Suasana pemandangan Gili Lawa  dengan hamparan savana yang indah sebelum ahirnya terbakar habis seluas 10 hektare pada Rabu (1/8) malam lalu. (Foto: Instagram sigit_sugiyono)
Suasana pemandangan Gili Lawa  dengan hamparan savana yang indah sebelum ahirnya terbakar habis seluas 10 hektare pada Rabu (1/8) malam lalu. (Foto: Instagram sigit_sugiyono)

Sabigaju.com – Musibah kebakaran melanda lahan hutan di Gili Lawa, kawasan Taman Nasional Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Meski tidak mengganggu habitat satwa Komodo, namun kebakaran itu berdampak bagi pengunjung atau wisatawan yang ingin menikmati pemandangan Gili Lawa yang terkenal indah  itu.

Sebelum terbakar, pemandangan Gili Lawa menjadikannya sebagai salah satu tujuan wisata favorit di Taman Nasional Komodo yang biasa dikunjungi wisatawan setelah menyelam. Para wisatawan baik domestik dan mancanegara bisa menikmati sunset (matahari terbenam) atau sunrise (matahari terbit) di Gili Lawa.

Keindahan Pemandangan Gili Lawa yang Instagramable

Gili Lawa terbagi menjadi dua bagian yaitu Gili Lawa Laut dan Gili Lawa Darat. Gili Lawa Darat merupakan salah satu spot yang paling diincar oleh wisatawan lantaran, lokasinya yang instagramable.

Pemandangan di Gili Lawa terdiri dari hamparan savana yang mengagumkan. Saat musim hujan, savana tersebut akan berubah warna menjadi hijau. Sedangkan saat musim kemarau, savananya akan berubah menjadi kuning kecokelatan.

View this post on Instagram

What a heartbreaking news it is! Such a terrible action from those irresponsible people of the-so-called number one tour operator across the archipelago. It is extremely forbidden to light a tiny fire, smoke, let alone strike up a bonfire or even barbequeing in anywhere of any national park. Yes, you already know this. How their ignorance upon mother nature for the sake of customer satisfaction and that toned-up antimainstreamly tidy instagram feed has devastated the land of wonders. This is embarrassingly brainless. It sickens me way too bad. I am none of those social/nature activists saving the world. We don't have to be one to speak up the words. To you all, deer savana fellas. Stay safe up and down there! #savegililawa

A post shared by sᴀɪғᴜʟ ʙᴀʜʀɪ (@saifbahrii) on

Tidak sedikit dari wisatawan mendaki ke atas puncak untuk menikmati keindahan pemandangan Gili Lawa. Sebab, ketika di atas puncak, wisatawan bisa menikmati pemandangan perbukitan, hamparan rumput, dan juga hamparan luas laut yang berwarna biru.

Bukan hanya dapat menikmati keindahan Gili Lawa Darat, wisatawan juga bisa menikmati keindahan bawah laut di Gili Lawa laut. Gili Lawa laut, adalah tempat menyelam terbaik di Taman Nasional Komodo, yakni GPS Point.

GPS Point terletak di sebelah timur laut Pulau Gili Banta, 10 kilometer timur laut Pulau Komodo. Banyak ikan berkerumun dengan tuna dogtooth, dan kuda laut besar dan surgeonfish.

Pas Buat Trekking

View this post on Instagram

Nikmat Semesta Raya yang tiada tara ! Mari berlari menyambut mentari, Bersama Padang rumput yang sedang menari. Beri salam untuk semesta yang tulus memberikan keindahannya. Selalu ada cerita baik dari Semesta Alam untuk dibagikan. . Masih ada seat untuk Trip Komodo 3H2M periode Agustus 17-19 (2seat) ; 24-26 (2seat) ; 31-2 (6seat) yes. . More info ? Mon-Sat (8.am-5.pm) Call/WA : +6282220746222 Call/WA : +628116644722 [email protected] : @salamransel E. [email protected] W. www.salamransel.com . . . . . . . #labuanbajo #triplabuanbajo #opentriplabuanbajo #komodo #tripkomodo #opentripkomodo #flores #tripflores #opentripflores #opentrip #opentripmurah #komodotrip #labuanbajotrip #wisatakomodo #wisatalabuanbajo #pulaupadar #pulaukomodo #tourkomodo #tourlabuanbajo #sailingkomodo #gililawa #pinkbeach #pesonaindonesia #waerebo #opentripwaerebo #tripwaerebo #salamranseltripkomodo

A post shared by SALAMRANSEL (@salamransel) on

Kegiatan trekking merupakan aktivitas utama yang harus pengunjung lakukan apabila berkunjung sambil menikmati pemandangan Gili Lawa, karena keindahan Gili Lawa akan sempurna rasanya apabila dilihat dari puncak bukitnya.

Waktu trekking yang diperlukan untuk sampai ke puncaknya yaitu sekitar setengah hingga 1 jam lamanya tergantung dengan stamina setiap orang yang berbeda-beda.

https://www.instagram.com/p/Bl5u5VNAZU_/?hl=id&tagged=gililawa

Jalur pendakiannya pun cukup menguras tenaga, cukup terjal dan licin karena kontur tanah berpasir yang mulai gundul dikarenakan banyaknya orang yang melewati trek tersebut.

Sangat disarankan bagi pengunjung yang hendak trekking ke puncaknya untuk menggunakan sandal gunung ataupun sepatu trekking yang permukaannya tidak licin, sehingga mempermudah langkah untuk sampai ke puncaknya.

https://www.instagram.com/p/BmAHpi7Bep_/?hl=id&taken-at=1999433650284430

Sesampainya di puncak, segala rasa letih akan terbayar dengan suguhan pemandangan Gili Lawa yang begitu menakjubkan. Bukit-bukit yang eksotis, hamparan rumput yang menguning, birunya langit dengan gradasi laut mulai dari biru muda hingga biru tua menjadi satu kombinasi lukisan keindahan  yang memesona

Bagi penikmat matahari terbit dan terbenam, Gili Lawa juga merupakan spot terbaik untuk menikmati terbitnya matahari maupun terbenamnya matahari. Pengunjung dapat menikmati keindahan senja dari atas bukit sambil memutar musik kesukaan dan bercanda ria dengan teman seperjalanan. (Sbg/Rig)

Comments