Ilustrasi EQ
(Foto: dreamstime)

Sabigaju.comEmotional quotient alias EQ sangat penting karena mengacu pada kemampuan untuk mengenali makna-makna emosi dan hubungan-hubungannya, serta menggunakannya sebagai dasar penalaran dan pemecahan masalah.

EQ juga tidak diukur dengan standar angka, namun akan terlihat dari cara hidup setiap hari. Bagaimana caranya agar kita mengetahui apakah EQ kita lemah atau kuat?

Berikut ciri-ciri dan tanda orang dengan emotional quotient lemah:

1. Baperan dan Gampang tersinggung

Orang yang lemah EQ  seringkali baperan dan gampang tersinggung karena ia sendiri kurang percaya diri dan pikirannya tertutup.

Bahkan kadang, orang bercanda saja dianggap serius. Akhirnya ia tersinggung hingga menyimpan dendam.

BACA JUGA: Menonton Film Sebagai Terapi Stres Saat Pandemi

2. Gampang Stres

Saat ada situasi yang tidak beres, orang dengan EQ lemah biasanya mudah merasa tidak nyaman, cemas, dan frustasi. Ia membiarkan dirinya dikuasai berbagai emosi yang tidak perlu.

Sehingga pikiran dan perasaannya kacau. Sebaliknya, orang yang memiliki EQ yang kuat cenderung mampu mengendalikan stres dan mengelola mood. Sehingga ia jauh dari stres.

3. Tidak Tegas pada Diri Sendiri

Orang yang memiliki EQ yang baik mampu menyeimbangkan sikap, perilaku, dan pikirannya. Ia memiliki batasan-batasan tertentu pada dirinya.

Sehingga hal-hal yang membuat kualitas hidupnya memburuk akan dibuangnya. Istilahnya ia tegas terhadap dirinya sendiri. Sedangkan orang yang lemah EQ biasanya menjalani

BACA JUGA: Aktivitas Memasak Baik untuk Kesehatan Mental Saat Pandemi 

4. . Mudah Berasumsi dan Sangat mempercayai Asumsinya Sendiri

Orang yang lemah EQ biasanya cepat untuk berasumsi dan beropini. Tanpa mencari bukti, ia selalu mempercayai asumsinya. Bahkan ketika sudah ditemukan fakta dan kebenarannya pun, kalau itu bertentangan dengan asumsinya, ia akan menolaknya.

5. Pendendam

Emosi negatif seperti menyimpan dendam dan keinginan untuk membalas dendam biasanya timbul pada orang yang lemah EQ.

Hal ini merupakan salah satu respons karena tidak mampu mengendalikan stres.

6. Sering Jatuh dalam Kesalahan yang Sama

Orang yang lemah kecerdasan emosionalnya sulit melupakan kesalahan orang lain maupun kesalahan diri sendiri.

Ia sering jatuh pada kesalahan yang sama tanpa upaya untuk memperbaiki kesalahan itu. Padahal membiarkan diri terus berada dalam kesalahan yang sama bisa menghancurkan kualitas hidup.

Orang dengan kecerdasan emosional yang lemah sulit untuk memahami intensi orang lain. Ia sering salah paham akan perkataan maupun perilaku orang lain.

BACA JUGA: Kamu Korban Kekerasan Emosional dalam Hubungan Asmara? 

Rasanya sulit baginya untuk berpikir dengan pikiran dan perasaan yang lebih terbuka untuk memahami maksud dan tujuan orang lain kepadanya.

Itulah sebabnya ia bersikap seperti orang yang tidak memiliki pendirian. . Untuk hal-hal yang dirasakannya, ia malah menyalahkan orang lain.

Ia merasa bahwa orang lain harus bertanggung jawab akan apa yang dirasakannya sendiri.

Comments