Google Doodle Benyamin Sueb
(Karya: Isa Indra Permana)

Sabigaju.com – Secara mengejutkan hari ini, Selasa 22 eptember 2020 laman mesin pencarian Google menampilkan sosok seniman Betawi, Benyamin Sueb sebagai doodle.

Doodle tersebut merupakan hasil goretan seniman digital, Isa Indra Permana untuk mengenang sosok Benyamin Sueb aktor bukan hanya sebataas aktor dari 50 film namun juga sebagai , komedian, penyanyi, penulis lagu, penulis, sutradara, produser dan komposer lebih dari 300 lagu asli.

Isa Indra Permana juga berharap Doodle mengingatkan orang-orang akan kecerdasan dan warisan Benyamin Sueb.

BACA JUGA: Jenis Musik yang Sangat Baik untukmu di Masa Pandemi

Benyamin Sueb dan Musik

Kecintaan Benyamis Terhadap musik sepertinya sudah mendarah daging. Hal itu dituliskan Dalam buku berjudul Benyamin Muka Kampung, Rezeki Kota karya Ludhy Cahyana dan Muhlis Suhaeri, di mana dikisahkan kalau bakat seni Bennyamin sudah terlihat sejak usianya empat tahun.

Kala itu dia kerap diajak kakak-kakaknya mengamen dengan rombeng-rombengan berkeliling kampung. Mereka kerap membawakan lagu melayu, sunda hingga Belanda.

(Foto: Instagram.com/biem_benjamin)

Hal itu dilakukan demi mendapat tambahan penghasilan keluarga sebab sang ayah meninggal dunia saat dirinya berusia dua tahun.

Memasuki usia 6 tahun Benyamin Sueb makin serius didunia yang digelutinya. Bersama saudara-saudaranya, dia mebentuk Kelompok musik kaleng rombeng. Mereka membuat alat-alat musik dari barang bekas.

Tak ada yang mengira kalau grup musik yang dibentuk Benyamin saat berusia 6 tahun menjadi cikal bakal kiprah Benyamin di dunia seni.

Langkah Bertahan di Era Ngik Ngok

Dalam buku berjudul Kompor Mleduk: Benyamin S, Perjalanan Karya Legenda Seni Pop Indonesia, disebutkan bakat bernyanyi Ben berlangsung hingga ia dewasa. Ketika berusia 20-an.

Dia bergabung dengan grup musik Melody Boys pada akhir tahun 50-an bersama teman-temannya di SGD (Sekolah Guru), Kepu Dalam, Kemayoran Pusat. Ben yang kala itu diberi tanggung jawab sebagai penyanyi latar dan pemain bongo.

Melody Boys kerap tampil membawakan lagu jazz, blues dan lagu kebarat-baratan di tempat hiburan. Hal ini bukan tanpa resiko. sebab . Sebab kala itu ada pelarangan musik barat yang berbarengan dengan situasi politik dalam negeri saat itu.

Pemerintah Orde Lama melarang beragam jenis musik barat, terutama segala sesuatu yang berhubungan dengan Elvis Presley dan The Beatles dimainkan di Tanah Air.

Dan hal itu sempat membuat band Koes Plus bentukan Koeswoyo Bersaudara yang ditangkap pada 29 Agustus 1965 karena dinilai menirukan musikalitas The Beatles. Mereka ditahan sekitar tiga bulan dan dilepaskan beberapa saat setelah Gerakan 30 September meletus.

Melody Boys pun diputuskan berganti nama i menjadi Melodi Ria dan mereka mulai mengalihkan permainan musik mereka dari lagu-lagu barat ke lagu daerah.

BACA JUGA: Jadikan Musik Sebagai Alarm Bangun Tidur 

Belajar menulis Lagu dari Napoleon

Benyamin Sueb sendiri sangat gemar membaca. dan dia belajar menulis lagu lewat salah satu sosok tokoh yang dikaguminya lewat Bacaan, Napoleon Bonaparte, Kaisar terbesar dalam sejarahPerancis

Dalam ulasan yang ditulis Pepih Nugraha disebutkan kalau Benyamin mengaku bahwa rahasia suksesnya sebagai musisi adalah karena ia menggunakan strategi Napoleon ketika menciptakan lagu.

Dalam strategi perang, demikian Ben, jika kita punya gagasan jangan pertama-tama ditanyakan kepada jenderal, karena pasti akan “dihabisi”, tapi bertanyalah kepada kopral lebih dulu! Tulis Pepih.

(Foto: Instagram.com/biem_benjamin)

Jadi, ketika ia menulis lagu, untuk mengukur apakah lagu itu bagus atau tidak Ben tidak minta komentar kepada musisi atau kritikus, tapi bertanya kepada anaknya.

Jika anaknya senang dengan lagunya, maka menurut Ben berarti lagunya bisa dipahami dan diterima orang lain.

Meski  menciptakan lagu-lagunya sendiri yang bernuansa Betawi  dengan sentuhan-sentuhan genre blues.  Tapi Benyamin Sueb waktu itu tak percaya diri membawakan lagunya sendiri.

Namun semua berubah lewat pertemuannya dengan Bing Slamet.

BACA JUGA: Jadikan Hobi bermusik Agar Mendatangkan Cuan

Bertemu Bing Slamet dan Mulai Tenar

Menurut Buku Kompor Mleduk: Benyamin S, Perjalanan Karya Legenda Seni Pop Indonesia di Studio Dimita,

Benyamin, memang sudah lama ingin lagunya dinyanyikan Bing yang memang salah satu idolanya. perkenalannya dengan Bing Slamet terjadi lewat pertemuan yang diinisiasi oleh pelawak Ateng.

Tak lama setelah perkenalan ini, Ben memberanikan diri untuk memberikan lagu ciptaannya yang berjudul Malam Minggu kepada Bing.

Setelah diubah sedikit syair dan nadanya, lalu dinyanyikan Bing dan direkam dengan judul Nonton Bioskop.

Bing menyanyikan lagu ini juga mulai mendongkrak nama Ben. Sebab,setiap kali membawakan lagu Nonton Bioskop, Bing selalu mengatakan di depan penonton, Kalau lagu terebut adalah Ciptaan Benyamin Suep.

Lagu itu kemudian  dirilis dalam format piringan hitam dan meledak di pasaran. Saking suksesnya, lagu itu kemudian direkam ulang dalam format pita kaset.

(Sumber: Instagram.com/ benyaminsueb.i

Benyamin Sueb kembali menghampiri  Bing Slamet  dengan membawa lagu berjudul Si Jampang.

Tapi lagu ini ditolak Bing dengan alasan lagu itu tak cocok ia bawakan. Bing lantas menyarankan Ben untuk menyanyikan sendiri lagunya.

Ben akhirnya memberanikan diri membawakan lagu Si Jampang. Benar saja, intuisi Bing. Lagu Si Jampang meledak di pasaran. . Sejak saat itulah Ben memutuskan untuk total terjun ke dunia musik .

Nama Benyamin Sueb makin tenar ketika dirinya dipertemukan dengan Ida Royani untuk berduet.

Di tengah berbagai kesibukan memerankan film Benyamin Sueb terus menekuni bidang musik. Pada 1992, Benyamin Sueb  membentuk grup Al-Haj bersama sederet musisi kenamaan, seperti Harry Sabar, Keenan Nasution, dan Odink Nasution.

Mereka sempat merilis sebuah album perdana bertajuk Biang Kerok yang berisi sepuluh lagu, termasuk Biang Kerok dan Dingin-dingin. (Sbg/Rig)

Comments