Adu Argumen
(Foto: Freepik.com)

Sabigaju.com – Saat menjalin sebuah hubungan adalah wajar jika seekali kita mengalami sebuah perdebatan, pertengkaran ataupun adu argumen  dengan pasangan.

Nah, banyak yang takut kalau perdebatan dan adu argumen akan merenggangkan atau bahkan menghancurkan hubungan mereka.

Untuk itu, penting bagi kita untuk mengetahui tanda-tanda peringatan yang muncul agar bisa mencegah kehancuran hubungan dengan pasangan. Termasuk menghindari sikap dan argumen tertentu yang dapat merusak hubungan. Yuk langsung Kita simak  nh gaes:

BACA JUGA: Sering Bertengkar, Hubungan Masih Bisa Dipertahankan?

Argumen Tentang Memiliki Anak

Bagi pasangan yang sudah menikah, pembicaraan mengenai anak pasti pernah terlintas. Mungkin hal ini pernah dibicarakan sebelum menikah, namun perasaan bisa saja berubah.

Setiap orang pasti memiliki argumennya sendiri tentang apakah mereka ingin cepat memiliki anak atau ingin menunda. Jika kamu dan pasangan memiliki keinginan berbeda, kondisi ini biasanya memicu argumen.

Menjadi orangtua adalah komitmen fisik dan emosional yang besar. Maka kamu dan pasangan seharusnya bisa bekerja sama agar semuanya berjalan dengan baik.

BACA JUGA: Kritik Destruktif dari Pasangan Bisa Picu Kematian 

Berargumen Tentang Seks

Kurangnya keintiman bisa menimbulkan suasana hambar dalam sebuah hubungan, bahkan menimbulkan depresi. Hal ini bisa diawali dengan keinginan berhubungan intim yang ditolak oleh pasangan dan saling sulit menemui kesepakatan.

Tanpa sentuhan fisik, kita bisa menimbulkan kesan penolakan yang dapat menyebabkan rasa tidak aman, dendam, kemaraha. Ini bukan berarti frekuensi hubungan intim selalu menentukan tingkat keharmonisan pasangan.

Sebuah penelitian yang dilakukan University of Toronto-Mississauga, misalnya, menemukan bahwa hubungan intim lebih dari satu kali setiap minggunya tidak membuat pasangan bahagia.

Namun, jika hubungan intim jarang dilakukan dalam seminggu, tingkat kebahagiaan berpotensi menurun. Keintiman adalah bagian kritis dalam sebuah hubungan. Kurangnya keintiman bisa menimbulkan rasa ketidaktersambungan dalam sebuah hubungan.

Saling Kritik Gaya Hidup

Perbedaan gaya hidup seringkali menjadi sumber perselisihan. Misalnya, jika pasanganmu adalah orang yang senang bersosialisasi sedangkan kamu tidak.

Orang yang lebih senang di rumah mungkin merasa dirinya tidak cukup memberi ketika pasangannya lebih suka pergi ke luar. Ini bisa menimbulkan rasa bersalah pada pasangannya yang suka pergi ke luar.

Ketika ada perbedaan gaya hidup seperti ini atau lainnya, cobalah untuk menemukan titik komprominya dan bertemu di tengah-tengah. Sebab jika kamu dan pasangan saling tidak bisa menjadi pribadi yang fleksibel, maka permasalahan bisa berkembang menjadi lebih besar.

Bertengkar tentang Uang

Setiap pasangan pasti pernah berdebat mengenai finansial dan ini memang merupakan masalah sensitif.

Namun, ketika kamu tidak bisa sepakat dengan pasangan tentang segala hal dalam finansial, tak menutup kemungkinan masalah tersebut akan menjadi semakin besar.

Setiap pasangan idealnya mendiskusikan keadaan finansialnya dan mencari solusinya bersama-sama. Jika perlu, tentukan dengan tegas bagaimana masing-masing orang boleh mengeluarkan uang.

BACA JUGA: Pandemi Corona Hadirkan Babak Ujian Cinta dan Kesetiaan 

Tidak Pernah Bertengkar

Kebiasaan ini juga tidak baik dan bisa menjadi sinyal kerusakan hubungan karena merupakan tanda saling tidak peduli satu sama lain.

Ketika satu pasangan tidak saling mendiskusikan masalahnya, konflik internal bisa terbentuk dengan sangat cepat.

Nah, semoga informasi ini bisa membantumu menghindari topik-topik tersebut saat adu argumen dengan pasangan. (Sbg/Rig)

Comments