Kuantitas Bercinta
Banyaknya kuantitas bercinta dianggap tidak menjamin kebahagiaan seseorang dan pasangannya. (Foto: Pexels)

Sabigaju.com –  Banyak yang menyimpulkan kalau banyaknya kuantitas bercinta  dianggap dapat membahagiakan kehidupan asmara sebuah pasangan.

Memang aktifitas bercinta  tidak hanya mempererat keintiman namun juga kegiatan yang diyakini membuat kebahagiaan. Lantas apakah kuantitas bercinta menentukan kebahagiaan?

Sebuah hasil penelitian belum lama ini seakan mematahkan persepsi tersebut. banyaknya kuantitas bercinta dianggap tidak menjamin kebahagiaan seseorang dan pasangannya.

BACA JUGA: Terlalu Sering Have Sex Bisa Bikin Kamu Alami Beragam Derita 

Kuantitas Bercinta Belum Tentu Bikin Bahagia

Para Peneliti di Carnegie Mellon beberapa waktu lalu meneliti 64 orang heteroseksual, pasangan menikah. Mereka diberi pertanyaan seputar kuantitas bercinta, dan kualitasnya sembari diukur energi, suasana hati, dan kebahagian secara umum.

Setengah dari mereka kemudian diminta untuk menambah frekuensi seks. Sementara setengah lain diminta melanjutkan kebiasaan.

Mereka yang menambah frekuensi melakukan seks paling sedikit satu kali, menjadi dua kali setiap bulan. Ada juga yang melakukannya enam kali sepekan.

BACA JUGA: Jangan Memaksa Istri Bercinta kalau Enggak Mau ini Terjadi!

Percobaan ini dilakukan 90 hari. Sambil melanjutkan kebiasaan baru, para pasangan tersebut diminta menilai suasana hati, dan asumsi perbaikan yang terjadi.

Secara keseluruhan, frekuensi seks bertambah hinggal 40 persen. Namun, tingkat kebahagiaan dan kepuasaan justru berkurang.

Terutama dalam aspek energi, antusiasme, juga kualitas seks. Baik pria maupun perempuan melaporkan penambahan kuantitas bercinta tidak menyenangkan.

“Sama halnya seperti melakukan seks karena alasan lain bukan karena suka dan mau,” ujar Profesor George Loewenstein kepala riset dari Carnegie Mellon.

Jika ingin bahagia, Dr. Loewenstein menyarankan untuk konsentrasi pada kualitas daripada kuantitas bercinta.

Riset yang mengasosiasikan frekuensi seksual dan kebahagiaan mungkin telah melewatkan hubungan yang mendasari keduanya, yaitu kenikmatan dari seks itu sendiri. Yang membangkitkan suasana hati adalah kenikmatan, bukan seberapa banyak kuantitas bercinta itu dilakukan.

BACA JUGA: Berciuman Ternyata Banyak Khasiat Bagi Tubuh Manusia 

Perlu Upaya Bersama Mewujudkan Kebahagiaan

Penyelidikan selanjutnya melaporkan adanya penurunan hasrat seksual dan kenikmatan pada pasangan yang diminta untuk melakukan seks lebih sering. Ini bisa menjadi akar masalah, kata para peneliti menanggapi.

Penelitian yang diterbitkan di dalam Journal of Economic Behavior and Organization ini memiliki implikasi penting, bahwa individu perlu inspirasi asli dari kemauan mereka sendiri untuk memulai hubungan seksual dan menuai keuntungannya.

Seperti seks yang menyenangkan, maka untuk  mendapatkan kebahagiaan bersama pasangan pun butuh usaha. dan upaya kamu bersama pasangan untuk mewujudkannya. (Sbg/Rig)

Comments