(Foto: Instagram.com/indonesiajuaratrip)

Sabigaju.com – Hingga hari ini foto yang menunjukan seekor komodo menghadang truk yang membawa peralatan untuk pembangunan Jurassic Park Komodo di resor Loh Buaya masih saja ramai menjadi perbincangan masyarakat  tidak hanya tanah air namun juga dunia.

Foto itu pun secara tidak langsung membuka kesadaran banyak orang tentang proyek ’’Jurassic Park”, proyek wisata premium di mana nantinya makhluk berjuluk Naga Purba akan dikerangkeng.yang tengah dibangun di Pantai Loh Buaya, Pulau Rinca, yang masuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT).

Brand wisata Jurassic Park lebih dulu dipopulerkan oleh Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan, saat menjawab isu penutupan taman nasional bagi masyarakat setempat pada 11 Oktober 2019 silam.

Heboh Komodo Hadang Truk di pulau Rinca
(Foto: Instagram.com/hgregoriusafioma)

Banyak penggiat dan pencinta lingkungan yang menyorot bahkan mengecam ide pembangunan  tersebut karena dinilai akan membahayakan kelangsungan hidup komodo.

Terlebih, Komodo merupakan jenis binatang yang soliter atau memiliki sifat penyendiri, kecuali saat musim kawin. Lantaran itulah, sentuhan-sentuhan pembangunan akan berdampak pada perubahan habitat alamiahnya tentu akan mengganggu keberadaan komodo.

Nah, Ada beberapa poin penting dari film Jurassic Park yang mengingatkan kita agar sebaiknya kita melestarikan habitat dan lingkungan tempat Komodo tinggal sealami mungkin  dan bukan mengusik kehidupan mereka, cekidot gaes!

BACA JUGA: Yuk, Main Sama Singa Plus Nikmatin Vitamin Sea di Mauritius

Ambisi Besar Berakhir Berantakan

Film Jurrasic Park mengingatkan kita akan sosok pria pria kaya dengan ambisi besar yang  menginginkan agar dinosaurus yang berada di pulau Isla Nublar tidak punah karena meletusnya gunung berapi, dengan memindahkannya ke lahan aman terisolasi.

Ambisi dan Rencana yang awalnya mulus berubah berantakan saat hewan hewan tersebut memberontak dan menyerang manusia disekitarnya.

BACA JUGA: Terkaya di Dunia, Qatar Serius Bangun Pulau Masa Depan 

Stop Playing God

Film Jurassic Park mengajarkan agar kita sebagai manusia tidak bermain menjadi Tuhan. Sejak film jurassic yang pertama, tema ini muncul.

(Sumber: imdb.com)

Rasa percaya diri yang berlebihan dan ambisi mengendalikan kehidupan dinosaurus  lewat kecanggihan teknologi pun dilakukan.

Namun, bencana alam dan kesalahan kerja membuat semua rencana hancur berantakan. Satu kekeliruan saja membuatnya tak terkendali.

BACA JUGA: Inovasi Wisata Berkelanjutan Bakal Jadi Tren di Masa Depan 

Alam Punya Cara Sendiri Untuk Hidup

Film ini seakan menunjukan situasi di mana ketika teknologi kloning ditemukan, orang ingin menguasai alam semesta dengan kemampuan intelektualnya.

Sejak Film Jurassic Park hadir , ilmuwan ingin menciptakan dinosaurus yang tidak bisa berkembang biak sendiri tanpa campur tangan manusia.

Manusia  bisa saja mengendalikan mereka di laboratorium. Namun, tidak pernah bisa mengendalikan kebuasan mereka di alam liar.

Film Jurassic Park mengingatkan kita bahwa  intervensi manusia pada kehidupan liar binatang akan berakhir buruk. Jadi, kenapa mesti ditiru untuk dijadikan proyek? Ingat, di semua sekuel film Jurassic Park, ending-nya selalu diwarnai chaos. (Sbg/Rig)

Comments