Menghentikan Stigma sosial dan Diskriminasi terhadappasien Covid-19
(Sumber: Uncef.org)

Sabigaju.com – Di tengahmerebaknya pandemi COVID-19, Ada satu fenomena yang muncul di kalangan warga yakni tingginya  stigma sosial atau asosiasi negatif terhadap seseorang atau sekelompok orang yang mengalami gejala atau menyandang penyakit tertentu.

Mereka diberikan label, stereotip, didiskriminasi, diperlakukan berbeda, dan/atau mengalami pelecehan status karena terasosiasi dengan sebuah penyakit.

Hal ini mempengaruhi penanganan penyebaran penyakit masa pandemi Covid-19.. Sebab stigma sosial ini bisa mendorong seseorang menyembunyikan penyakit  agar tidak di diskriminasi,

BACA JUGA: Dukungan Sosial yang Dibutuhkan selama Pandemi

Mengapa Stigma Sosial Muncul?

Stigma sosial pernah terjadi saat seeorang yang terkena infeksi Covid-10 dan keluarga mereka diusir paksa oleh warga, hingga pemilik tempat mereka mengontrak mengusirnya karena takut mereka menjadi pembawa infeksi virus Corona yang baru.

Selain itu, belum lama ini juga ada kejadian mengenai penolakan jenazah perawat yang meninggal akibat COVID-19 di daerah. Bahkan ada banyak tenaga kesehatan mendapat perlakukan tidak mengenakan hingga pengusiran dari kontrakan

Mengapa virus Corona menyebabkan stigma sosial? Stigma sosial yang terkait dengan virus Corona didasarkan pada tiga faktor: Penyakit virus corona baru dan tidak dikenal, takut akan penyakit yang tidak diketahui itu, dan mudah menghubungkan ketakutan ini dengan ‘orang lain’.

BACA JUGA: Punya Masalah Perut Kembung? Coba Atasi dengan Cuddling

Tumbuhkan Empati

Fenomena stigma sosial ini merugikan kesehatan masyarakat dan juga kesehatan mental. Mari kita bayangkan betapa pasien dan keluarga COVID-19 menghadapi banyak kerugian mulai dari kehilangan kesehatan, kontrol akan hidup, stabilitas finansial.

Selain itu, mereka menghadapi beberapa trauma, efek fisik dari virus, dan berita terkait pandemi yang terus berseliweran setiap hari.

Ketimbang ikut-ikutan memberi stigma, bukankah lebih baik  kita memberikan dukungan sosial kepada mereka yang terpapar Covid-19 dengan membangun kembali kepercayaan diri mereka akan masa depan yang positif. Hal ini sangat membantu seseorang untuk berdamai kepada situasi traumatis.

(Sumber: qz.com)

Lewat SMS ayau pesan Whatsaap ataupun dengan menelepon satu menit dapat membuat perbedaan bagi mereka yang tengah berjuang untuk sembuh dari infeksi Covid-19.

Selain memberikan bantuan makanan, Kamu juga bisa mengajaknya bermain game online atau kompetisi kecil-kecilan lainnya. kamu juga dapat mengirim peralatan untuk membuat proyek kerajinan sebagai kado manis.

Kamu juga bisa mengajaknya bermain game online atau kompetisi kecil-kecilan lainnya.  mengirim makanan ataupun peralatan  yang mereka butuhkan untuk membuat proyek kerajinan.

Hal ini semua mudh dilakukan dan lebih mulia ketimbang memberi stigma sosial.

BACA JUGA: Jangan Jadi Korban Doomscrolling di Masa Pandemi! 

Pahami Mereka

Intinya jangan sampai kita tega kepada mereka yang terpapar virusi Covid-19 lantas menganggap mereka ternoda dalam kehidupan kita.

Apalagi sampai mengucilkan, membincangkan dan mengekspos mereka tanpa menyelami perasaan dan kejiwaan mereka.

Kita adalah bangsa besar yang punya budaya kemanusiaan, tenggang rasa, tepo sliro, damai, mengajak kita untuk tetap menjalin hubungan antarsesama,

Berempatilah kepada mereka yang kini menjadi pasien Covid-19  dan keluarganya. Menghormati  privasi mereka merupakan pilihan etis yang perlu kita lakukan di masa pandemi ini.

Yuk, hentikan stigma sosial terhadap mereka yang terinfeksi virus Covid-19! (Sbg/Rig)

Comments