Sabigaju.com – Tren ke museum memang sedang naik lagi belakangan ini. Bukan hanya minat warga yang mungkin terbarukan tentang sejarah dan seni, namun faktor pemutakhiran museum juga jadi penyebab. Salah satu museum seni yang jadi idola para pengunjung baru-baru ini adalah MACAN. Merupakan kependekan dari Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara, MACAN pertama kali dibuka pada tahun 2017. Menjadi tujuan museum populer di ibukota Jakarta, baru-baru ini ada laporan bahwa museum MACAN rusak akibat beberapa ulah pengunjung.

Beberapa karya seni milik Yayoi Kusama di museum ini dilaporkan rusak dan terpaksa dilepas dari tempat pameran. Kerusakan yang viral dibahas di media sosial ini merupakan hasil tangan tidak bertanggung jawab para pengunjung. Baru beberapa hadir dipamerkan di Museum MACAN, sudah ada beberapa laporan yang menceritakan kecerobohan pengunjung.

Baca juga: Ramai Foto di Museum MACAN, Apa yang Baru di Sana?

Maraknya pengunggahan dan persaingan ide foto keren di media sosial Instagram, membuat beberapa pengunjung mengabaikan peraturan museum. Demi mendapatkan foto keren dan pantas diunggah di media sosial, banyak karya seni yang rusak karena tingkah laku para pengunjung. Terlepas dari peraturan yang sudah dibuat, ternyata masih banyak tangan yang tidak peduli akan berharganya sebuah karya seni.

Screenshot Twitter

Dibahas di media forum Chirpstory, pameran karya Yayoi Kusama Museum MACAN mengalami banyak ‘pelecehan’ dari pengunjung. Tidak hanya menyentuh, namun ada juga pengunjung yang memeluk, ber-selfie, hingga menduduki karya seni Yayoi Kusama. Salah satu yang ironis adalah tidak jarang pelaku dari tindakan tidak keren ini adalah seleb media sosial atau ‘influencer’. Demi mendapatkan sudut dan foto yang menurut mereka layak tayang di Instagram, mereka tidak menaati peraturan yang dibuat museum.

Lebih parahnya lagi, banyak dari para pengunjung yang tidak paham cerita dan nilai seni dari beberapa karya Yayoi Kusama. Salah satunya adalah mereka yang mengambil gambar dan video konyol saat pemutaran video “Manhattan Suicide Addict”. Video yang merupakan kompilasi cerita pribadi yang menyedihkan dari sang seniman, diperlakukan seperti hal konyol yang patut dibagikan. Tanpa rasa hormat simpati, pengunjung yang membuat foto atau video di tayangan ini seperti tidak memaknai kisah yang ingin disampaikan Yayoi Kusama.

Telah dipamerkan berkeliling di berbagai museum di dunia, tentunya perlakuan seperti di museum MACAN ini tak pantas didapatkan Yayoi Kusama. Mari kita mulai menghargai setiap karya seni siapapun dimanapun dengan tidak merusaknya demi Instagram kita. Tidak semua hal perlu kita pamerkan secara keren di media sosial, beberapa cukup kita nikmati saja saat melihatnya. Bayangkan kalau suatu hari karya seni dan hasil pikiranmu yang diperlakukan seenaknya? Pasti sedih, kan? (Sbg/Novel)

Comments