlihatkan betapa mengerikannya situasi gereja usai terjadi ledakan bom tentu saja buat siapa pun yang melihatnya merinding.

Namun selain itu, tersebar pula sebuah gambar yang bertuliskan ajakan untuk tidak menyebarkan foto dan video para korban di bom Gereja Santa Maria. “Target terorisme adalah menebarkan ketakutan, mengkondisikan ketidakstabilan, STOP SHARED, jangan sebarkan foto dan video korban. Ayo menahan diri, kami juga punya televisi.”

Tagar Kami Tidak Takut Rajai Trending Topik

Di Twitter tagar #KamiTidakTakutTeroris juga menjadi trending topic. Melalui berbagai kicauannya masyarakat dunia maya mencoba untuk mengungkapkan kesedihan mereka, dan juga sebagai ketegasan untuk melawan teroris.

Selain itu sejumlah kicauan digulirkan warganet lewat topik maupun tagar ‘#Surabaya’, ‘#KamiTidakTakutTeroris’ dan ‘#BersatuLawanTerorisme’.

Pantauan Sabigaju.com mendapatkan bahwa kicauan-kicauan yang mengandung #KamiTidakTakut telah menjangkau ratusan ribu akun di Twitter.

Kebanyakan tagar yang beredar berkisar soal rasa tidak takut atau ajakan untuk bersatu. Namun tak sedikit warganet yang mengungkapkan dirinya merasa muak atas aksi terorisme.

Tagar #KamiMuak seolah digunakan warganet untuk mengungkapkan kemarahan atau kekesalan atas aksi terorisme.

Ayo Lawan Terorisme! #Kamitidaktakut. (Sbg/Rig)

Comments