Sabigaju.com – Tren bersepeda seharusnya disambut baik oleh pemerintah namun demikian kasus begal sepeda malah belakangan marak terjadi di Jakarta.

Tidak hanya masyarakat biasa yang menjadi korban begal sepeda, selebriti Anjasmara hingga pejabat bahkan tentara pun pernah menjadi korban dari tindak kejahatan begal sepeda.

Banyak pesepeda yang tak bisa mengejar begal. Pasalnya, kecepatan sepeda tak sebanding dengan begal yang menggunakan motor.

Tak hanya meresahkan bagi pesepeda, aksi jahat para begal sepeda  itu bahkan membuat rasa trauma bagi pesepeda yang menjadi korban perampasan barang berharganya. Tak sedikityang kini engganan untuk ngenggowes di ibu kota.

Apa yang harus dilakukan oleh para pesesepeda agar terhindar dari para pelaku kejahatan begal sepeda ini?  Simak nih tips aman buat kamu!

BACA JUGA: Aksesoris Sepeda ini Wajib Kamu Bawa Waktu Ngegowes

1. Jangan Gunakan Aksesoris Berlebihan

Saat inii sepertinya para pesepeda tsebaiknya tidak mengenakan aksesori berlebihan saat bersepeda di jalanan Ibu Kota.aksesori yang dipakai oleh pesepeda bisa memancing niat orang untuk melakukan tindak kejahatan.

Agar terhindar dari begal sepeda jangan gunakan aksesoris berlebihan
(Foto: Instagram/bromptonbicycle)

Apalagi pesepeda dianggap sebagai orang mampu secara ekonomi. terlebih saat  pesepeda membawa aksesori berupa  tas branded dan sepeda bermerek.

Aksesori  itu memunculkan pandangan dari begal bahwa korban merupakan orang berada secara ekonomi. Simpan barang berharga di tempat-tempat yang sulit dijangkau atau tersembunyi.

2. Jangan Sendirian

Agar aman dari begal sepeda jangan bersepeda sendirian terutama di saat malam hari

Saat bersepeda sebaiknya kamu sebailnya tidak sendiri, tetapi berkawan, minimal berdua. Para pengendara sepeda tetap memperhatikan waktu dan tempat pada saat berolahraga, jika memang sepi sekali, kalau bisa bersama-sama jangan sendirian.

Para pelaku kejahatan begal sepeda biasanya berani melakukan tindak kejahatannya apabila melihat korbannya sendirian.

BACA JUGA: Demam Sepeda Minion Landa Tanah Air, Sumpah Keren Abis

3. Hindari Tempat Rawan

Selain itu, pemilihan waktu dan rute bersepeda juga perlu dipertimbangkan kembali. Daerah yang sekiranya rawan sudah barang tentu harus dihindari.

Hindari tempatrawan biar aman dari begal sepeda
(Foto: pexels.com)

Perhatikan keadaan di sekitar apabila melihat hal-hal yang mencurigakan tambah kecepatan dan segera berhenti di tempat yang sekiranya aman dan ramai, seperti pos polisi, toko, dan sebagainya. Kemudian.

Kamu sebaiknya mengindari jalan protokol, khususnya yang tidak memiliki lajur khusus sepeda. Pilih jalan permukiman atau perkampungan yang kamu yakini aman. Hal ini bakalmembuat pelaku begal  sepeda sulit kabur setelah melakukan aksinya.

4. Waspada.

Jangan menganggap suatu wilayah yang biasanya ramai itu adalah aman, namun tetap berpikir di mana saja bisa terjadi bahaya. Jadi, di manapun kita berada tetap waspada di sekeliling kita. Jangan bersepeda sendirian di malam hari agar tak menjadi korban kejahatan.

bersepeda
(Foto: Unsplash.coom)

Kalau kita melihat gelagat atau pergerakan mencurigakan dari pelaku, usahakan untuk melakukan manufer mendadak.

Misalnya mempercepat atau melambatkan sepeda secara tiba-tiba. Ini bermaksud untuk mempersulit pembegal mengatur kecepatannya untuk mencegat kita.

BACA JUGA: Sepeda Bekas Sah, Tapi Jangan Bekas Curian Yah Gaes! 

5. Hindari Bersepeda di Malam Hari

(Foto: Unsplash)

Ditengah kondisi maraknya begal sepeda di Jakarta, usahakan untuk nggak melakukan perjalanan malam hari, melewati tempat yang rawan.

Malam hari merupakan waktu yang biasa digunakan oleh para begal sepeda untuk melancarkan aksinya, lantaran kondisi jalan terbilang sepi. (Sbg/Rig)

Comments