Pengunjung tengah menikmati keindahan lukisan yang dupamerkan di Museum MACAN (Foto: Instagram museummacan)
Pengunjung tengah menikmati keindahan lukisan yang dupamerkan di Museum MACAN (Foto: Instagram museummacan)

Sabigaju.com – Warga Jakarta kini tengah antusias atas dibukanya salah satu obyek wisata Museum of Modern and Contemporary Art in Nusantara (MACAN) yang baru dibuka belum lama ini.

Hadirnya museum yang terletak di Jalan Panjang Nomor 5, Jakarta Barat pun memberikan manfaat yang besar terutama akses publik terhadap koleksi seni modern dan kontemporer Indonesia serta internasional.

Museum MACAN merupakan museum kontemporer pertama yang hadir di Indonesia. Dimana saat ini tengah berlangsung pameran terbuka untuk umum yang berlangsung hingga 18 Maret 2018 mendatang dengan menampilkan 90 karya seni dari 800 koleksi Haryanto Adikoesomo mulai dari seni rupa modern Indonesia hingga seni modern dan kontemporer dari seluruh dunia.

Ruang Seni 4 Babak

Sebelum masuk ke Museum MACAN pengunjung harus membayar tiket masuk di bagian informasi dan penjualan tiket sebesar Rp50 ribu untuk orang dewasa, Rp40 ribu untuk pelajar dan Rp30 ribu untuk anak-anak.

Memasuki ruangan koleksi, pengunjung bakal melewati taman patung seluas 500 meter persegi. Beberapa patung berukuran besar besar menghiasi taman ini.

Di ruang koleksi, pengunjung terlebih dahulu dibawa mengarungi seni sebelum masa kemerdekaaan Indonesia. Ini merupakan babak pertama dari koleksi Museum MACAN.

Era sebelum kemerdekaan diberi judul ‘Bumi, Kampung Halaman, Manusia’. Babak ini memiliki koleksi seni mulai dari abad ke-19 hingga awal abad ke-20 dari seniman asal Eropa dan Asia Tenggara.

Pengunjung tengah menyaksikan Lukisan karya Dullah dalam area Babak kemerdekaan dan setelahnya di Museum MACAN. (Foto Instagram)Instalasi yang dipamerkan di Museum MACAN (Foto: Instagram)

Selanjutnya Anda dapat menyaksikan tema seni di masa ‘Kemerdekaan dan Setelahnya’, dimana para seniman beralih menampilkan tema-tema nasionalisme.

Babak ketiga ‘Pergulatan Seputar Bentuk dan Isi’ yakni sepanjang tahun 1950 dan 1960-an. Sebagian besar lukisan karya seniman Tanah Air di era ini figuratif serta abstrak. Babak keempat ‘Racikan Global’ yang ditandai dengan reformasi 1998.

Dalam babak Akhir Anda dapat menyaksikan berbagai karya para seniman yang melahirkan beragam bentuk seni kontemporer dengan ukuran yang besar.

Ramah Anak dan Puas Selfie di Museum MACAN

Satu hal yang pastinya jangan sampai dilewatkan oleh anda di museum ini adalah booth Infity Mirrored Room karya Yayoi Kusama, seorang seniman asal Jepang.

Pengunjung dapat berfoto dengan background yang penuh nilai seni yang ada di Museum MACAN, Jakarta Barat (Foto: Instagram andrevalexandra)

Instalasi ini berupa dinding dengan bulatan aneka warna yang mirip seperti lampu gantung,  Area ini juga banyak dijadikan background selfie para pengunjung karena menggemaskan dan menghipnotis pengunjung museum ini.

Nah , museum MACAN  ini juga tempat yang ramah  anak. Di Museum ini terdapat instalasi Floating Garden, karya seniman Entang Wiharso untuk anak-anak yang ingin singgah ataupun bermain. Di area ini anak-anak akan diajak untuk mengeksplor bakat seninya dengan menggambar dan mewarnai.

Area floating room di Museum MACAN (Instagram museummacan)
Area floating room di Museum MACAN (Instagram museummacan)

Di area ini para pengunjung melihat alam sekitar dengan pandangan yang berbeda yang disajikan dengan dekorasi tembok dari akrilik warna-warni berbentuk bulat dan beragam ukuran. Ini menjadi pemandangan baru bagi mata yang haus akan karya seni temporer.

Nah, menarik bukan museum MACAN ini? So, tunggu apalagi, ayo rencanakan liburan akhir pekan ini bersama buah hati ke museum MACAN!

Comments