Fitur Likes
(Foto: Unsplash)

Sabigaju.com – Fitur likes di Instagram pasalnya akan segera menghilang. Jadi, followers-mu takkan bisa melihat jumlah likes foto yang sudah kamu unggah di Instagram. Hanya kamu, si empunya akun, yang bisa melihat siapa saja yang sudah menyukai foto tersebut.

Penghapusan fitur likes ini sudah diuji coba di enam negara, yakni Australia, Brasil, Kanada, Irlandia, Italia, Jepang, dan Selandia Baru. Buat kita yang ada di Indonesia, penghapusan fitur ini belum berlaku.

Tapi buat kamu yang penasaran seperti apa tampilan penghilangan fitur likes di Instagram, nih Sabigaju kasih bocoran.

BACA JUGA:

Terkoneksi Lebih Penting Ketimbang Populer

Fitur Likes
(Sumber Foto: Later.com)

Kamu bisa lihat, di bawah foto tersebut, hanya tertera satu orang yang disebut menyukai dan yang lainnya hanya disebut sebagai “others”.

Tapi kalau kamu si pemilik akun, kamu harus tap link “others” tersebut dan muncullah jumlah likes serta daftar dari followers-mu yang menyukainya.

Walau Instagram belum secara gamblang menjelaskan apa yang yang jadi tujuan mereka, namun bisa dipastikan bahwa Instagram punya maksud baik bagi penggunanya.

“Kami ingin orang-orang tidak begitu tertarik pada jumlah likes, tapi lebih fokus pada koneksi mereka dengan orang lain,” demikian pernyataan Mark Zuckerberg seperti dikutip Sabigaju dari laman Later.

Artinya, Instagram ingin orang-orang memakai aplikasi ini dengan tujuan yang otentik, yakni mengunggah dan melihat gambar-gambar yang indah, tanpa perlu melihat sejauh mana popularitas mereka.

BACA JUGA: Haruskah Kekhusyukan Ibadah Dibuat Instagramable?

Bagaimana Pengaruhnya Pada Pengguna?

Menurut laporan yang dirilis dari American Psychological Association, sosial media memang sangat berpengaruh terhadap kondisi mental seseorang. Angka depresi, stres dan niatan bunuh diri pada orang usia 26 tahun meningkat seiring dengan peningkatan mereka pada penggunaan sosial media.

Studi dari Royal Society for Public Health juga mengungkapkan hal serupa. Sosial media diklaim sebagai salah satu faktor penyebab krisis kesehatan mental.

Namun demikian, studi ini juga mengungkapkan bahwa beberapa sosial media juga baik untuk mental seseorang lewat self-expression dan self-identity.

“Anak-anak bisa mabuk soal jumlah likes dan followers. Tapi di saat yang bersamaan, mereka bisa menertawakan diri mereka dan memiliki beberapa perspektif soal kehausan mereka akan status dan approval,” demikian sebut penelitian tersebut.

Walau begitu, para pengguna ini nantinya akan terlalu asyik membandingkan diri mereka dengan orang lain dan terlalu asyik pula meraih popularitas mereka.

Fitur likes jadi salah satu tools di mana orang-orang menginginkan approval bagi diri mereka hingga akhirnya ketagihan untuk menggunakan sosial media tersebut.

Dengan penghapusan fitur likes ini, Instagram berupaya ikut serta dalam membangun kesehatan mental penggunanya dan tetap berfokus pada konten terbaik mereka.

BACA JUGA: Jangan Asal Percaya Saat Selebriti Promosikan Produk Diet! 

Pro Kontra

Beberapa pengguna memang menyambut niat Instagram untuk menghapus fitur likes ini dengan baik. Namun tak sedikit pula yang menolaknya mentah-mentah. Penolakan ini banyak datang dari beberapa brand ternama dan para influencer.

Menurut brand tersebut, mereka akan kesulitan untuk menyaring para influencer yang akan menjadi target pemasaran mereka.

Secara, jumlah likes bisa jadi indikator sejauh mana popularitas seseorang. Semakin populer, maka cakupan pasar mereka akan semakin meluas dan dianggap efektif.

Begitu pula para influencer. Mereka merasa akan kehilangan peluang untuk mendapat endorsement atau iklan dari brand. Tentu saja pendapatan mereka akan berkurang.

Nah, kalau kamu tim mana? Setujukah atau justru menolak penghapusan fitur likes di Instagram? (Sbg/Dinda)

Comments