Sabigaju.com – Apakah Anda termasuk pekerja pada sektor industri kreatif? Menurut Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf), subsektor dari industri ini terdiri atas 16 subsektor, yaitu: aplikasi dan game developer; arsitektur; desain interior; desain komunikasi visual; desain produk; fashion; film, animasi, dan video; fotografi; kriya; kuliner; musik; penerbitan; periklanan; seni pertunjukan; seni rupa; serta televisi dan radio.

Pekerja kreatif disebut rentan mengalami gangguan mental karena mereka cenderung dituntut untuk bekerja setiap saat. Riset ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Badan Ekonomi Kreatif RI (BEKRAF) bersama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2016 dimana 1/3 dari pekerja di industri kreatif rentan mengalami overwork dengan jam kerja mencapai lebih dari 48 jam per minggu.

Di Indonesia, Serikat Pekerja Media dan Industri Kreatif untuk Demokrasi (Sindikasi) melihat sisi kesehatan dan keselamatan kerja sering diabaikan. Hal ini  dikarenakan banyak pekerja kreatif diduga mengalami depresi akibat kelebihan kerja. Tingginya tekanan mental di dunia kerja membuat banyak pekerja mengalami stress, yang apabila tidak ditangani lebih lanjut secara serius dapat berakhir menjadi depresi.

Gangguan Mental Akibat Beban Psikologis

Salah seorang pekerja kreatif yang bekerja sebagai penulis lepas dan berkonsentrasi menulis sebuah buku, Keinesasih Hapsari, mengaku sempat melalui masa depresi berat. Pada masa-masa tersebut, ia mengunci diri di kamar gelap tanpa cahaya selama beberapa hari dan hanya makan selai kacang untuk menahan lapar. Kondisi mentalnya sempat turun akibat kompleksnya dinamika pekerja lepas yang di luar perhitungannya.

Ketika depresi terjadi, sangat penting untuk mendorong keterbukaan untuk membicarakan isu kesehatan termasuk di lingkungan kerja. Keterbukaan yang baik dapat membawa keterbukaan dan menghilangkan berbagai prasangka. Kondisi ini justru mampu menciptakan lingkungan yang kondusif sehingga pekerja kreatif dapat tetap berkarya secara maksimal.

Instrumen Hukum Sebagai Penjamin Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Kondisi depresi rupanya juga sempat dialami oleh salah seorang anggota Sindikasi, Ellena Ekarahendy. Selain itu, banyaknya jam lembur muncul karena tidak ada sistem yang melindungi pekerja kreatif. Sindikasi melihat jam kerja yang panjang, lembur tanpa kompensasi, minimnya perlindungan kesehatan, dan tingkat stress yang tinggi menjadi gambaran rentannya para pekerja kreatif dalam kesehariannya.

Kasus meninggalnya pekerja periklanan Mita Diran pada 2013 membuka mata publik mengenai rentannya kesehatan pekerja industri kreatif dalam keseharian kultur kerjanya. Perempuan 27 tahun itu meninggal setelah bekerja nonstop selama 30 jam. Overwork merupakan masalah serius di seluruh Asia meskipun panjangnya jam kerja tidak serta merta membuat produktivitas negara menjadi meningkat.

Jika Anda merupakan pekerja kreatif, jangan lupa untuk tetap menyeimbangkan kesehatan fisik dan mental Anda dalam bekerja. Bekerja secara berlebihan bukan hanya tidak baik bagi kesehatan fisik Anda, namun juga bagi kesehatan mental Anda. Stay safe, Sobat Sabi! (Sbg/Vn)

Comments