Bersepeda kini tengah marak dilakukan di tanah air
(Foto: Instagram/bromptonbicycle)

Sabigaju.com – sejak pandemi merebak Masyarakat hingga memasuki era new normal saat ini, banyak memilih bersepeda sebagai alternatif untuk menerapkan gaya hidup sehat di masa pandemi Covid-19 guna meningkatkan imunitas tubuh .

Masyarakat pun seakaan berlomba-lomba menjaga tubuh tetap sehat dengan membeli sepeda atau membetulkan sepeda lama mereka yang sudah lama tidak terpakai.

Jumlah penjualan sepeda pun mengalami lonjakan. Beberapa unggahan warganet bahkan menunjukkan para pembeli antre di toko-toko sepeda, sebuah pemandangan yang terbilang langka.

Selain itu, moda transportasi umum kerap dipermasalahkan karena bisa menjadi sumber penularan. Sehingga, bersepeda dianggap menjadi cara aman dan sehat agar tetap bisa bepergian.

Maraknya penggunaan sepeda saat ini pun menimbulkan pertanyaan Apakah perlu sebuah aturan ataupun regulasi untuk mengatur pesepeda di jalan Raya?

BACA JUGA: Ngegowes Itu Jangan Bikin Kita Egois Gaes 

Antara Tren dan Kesadaran

Olahraga bersepeda sebelumnya pernah menjadi tren dan dilakukan oleh berbagai kalangan. Namun, sempat meredup lantaran banyaknya pilihan berolahraga lainnya.

Kini tren itu kembali lagi.  tapi ayangnya, peningkatan tren bersepeda itu tak diimbangi dengan kesadaran untuk mematuhi aturan lalu lintas ketika berada di jalanan.

Mereka pun kerap mendapat kritikan karena tak patuh lalu lintas dan bergerombol memenuhi jalan hingga membahayakan pengendara lain.

Selain itu, nggak sedikit loh pengguna kendaraan lain yang menilai kalau banyak pengguna sepeda yang dirasa egois bahkan arogan karena tidak maumemperhatikan pengguna jalan raya  lainnya. apalagi ketika sedang menggowes secara berkelompok.

Agar tidak terjadi hal-hal yang diinginkan, perlukah pemerintah membuat aturan khusus untuk sepeda?

BACA JUGA: Nih, Rekomendasi Sepeda Berkelas Besutan Produsen Lokal!

Regulasi perlu Ada

Kita tentunya sepakat kalau ngegowes di jalan raya membutuhkan tenggang rasa dan saling menghormati antar sesama pengguna jalan raya. Ada kalanya harus mengalah dalam bersepeda.

Maka peraturan dibutuhkan untuk membangun kultur masyarakat. Mengingat banyak yang mengeluh saat jalan menjadi rebutan untuk berbagai jenis kendaraan.

Regulasi dibutuhkan untuk membentuk kultur yang sehat. Sehingga semua pihak memahami posisinya, tidak merasa menjadi kelompok yang harus diutamakan daripada yang lain.

Kita patut bersyukur jika sepeda kembali marak di Tanah Air. Namun, fenomena gemarnya masyarakat bersepeda kali ini jangan sampai mengarah pada gejala kelatahan.  Apalagi hingga melanggar aturan jadi sebuah kewajaran. Kita kan nggak mau menjadi pesepeda yang menyebalkan?

Regulasi perlu!Jangan sampai budaya bersepeda jadi semangat mengkudeta jalanan dan ruang kota. (Sbg/Rig)

Comments