Bencana banjir
Netizen beramai ramai mengusung tagar #praydorsulsel dan #Prayforgowa di Twitter sebagai ungkapan keprihatinan atas bencana banjir yang terjadi di provinsi Sulawesi Selatan.

Sabigaju.com – Bencana banjir kini tengah melanda sejumlah kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. Ribuan rumah di sepanjang bantaran sungai Jeneberang, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan terendam air.

Bencana banjir ini diduga akibat meluapnya sungai Jeneberang akibat hujan deras yang mengguyur sejak semalam.

Luapan air sungai Jeneberang yang merupakan sungai terpanjang di Sulawesi Selatan ini diakibatkan pihak pemerintah melakukan pembukaan pintu air bendungan Bilibili, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa.

Hingga saat ini, air masih merendam ribuan rumah. Hampir seluruh bantaran Sungai Jeneberang dari Kabupaten Gowa hingga Kota Makassar terendam banjir. Cuaca di Gowa juga masih diguyur hujan dengan intensitas rendah. Warga diimbau untuk waspada bencana banjir.

BACA JUGA:

Bencana Banjir di Sulsel Jadi Trending Topic

Banjir
(Foto: Twitter)

Doa dan dukungan untuk Gowa dan Sulawesi Selatan pun hingga hari ini ramai khususnya di media sosial.

Hal itu terlihat lewat lini masa Twitter Indonesia dimana hashtag #PrayForSulsel serta tagar PrayforGowa jadi trending topic di Twitter. Netizen ramai-ramai memberikan ucapan belasungkawa untuk korban bencana banjir yang rumahnya terbenam air.

Seraya menuliskan doa untuk korban banjir, netizen juga mengunggah gambar serta video saat bencana banjir menerjang menerjang Kabupaten Gowa dan beberapa wilayah lainnya.

Imbauan BMKG

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika atau BMKG mencatat curah hujan di Panaikang 122 mm, Maros, 133 mm, Hasanuddin 197 mm, Gowa 101 mm, Paotere 84 mm.

Sedangkan kecepatan angin tertinggi tercatat di Paotere 32 knot. Bahkan, BMKG masih memprediksi di Sulsel masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, Rabu (23/1/2019) hari ini.

Dari rilis Balai Besar MKG Wilayah IV Makassar, dalam beberapa hari ke depan, hujan dengan intensitas lebat disertai angin kencang diperkirakan masih terjadi di wilayah Sulawesi Selatan bagian barat meliputi Kota Makassar, Kabupaten Maros, Kabupaten Pangkep, Kabupaten Barru, Kabupaten Gowa.

Selanjutnya, wilayah Sulawesi Selatan bagian selatan meliputi Kabupaten Takalar, Kabupaten Jeneponto, dan Kepulauan Selayar.

Selain itu, suhu muka laut yang hangat di perairan Sulawesi Selatan dan kelembaban yang juga sangat tinggi menyebabkan potensi pertumbuhan awan hujan sangat signifikan di wilayah Sulawesi Selatan, khususnya pesisir Barat.

Dengan kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat agar mewaspadai bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi, seperti bencana banjir, longsor, dan angin kencang. (Sbg/Rig)

Comments