Saat ini begitu banyak sosok pria bermake up yang dapat kita jumpai di sekitar kita .( Foto: You Tube)
Saat ini begitu banyak sosok pria bersolek yang dapat kita jumpai di sekitar kita .( Foto: You Tube)

Sabigaju.com – Saat ini kita sudah sering menemukan sosok pria bermake up alias pria yang gemar berdandan di berbagai tempat seperti di jalan, di mall, bahkan di area perkantoran.

Wanita tidak lagi mendominasi pemakaian make-up seiring dengan munculnya keberanian pria bermakeup di ruang publik yang tampil dengan penuh percaya diri, bahkan hingga kecanduan.

Tentunya tidak salah kalau seorang pria juga memperhatikan penampilan ataupun perawatan diri hingga mereka menjelma menjadi pria bermake up.

Alasan para pria menggunakan make up pun beragam. Umumnya, para pria bermake up menganggap dengan merawat diri dan memperhatikan penampilan, maka itu adalah salah satu bentuk tanggung jawab terhadap tubuh mereka.

Dan kini, seiring perubahan pasar dan norma jender, kosmetik tidak lagi eksklusif untuk wanita. Makin banyak sosok selebriti pria bermake up yang mempertontonkan bahwa kosmetik juga dibutuhkan untuk kaum pria.

BACA JUGA: Mumpung Libur, Gaes Maskeran Yuk! 

Perusahaan Kosmetik Kini Targetkan Pria Bermake up

Beberapa brand kosmetik bahkan tertarik untuk merilis kosmetik khusus pria. Beberapa produk yang dihadirkan mulai dari concealer untuk menutupi noda-noda membandel, hingga lip balm untuk melembabkan bibir.

Berebagai produk kecantikan khusus pria mulai bermunculan di pasar pada 2013, penjualannya tumbuh hingga 300 persen di akhir 2015. Pasar terbesarnya tersebar di Brasil, Korea Selatan, Amerika Serikat, Jerman, India, dan Inggris. Bahkan di China, pertumbuhan nilai dagang makeup untuk pria mencapai 20 persen setiap tahun.

View this post on Instagram

Viva La Vida 😝 !⠀ ⠀

A post shared by Gary Thompson (@theplasticboy) on

Perawatan tubuh untuk laki-laki telah menjadi industri miliaran dolar di seluruh dunia, berkat semakin banyaknya pria yang mengeluarkan uang demi penampilan mereka. Sabun muka, pelembab, pembersih pori-pori dan perontok rambut sekarang telah banyak ditemukan di di kamar mandi para pria, termasuk kosmetik wajah.

Namun tantangannya, sebagaimana semua pegiat pemasaran mengetahui, adalah bagaimana membuat pria percaya bahwa kosmetik itu jantan.

Lantaran itulah, beberapa perusahaan mencoba memilih nama yang lebih jantan untuk produknya-misalnya merubah citra mascara menjadi manscara, eyeliner menjadi guyliner, alas bedak (foundation) menjadi tinted moisturiser (pelembab berwarna).

BACA JUGA: Memelihara Jenggot Biar Makin Hot, Begini Cara Merawatnya! 

Kendati demikian, masih banyak masyarakat yang mengeluarkan kritik dan pesan-pesan bernada benci atas pria yang suka memakai make up.

Selain itu, orang tua juga menjadi pihak yang tidak menyetujui anak laki-lakinya berdandan layaknya wanita karena menggunakan make up.

Pria Bermake Up Kerap Membandingkan Dirinya dengan Kesempurnaan?

Susan Bordo dalam bukunya yang berjudul The Male Body, A New Look at Men in Public and in Private menunjukkan pada umumnya, pria juga semakin tidak puas dengan tubuh mereka. lantaran itulah banyak kaum pria yang tertekan dan mulai bermake up

Banyak dari mereka punya hubungan yang problematis dengan makanan dan beralih ke minuman protein-dan bahkan steroid–sebagai upaya nekat dalam memenuhi tekanan ini.

BACA JUGA: Buat Cewek, Cowok Seksi Itu Gak Cuma Punya Perut Sixpack 

Maka tak heran, jika laki-laki merasakan perasaan seperti ini, mengingat bahwa sebagian besar gambar di majalah populer, situs kencan bahkan film porno adalah pria muda yang berotot–yang hampir selalu miliki rambut tebal.

Jadi, meskipun dapat merepresentasikan cara-cara pria mendobrak norma gender, kosmetik pria juga memberi tekanan tambahan bagi pria untuk terlihat ‘sempurna’

Padahal kosmetik memiliki sisi gelap: semakin sering kamu memakainya, maka kamu akan semakin yakin kalau dirimu tidak bisa tampil menawan tanpanya. Selamat berdandan, Sob! (Sbg/Rig)

Comments