Sabu-sabu
Sabu-sabu adalah jenis narkoba yang dapat menghancurkan fisik dan mental seseorang hingga membawa kematian. (Foto; Info Narkoba)

Sabigaju.com – Baru-baru ini pihak berwajib mengamankan secara terpisah dua orang kenamaan negeri ini lantaran kedapatan menyimpan narkoba jenis sabu-sabu.

Yup aktor Shandy Tumiwa dan  Andi Arief  yang adalah politisi dari Partai Demokrat harus berurusan dengan pihak berwajib lantaran tertangkap tangan mengunakan sabu-sabu tersebut.

Momen tertangkapnya Andi Arief yang diduga mengonsumsi sabu-sabu pun hingga membuat  para netizen mengusung tagar #02nyabu  berseliweran di jejaring  Twitter Indonesia.

Timbul pertanyaan dari banyak orang sebenarnya apa sih efek dan bahaya dari narkoba jenis sabu-sabu. Simak yuk gaes agar kamu tidak mengonsumsi barang haram tersebut.

Bikin Kecanduan dan Sakaw

Sabu-sabu adalah obat psikostimulansia dan simpatomimetik. Obat ini dipergunakan untuk kasus parah gangguan hiperaktivitas kekurangan perhatian atau narkolepsi. Sabu-sabu adalah narkotika yang sangat adiktif.

Bentuknya putih, tidak berbau, pahit, dan seperti kristal. Hasil survey BNN memperlihatkan shabu sebagai narkoba peringkat 2 yang paling sering dikonsumsi oleh masyarakat di Indonesia.

Jika orang sudah sering menggunakan Sabu maka orang terse but bakal mengalami sakaw alias gejala tubuh yang terjadi akibat pemberhentian pemakaian sabu secara mendadak, atau akibat penurunan dosis sabu secara drastis sekaligus.

(Foto: Pexels)

Gejala sakaw sabu bisa sama kuatnya dengan saat kecanduan. Orang yang sedang sakau akibat narkoba jenis sabu biasanya akan mengalami gejala emosional

Artinya, pecandu shabu yang mengalami gejala sakaw akan terjebak dalam keadaan anhedonia, alias ketidakmampuan untuk merasakan kenikmatan.Kecanduan dan gejala sakau sabu tergolong sangat sulit untuk ditanggulangi, terutama melalui terapi mandiri.

Satu-satunya cara terbaik untuk mencapai pemulihan sepenuhnya adalah dengan melaporkan diri ke rumah sakit atau tempat rehabilitasi untuk detoksifikasi shabu, di mana ia akan melalui rencana perawatan komprehensif.

BACA JUGA:

 

Menghancurkan Fisik dan Mental Hingga Kematian

Saat seseorang mengonsumsi sabu-sabu, akan menghasilkan perasaan kenyamanan dan energi yang semu.

Pemakai sabu-sabu akan cenderung memaksakan dirinya untuk melakukan sesuatu dengan lebih cepat dan lebih jauh dari yang seharusnya. Jadi para pemakai dapat merasakan kehancuran secara fisik dan mental setelah efek Sabu-sabu memudar.

Itulah sebabnya penggunaan narkoba jenis ini dalam jangka waktu yang panjang dapat menyebabkan kerusakan fisik dan mental  secara permanen.

Sabu-sabu
(Foto: Unsplash)

Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah, kerusakan pembuluh darah di otak yang dapat menyebabkan stroke atau detak jantung yang tidak teratur yang berakibat kerusakan kardiovaskular atau kematian; dan kerusakan pada liver (hati), ginjal dan paru-paru.

Para pengguna juga bakal mengalami mengalami kerusakan otak, termasuk melemahnya daya ingat dan meningkatnya ketidakmampuan untuk memahami pemikiran abstrak. Yang sembuh biasanya disebabkan mengalami ingatan kosong dan ayunan suasana hati yang berlebihan.

Penggunaan sabu-sabu dalam waktu lama juga dapat mengurangi rasa lapar alami, pengguna akan mengalami penurunan berat badan yang luar biasa. Efek-efek negatif lainnya: pola tidur yang kacau, hiperaktif, rasa mual, delusi kekuasaan, lebih agresif dan sifat lekas marah.

Efek-efek lain yang mengkhawatirkan: insomnia, kebingungan, halusinasi, kecemasan, paranoia dan lebih agresif. Dalam beberapa kasus, mengalami konvulsi yang dapat berakibat kematian.

So, gaes hindari dan jangan sampai kamu tergoda untuk mengonsumsi barang haram ini yah. Bahaya! (Sbg/Rig)

Comments