obesitas

Sabigaju.com – Nasi merupakan makanan pokok yang mengandung karbohidrat. Untuk sebagian besar orang Indonesia sepertinya wajib makan nasi, atau kalau tidak makan nasi rasanya belum afdol. Pada umunya, orang Indonesia mengkonsumsi nasi sebanyak tiga kali dalam sehari.

Nasi memang sumber energi bagi tubuh. Tapi tahukan kamu kalau makan nasi berlebihan itu kurang baik bagi kesehatan? Asupan karbohidrat yang masuk ke dalam tubuh harus dibatasi. Menurut para pakar yang dilansir dari berbagai sumber menetapkan konsumsi karbohidrat yang dianjurkan adalah 45-65% energi total per hari.

Itu mengapa Sobat Sabi harus mengurangi makan nasi. Selain itu ada beberapa hal yang mengharuskan Sobat Sabi mengurangi nasi. Berikut alasannya:

Karbohidrat Bikin Ngantuk

Mengonsumsi nasi saat sarapan bisa bikin ngantuk. Di pagi hari, lambung belum siap bekerja dan mencerna makan yang berat. Lalu kalau sudah begitu, lambung akan bekerja lebih keras lagi kalau kamu makan nasi.

Nasi Bikin Perut Buncit dan Obesitas

Terlalu banyak mengonsumsi nasi akan membuat bentuk badan semakin lebar dan perut buncit. Dengan gaya hidup yang tidak sehat, nasi bisa mengakibatkan obesitas. Hal ini dikarenakan lemak dari nasi lebih cepat disimpan oleh perut. Parahnya lagi, nasi juga bisa menjadi salah satu faktor pencetus obesitas.

Nasi Mudah Menyerap Minyak

Nasi mudah bikin badan gendut, ditambah jika kamu hobi banget makan nasi goreng. Nasi diketahui sangat mudah menyerap minyak. Jadi, kalori yang masuk ke dalam tubuh akan berlipat ganda loh.

Nasi Bikin Kecanduan

Bukan hanya obat-obat terlarang, hati-hati nasi juga bisa bikin kamu kecanduan loh. Beberapa riset mengatakan para responden yang tidak memakan nasi sehari saja akan merasa kelaparan dan keinginan untuk memakan nasi sangat besar. Tidak heran, bisa jadi ini penyebab banyak orang yang nambah makan.

Nasi Pemicu Diabetes

Kandungan karbohidrat pada nasi memiliki kadar indeks glikemik (GI) di atas 70%. Sedangkan tubuh kita tidak membutuhkan sebanyak itu. Semakin tinggi kadar glikemik, maka semakin tinggi pula gula darahnya.

Menurut ahli gizi, mengonsumsi nasi berlebihan akan berisiko meningkatkan kadar glukosa darah dan menimbulkan diabetes. Diabetes juga diketahu sebagai salah satu penyakit yang tidak bisa sembuh.

Nasi Sebabkan Kanker Paru-Paru

Nah, mungkin tidak semua orang mengetahui jika nasi juga bisa menyebabkan kanker paru-paru. Bukan hanya meningkatkan kadar gula darah, kadar indeks glikemik juga bisa meningkatkan insulin. Hal tersebut akan mempengaruhi naiknya kadar hormon yang disebut insulin-like-growth factors (IGF).

Telah dibuktikan, IGF yang tinggi dalam tubuh berisiko lebih tinggi menyebabkan kanker paru-paru. Sekitar 12% orang meninggal karena kanker paru-paru yang disebabkan oleh karbohidrat, bukan merokok.

Pengamatan yang dilakukan oleh Dr Stephanie Melkonian dari University of Texas MD Anderson Cancer Center mengatakan 49% peningkatan risiko kanker paru-paru di antara merekan yang mengonsumsi makanan indeks glikemik tinggi dibandingkan indeks glikemik rendah.

Ganti Nasi dengan Kentang dan Singkong

Nah, sobat sabi disarankan untuk mengurangi asupan makanan yang tinggi indeks glikemik yang salah satunya adalah nasi. Sobat sabi bisa menganti nasi dengan kentang atau pun singkong.

Singkong merupakan salah satu sumber karbohidrat yang memiliki GI cukup rendah yaitu dibawah 55%. Selain itu, singkong juga mengandung betakarotin, anti-oksidan dan rendah gula. Tapi ingat, konsumsilah singkong dengan cara direbus atau diolah menjadi kue-kuean, tapi jangan digoreng ya sobat sabi. (Sbg/Aq)

Comments