Sabigaju.com – Menyambut satu anggota baru dalam keluarga, pastilah menjadi momen yang penuh suka cita. Bukan hanya bagi ibu dan anggota keluarganya yang lain, tapi juga bagi teman-teman dan kerabat. Tak jarang seseorang menyempatkan waktu untuk menjenguk jika mendengar kabar temannya melahirkan. Sayangnya, kadang kenyamanan ibu dan bayi yang dijenguk terlupakan.

Jika masih di rumah sakit, mungkin kendala tersebut masih lebih mudah diatasi mengingat adanya aturan jam besuk yang berlaku. Namun jika sudah kembali ke rumah, aturan bagi para penjenguk sepenuhnya berada di tangan ibu dan keluarga!

Sebagai teman yang ingin menjenguk, Anda harus pahami beberapa hal agar kunjungan Anda yang penuh niat baik itu tersampaikan dan diterima dengan baik pula.

Etika mengunjungi teman yang baru melahirkan

1. Atur waktu kunjungan yang tepat

Jika ingin menjenguk kerabat yang baru melahirkan, hal pertama yang harus Anda lakukan adalah memperhatikan kondisi ibu dan bayi. Jika keduanya sehat, Anda bisa jenguk beberapa hari setelah mereka pulang. Namun jika masih dalam kondisi yang tidak stabil dan masih di rumah sakit, cari tahu ketentuan besuk yang ada di sana, termasuk rekomendasi dari dokter. Jangan lupa untuk memberi tahu si ibu atau anggota keluarganya yang lain mengenai waktu Anda menjenguk.

 2. Jangan datang terlalu pagi atau malam

Di waktu-waktu tersebut kemungkinan Anda mengganggu jam istirahat si ibu atau bayi lebih besar. Pahamilah kalau waktu istirahat itu sangat penting, terutama bagi si ibu yang tentu masih banyak penyesuaian dengan keberadaan bayinya. Datanglah di waktu-waktu antara siang sampai sore, namun tetap sesuai persetujuan tuan rumah.

3. Hindari berkomentar negatif tentang si bayi

Perasaan para ibu di masa-masa mereka baru saja melahirkan masih sangat sensitif. Komentar bernada negatif yang Anda berikan untuk anaknya pasti akan mengganggu perasaannya. Sekalipun Anda hanya ingin bercanda dan mencairkan suasana, jangan lakukan itu karena dapat membuat tuan rumah tersinggung.

4. Jangan sembarang menyentuh si bayi

Selain masalah kebersihan, alasan kenapa sebaiknya Anda tidak sembarang menyentuh ataupun menggendong si bayi adalah karena belum tentu si ibu mengizinkannya. Jika memang ingin menggendong, minta persetujuannya terlebih dahulu, dan jika diizinkan sebaiknya Anda mencuci tangan sebelum menyentuh atau menggendongnya.

5. Paham kapan harus pulang

Tidak mungkin teman Anda mengusir Anda secara langsung meskipun ia merasa butuh waktu untuk istirahat, atau berduaan dengan bayinya. Anda yang harus paham kapan sebaiknya Anda pulang. Tidak perlu berlama-lama di sana, karena mungkin tamu yang datang juga bukan hanya Anda. Bayangkan betapa lelahnya si ibu dan bayi kalau dalam sehari itu banyak yang berkunjung. Bisa-bisa bayinya jadi rewel, ibu kelelahan dan berujung pada hal-hal tidak menyenangkan lainnya.

6. Sebaiknya tidak membawa anak kecil

Anak-anak kadang bertingkah di luar kendali. Daripada dia tiba-tiba teriak atau menangis meraung-raung, minta mainan, atau memberantakkan isi ruangan dan si bayi merasa terganggu, lebih baik sejak awal Anda tidak membawanya.

Menjenguk teman yang baru melahirkan beserta bayinya memang satu gestur baik yang tidak mungkin ditolak oleh si empunya rumah. Namun sebagai tamu seharusnya Anda memahami bahwa si ibu dan bayinya mungkin masih butuh proses adaptasi dengan hidup baru mereka. Jadi, tetap perhatikan etika bertamu ketika mengunjungi teman yang baru melahirkan, ya! (Sbg/Ftr)

Comments