Kerumunan bisa berpotensi menciptakan penularan covid (Pexels)
(Foto: Pexels)

Sabigaju.com – Penambahan Kasus baru Covid-19 di Tanah Air kembali terjadi. Kali ini Kasus Covid-19 tembus lima ribu yakni 5.272 pada Sabtu (14/11). Total kasus virus corona di Indonesia mencapai 463.007 orang.

Penambahan kasus baru itu didapat dari pemeriksaan 41.336 spesimen dalam 24 jam terakhir. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, penambahan kasus positif tertinggi ditemukan di DKI Jakarta dengan 1.255.

Ini adalah situasi yang sangat serius. Pemerintah pusat dan pemda termasuk Pemprov DKI Jakarta harus tegas dalam menghadapinya.

BACA JUGA: Klaster Gowes Jangan Sampai Terjadi, Berhentilah Gegabah! 

Soal Kerumunan dan Potensi Penularan

Dalam situasi pandemi ini masyarakat sebaiknya menjalankan protokol 3M yaitu memakai masker, mencuci tangan serta menjaga jarak alias tidak berkerumun untuk menghindari penularan.

Sayangnya beberapa waktu belakangan ini, banyak kerumunan masyarakat yang terjadi. Hal itu dikhawatirkan berpotensi menularkan virus corona. Sebab, pandemi COVID-19 ini belum berakhir.

Padahal sudah banyak pakar yang mengingatkan bahwa berkerumun bisa berpotensi mengakibatkan sebagian besar orang dalam kerumunan bisa saja masuk dalam Orang Tanpa Gejala (OTG).

Apalagi jika ada banyak orang dalam kerumunan yang tidak menggunakan masker, maka risiko tertular akan semakin bertambah.

Dan saat berkerumun , tak sedikit individu yang hanya memakai masker tetapi menutupi dagu saja sehingga bagian mulut dan hidung terbuka.

Ketidakpedulian terhadap kondisi ini, tentunya dapat membahayakan nyawa manusia. Tidak hanya diri kita, namun keluarga di rumah, juga orang yang berada di sekitar kita

BACA JUGA: Gaes, Ikutan Tawuran Warga Saat Pandemi Corona Itu Covidiot! 

Mengakhiri Ketidakpedulian

Disinilah Ketegasan membatas kegiatan masyarakat yang berpotensi membuat kerumunan harus ditegakan.

Sebab tak ada tempat yang betul-betul steril dari COVID-19. Oleh karena itu, menghindari kerumunan adalah salah satu kunci menghindari penularan.

Covid-19 merupakan sebuah virus yang mematikan, meski memang banyak pasien yang bisa sembuh. Namun bagi kelompok lansia dan orang yang memiliki penyakit komorbid, virus ini seperti malaikat pencabut nyawa.

Manusia merupakan perantara penyebaran corona yang sangat berbahaya. Karena itu,  sangat penting, untuk menjaga jarak dan tak berkerumun.

Jika Pemprov dan Gubernur betul-betul mau melindungi dan menjaga kesehatan warga DKI dari COVID-19, harus punya keberanian dan ketegasan dalam menegakkan aturan.

Yuk berhenti egois nggak usah dulu deh berkerumun di masa pandemi ini! (Sbg/Rig)

Comments