Otoped
(Foto: Instagram/dishubdkijakarta)

Sabigaju.com – Belakangan ini , Kota Jakarta diramaikan dengan kehadiran begitu banyak orang yang demam dengan tren otoped listrik. Alat mobilitas personal ini bisa disewa, dengan tarif yang cukup murah melalui aplikasi.

Warga menggunakannya untuk berbagai hal, mulai dari alat transportasi jarak dekat hingga sekadar berkeliling area hiburan.

Namun, sayangnya ada juga yang dengan arogan memakainya hingga ke jalan raya trotoar, hingga menyebrangi Jembatan penyeberangan Orang alias JPO.

Dan yang paling mengenaskan adalah saat beberapa pengguna otoped listrik mengalami kecelakaan dan tewas, usai ditabrak mobil saat sedang melintas di jalan raya.

Guna mencegah jatuhnya korban lebih banyak, Polda Metro Jaya bekerja sama dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta, mengeluarkan aturan tentang otoped listrik yang akan berlaku sejak hari ini, Senin 25 November 2019.

Nah, ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pengguna otoped listrik agar tidak kena sanksi. Berikut ulasannya

BACA JUGA: Dibalik Serangan Demam Otoped Listrik di Jakarta

1. Otoped Hanya Boleh di kawasan Terbatas

Pemda DKI Jakarta mengatakan, skuter listrik wajib beroperasi hanya di kawasan khusus setelah mendapatkan izin dari pengelola kawasan.

Para pengguna hanya diperbolehkan untuk melewati beberapa wilayah, salah satunya adalah kawasan GBK.

Penggunaan Otoped listrik di jalan raya di wilayah Kota Jakarta  tidak diperbolehkan alias dilarang.

2. Sanksi hingga Rp 250.000

Polda Metro Jaya, akan menjatuhkan sanksi bagi para pengguna skuter listrik di jalan raya. Pertama adalah represif non yudisial.Pengguna otoped , listrik akan di suruh balik atau kembali masuk.

Kedua, tindakan represif yudisial, atau tindakan tegas isalnya ditilang atau sebagainya,Para pelanggar dianggap menyalahi Pasal 282 Juncto Pasal 104 Ayat 3 Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dengan sanksi pidana penjara maksimal 1 bulan dan denda maksimal Rp 250.000.

BACA JUGA: Jalur Bersepeda yang Aman di Jakarta Segera Terwujud

3. Usia Minimal dan Wajib Pengaman

Ada batas usia yang diatur agar bisa mengendarai otoped listrik. Pengguna harus berusia minimal berusia 17 tahun.

Selain itu, saat berkendara mereka diwajibkan mengenakan pengaman berupa helm, alat pelindung kaki dan siku serta saat malam hari harus menggunakan rompi yang menggunakan reflektor.

3. Dilarang Melintas di Jalur Sepeda

Tak hanya di jalan raya, pengguna skuter listrik juga dilarang menggunakan jalur sepeda.

Untuk diketahui, jalur sepeda di Jakarta berada di lajur paling kiri jalan raya. Kendaraan lain pun yang memasuki jalur sepeda akan kena sanksi.

BACA JUGA: Dilema Anak Sepeda di Jakarta

5. Sanksi dari  Operator

Tak hanya sanksi dari Pemda dan Polda, pihak Grab Indonesia selaku operator otoped listrik  Grabwheels  menyebut juga akan menyanksi penggunanya yang melanggar ketentuan.

Ketentuan Grab sedikit berbeda dengan ketentuan Pemprov DKI Jakarta dan kepolisian, salah satunya soal batasan usia yang lebih tua 1 tahun.

Jadi pengguna harus berusia minimal 18 tahun. Dan pengguna di bawah umur tersebut tidak diizinkan demi keamanan.

Selain itu Grab Indonesia juga akan menerapkan sanksi denda kepada penggunanya sebesar Rp 300 ribu jika terbukti melanggar dan akan menangguhkan akun mereka.

Hadirnya aturan ini menegaskan bahwa  bulan madu otoped listrik di jalanan ataupun jalur sepeda serta  trotoar di seluruh wilayah Kota Jakarta resmi berakhir. (Sbg/Rig)

Comments