Pesimisme
Grafis : Sigit Sulistyo/Sabigaju.com

Sabigaju.com – banyak kalangan yang punya pandangan pesimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 mendatang dimana kondisi ekonomi global cukup berat, sehingga menekan kondisi ekonomi domestik.

Nah, opini tersebut atau pikiran diri sendiri terkadang menjadi penyebab terbesar hidup kita dipenuhi kecemasan atau pesimisme, bahkan kemarahan. Sayangnya, seringkali kita mudah dikendalikan oleh pikiran negatif.

Dan parahnya kehadiran suasana hati atau pemikiran pesimisme secara konstan bisa menimbulkan masalah pada kesehatan.

BACA JUGA: Resolusi Tahun Baru Sederhana Tapi Banyak Manfaatnya 

Manusia Makhluk Pesimis

Manusia sendiri bisa dibilang sebagai makhluk pesimisme. Ini karena kita memang memiliki bawaan untuk selalu berpikir negatif, memikirkan sesuatu yang buruk dan beranggapan hal yang buruk akan terjadi.

Contoh kecil dari hal ini bisa dirasakan ketika kita biasanya lebih mengingat satu teguran dari bos bahwa kita ceroboh dibandingkan dengan puluhan kali ucapan darinya tentang kehebatan yang dilakukan.

Sebenarnya, mengapa manusia lebih mudah berpikir negatif?

Menurut peneliti Emma Seppala, Ph.D., Science Director di Stanford University’s Centre, divisi Compassion and Altruism Research and Education, pada dasarnya manusia merupakan mahkluk yang lemah dan cenderung bersikap pesimisme.

BACA JUGA: Rasa Bahagia Itu Sederhana, Jauhi Lima Hal Ini Gaes!

Manusia amat mudah terpengaruh oleh lingkungan sekitar.  Alhasil, ketika sekelilingnya memiliki kondisi negatif, maka manusia bisa terbawa arus kurang baik tersebut.

“Pengalaman hidup dan dukungan moral menjadi penentu apakah sifat negatif pada diri seseorang mudah aktif atau tidak. Jadi, apabila seseorang memiliki support system yang positif, maka kecenderungannya saat tertimpa musibah, dia tidak lama larut dalam kesedihan dan sebagainya,” papar Seppala,

Dia menambahkan, persepektif manusia terhadap sebuah isu mudah sekali bias karena sifat-sifat mudah dipengaruhi.

Mengusir Pesimisme

Seppala menyarankan, kala mengalami sebuah kekecewaan atau masalah, maka lebih baik mencari dukungan dari orang-orang yang Anda tahu tidak akan membuat diri Anda menjadi lebih negatif.

BACA JUGA: Tahun Baru, Harapan dan Semangat Baru 

“Cari dukungan yang tepat. Anda juga bisa menyendiri untuk introspeksi dan menjernihkan pikiran. Anda lebih kuat dari sebuah kondisi yang tidak menguntungkan diri Anda,” pungkasnya.

Tahun 2020 adalah tahun memupuk optimisme namun realistis. Tahun 2020 bukan tahun bagi para pesimistis, karena mereka yang dikungkung sikap dan perilaku pesimisme akan keluar dari arena persaingan .

Hanya mereka yang  menjunjung optimis, yang taktis dan mampu bertahan.  Yuk kita usir  sikap dan perilaku pesimisme dalam diri kita.  Selamat Tahun Baru 2020.(Sbg/Rig)

Comments