Gangguan Jiwa Erotomania
Pengidap gangguan Jiwa erotomania merasa yakin kalau orang yang ditaksirnya memiliki perasaan yang sama dengan apa yang dirasakannya. (Foto: koscaannierose.blogspot.com)

Sabigaju.com – Siapapun yang pernah merasakan jatuh cinta tentunya mengalami perasaan yang menyenangkan dan pastinya ada rasa berbunga-bunga yang membuat kamu tersenyum sepanjang hari.

Perasaan kita pun makin gembira bila orang yang kita taksir juga memberikan “lampu hijau” dengan perilakunya yang baik dan perhatian. Untuk itu kamu harus mencari tahu, apakah si dia benar menyukai kamu.

Sebab, jika kamu dikuasai perasaan yang amat yakin bila si dia memiliki perasaan yang sama seperti yang kamu rasakan padahal nyatanya tidak, bisa jadi kamu terkena gangguan jiwa erotomania.

Apa itu erotomania dan bagaimana mengatasinya. Berikut ulasannya.

Dapat Muncul Tiba-Tiba

Dari kacamata psikologi, gangguan jiwa  erotomania merupakan bagian dari gangguan delusional di mana orang-orang dengan erotomania percaya bahwa objek cintanya jatuh cinta dan membuat pendekatan terlebih dahulu kepadanya.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa erotomania ini berkembang karena seseorang memiliki kesehatan mental yang tidak baik. Bisa jadi penderita gagal mengelola stres atau mengalami trauma yang ekstrem terhadap suatu peristiwa.

Penyakit gangguan jiwa ini dapat muncul secara tiba-tiba, dan gejalanya sering berlangsung lama. Individu yang menjadi objek kasih sayang si pengidap erotomania, umumnya adalah sosok yang lebih tua.

Meskipun tidak selalu, biasanya, si objek dan si pengidap gangguan jiwa erotomania pernah berinteraksi sebelumnya.

Gejala Erotomania

Adapun tanda-tanda utama yang terlihat saat seseorang mengidap gangguan jiwa erotomania adalah keyakinan yang tegas atas delusi yang dimilikinya bahwa orang lain jatuh cinta, atau bahkan telah memiliki hubungan khusus kepada mereka.

Erotomania juga dicirikan dengan adanya bombardir pesan, hadiah, maupun panggilan telepon kepada target, hingga mengikuti target tanpa istirahat.

Perilaku yang terkait dengan erotomania termasuk melakukan upaya terus-menerus untuk membuat kontak dengan targetnya melalui penguntitan, komunikasi tertulis, hingga perilaku melecehkan.

Yang perlu diwaspadai adalah orang dengan erotomania dapat menjadi ancaman bagi objek mereka, dan hal ini justru sering dianggap remeh.

Apalagi di zaman yang mendewakan media sosial saat ini, banyak kasus erotomania yang kondisinya semakin buruk atau semakin yakin kisah yang diciptakannya adalah riil. Sebab media sosial memudahkan penderita untuk mengamati, menghubungi, dan menguntit targetnya.

Beberapa kasus tidak sepenuhnya delusi. Bisa dimulai dengan hubungan seks tanpa perasaan yang kemudian memiliki arti lebih dari satu pihak.

Penanganan Gangguan Jiwa Erotomia

Mengobati gangguan jiwa erotomania bisa saja sulit dilakukan, karena penderita tidak mungkin mampu menyadari bahwa keyakinan mereka hanya ada di pikiran mereka saja.

Biasanya penderita gangguan jiwa erotomania akan mencari pengobatan atas kemauan mereka sendiri, meski sebagian merasa kesulitan saat menjalani terapi.

Menurut jurnal yang diterbitkan oleh American Psyhological Association tahun 2009, pengobatan erotomania dapat dilakukan dengan konsumsi obat antipsikotik. Biasanya, obat ini cukup efektif dan dikombinasikan dengan psikoterapi. (Sbg/Rig)

Comments