(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Banyak pria yang memiliki keinginan memiliki tubuh kekar dan berotot sebagai patokan kesempurnaan dan takaran kemachoan seorang cowok masa kini.

Rasa gak percaya diri karena tubuh yang kecil, bisa melahirkan obsesi para cowok membesarkan otot-otot tubuhnya. Layaknya tubuh para superhero. Hal ini disebut dengan Bigorexia.

Pertanyaannya apakah Apa sih yang menyebabkan bigorexia hingga punya pemikiran kalau memiliki badan kekar dan berotot penting ?

BACA JUGA: Street Workout! Trend bugar yang Bikin Tubuh Makin Kekar

Berbahayakah Bigorexia

Bigoreksia merupakan keinginan atau obsesi berlebihan pada diri seseorang untuk memiliki bentuk tubuh yang terlihat besar dengan otot-otot yang kokoh dan besar pula.

Penderitanya memulai dengan olahraga mengangkat beban secara obsesif. Setelah otot terbentuk, mereka tetap merasa tidak puas.

Sehingga melakukan latihan angkat beban secara terus-menerus yang kemudian dilanjut dengan konsumsi suplemen mengandung steroid untuk mendorong pembentukan otot.

Bigoreksia yang memiliki nama lain dysmorphia otot ini ternyata juga bisa tumbuh karena rasa tidak percaya diri akan bentuk tubuh sendiri yang diperparah dengan stigma bahwa tubuh berotot adalah hal yang seksi dan berkesan kuat.

BACA JUGA: Gerakan Olahraga yang Bakal Bikin Tubuh Keren dan Makin Fit 

Yang Berpotensi Terjangkit Bigorexia

Mereka yang terjangkiti bigorexia umumnya adalah para remaja dan dewasa muda yang gampang banget terpengaruh tayangan televisi, iklan, film dan social media.

Rata-rata cowok-cowok ini ingin dikagumi karena bentuk fisiknya supaya bisa menarik perhatian lawan jenis dan menjadi idola.

Menurut Adam Bornstein, pendiri Born Fitness, pengaruh image pria-pria kekar yang ditampilkan televisi dan majalah, serta banyaknya komunitas-komunitas angkat besi yang semakin menjamur, seolah menginjeksi pesan di pikiran para cowok ini agar menjadi “pria yang memiliki tubuh kekar dan berotot.

Adam bahkan menambahkan, mereka akan menempuh berbagai cara, meminum aneka suplemen, bahkan gak segan melakukan eksperimen yang ilegal demi memiliki tubuh yang digila-gilainya.

BACA JUGA: List Makanan yang Dibutuhkan Para Cowok untuk Membentuk Otot Kekar

Mengatasi Bigorexia

Untuk mengatasi bigoreksia, disarankan agar melakukan terapi perilaku kognitif. Terapi ini dapat membantu  mengelola gejala bigorexia dengan mengubah cara berpikir dan berperilaku.

Cara ini membantu mempelajari apa yang memicu gejala, mengajarkan berbagai cara untuk memikirkan dan menangani kebiasaan.

Kamu pun akan belajar menghadapi situasi yang biasanya membuat Anda berpikir secara obsesif tentang penampilan dan cepat merasa cemas.

Terapis juga akan membantu mengatasi perasaan, sehingga seiring waktu kamu dapat menghadapi kondisi bigorexia tanpa cemas atau takut. (Sbg/Rig)

Comments